# Artikel Terkait Ekuitas

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Ekuitas", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Tim Axelar Diakuisisi, Token Ditinggalkan: Kebijakan Circle 'Hanya Ambil Tim, Abaikan Token' Picu Debat Sengit di Komunitas Crypto

Circle, raksasa stablecoin, mengumumkan akuisisi tim inti dan teknologi Interop Labs, pengembang awal protokol lintas rantai Axelar Network. Namun, dalam pengumuman tersebut, Circle secara eksplisit menyatakan bahwa akuisisi ini hanya mencakup tim dan kekayaan intelektual Interop Labs. Jaringan Axelar Network, yayasannya, dan token AXL akan terus beroperasi secara independen di bawah tata kelola komunitas. Keputusan "mengambil tim tetapi meninggalkan token" ini menyebabkan harga AXL anjlok 15% dalam 24 jam dan memicu perdebatan sengit di komunitas crypto. **Pihak yang Menentang** (seperti VC dan anggota komunitas) mengecam hal ini sebagai tindakan tidak bermoral yang merugikan pemegang token. Mereka berargumen bahwa pemegang token yang mengambil risiko justru ditinggalkan saat nilai inti (tim dan IP) dijual, menyamakannya dengan "rug pull". **Pihak yang Mendukung** berpendapat bahwa ini adalah perilaku pasar yang wajar. Mereka menjelaskan bahwa dalam struktur modal tradisional, token secara alami berada di posisi paling bawah (di bawah utang dan ekuitas) dan tidak memiliki klaim atas aset perusahaan dalam akuisisi. Circle dianggap hanya melakukan transaksi yang paling menguntungkan bagi mereka. Inti konfliknya adalah **status ambigu token crypto**: sering dianggap sebagai "ekuitas semu" saat keadaan baik, tetapi tidak memiliki hak hukum yang terstruktur dalam situasi seperti akuisisi atau likuidasi. Kasus ini menyoroti perlunya kejelasan mengenai hak-hak dan posisi token dalam struktur ekonomi dan hukum.

marsbit12/17 10:10

Tim Axelar Diakuisisi, Token Ditinggalkan: Kebijakan Circle 'Hanya Ambil Tim, Abaikan Token' Picu Debat Sengit di Komunitas Crypto

marsbit12/17 10:10

Akuisisi Circle terhadap Axelar Picu Kontroversi: Raksasa Hanya Ingin Tim, Tidak Ingin Token

Circle, raksasa stablecoin, mengumumkan akuisisi terhadap tim inti pengembang Axelar Network, Interop Labs, beserta kekayaan intelektualnya. Namun, dalam pengumuman tersebut, Circle secara eksplisit menyatakan bahwa akuisisi ini TIDAK mencakup Axelar Network, yayasan pendukungnya, atau token asli proyek, AXL. Token AXL dan jaringan akan terus beroperasi secara independen di bawah tata kelola komunitas, dengan tim lain yang mengambil alih. Keputusan "mengambil tim, tapi membuang token" ini memicu penurunan harga AXL sebesar 15% dan memicu perdebatan sengit di komunitas kripto. **Pihak yang Menentang** (sebagian besar investor VC dan anggota komunitas) menyebutnya sebagai tindakan yang tidak etis, mirip "rug pull". Mereka berargumen bahwa pemegang token yang mengambil risiko dan mendukung proyek justru ditinggalkan tanpa imbalan apa pun, sementara tim inti dan pemegang saham swasta menuai keuntungan dari akuisisi tersebut. **Pihak yang Mendukung** berpendapat bahwa ini adalah perilaku pasar yang normal. Mereka menjelaskan bahwa dalam struktur modal tradisional, token secara alami berada di lapisan paling bawah (di bawah utang dan ekuitas). Dalam skenario akuisisi, jarang sekali pemegang token menerima pembayaran, mirip dengan bagaimana pemegang saham biasa seringkali kalah prioritas dibandingkan kreditur. Inti dari kontroversi ini adalah **status ambigu token digital**. Dalam masa kejayaan, token sering diperlakukan seperti "ekuitas semu", tetapi dalam situasi dunia nyata seperti akuisisi, token tidak memiliki hak hukum atau klaim yang terstruktur. Kasus Circle-Axelar menyoroti perlunya kejelasan dan struktur hukum yang lebih baik untuk mendefinisikan hak dan perlindungan bagi pemegang token.

Odaily星球日报12/16 03:30

Akuisisi Circle terhadap Axelar Picu Kontroversi: Raksasa Hanya Ingin Tim, Tidak Ingin Token

Odaily星球日报12/16 03:30

Pertarungan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token

Perdebatan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token Penulis Crypto Dan menjelaskan mengapa hampir semua token kripto akhirnya bernilai nol, dengan pengecualian seperti Hyperliquid. Masalah utamanya terletak pada konflik struktural antara kepemilikan saham perusahaan dan kepemilikan token. Sebagian besar proyek kripto sebenarnya adalah perusahaan dengan token tambahan. Mereka memiliki struktur tradisional: perusahaan entitas, pendiri dengan ekuitas, investor VC dengan kursi dewan, dan tujuan profit. Ketika proyek melakukan pendanaan ganda (ekuitas + token), timbul konflik kepentingan. Nilai dan kontrol cenderung mengalir ke pemegang saham, bukan ke pemegang token. Hyperliquid menjadi sukses karena menghindari pendanaan ekuitas VC. Semua nilai ekonomi dialirkan ke protokol, bukan ke perusahaan. Secara hukum, token tidak bisa berfungsi seperti saham karena akan dianggap sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Struktur ideal untuk protokol yang sukses adalah: 1. Perusahaan tidak mengambil pendapatan; semua fee masuk ke protokol. 2. Nilai untuk pemegang token melalui mekanisme seperti buyback/burn. 3. Pendiri mendapat nilai dari token, bukan dividen. 4. Tidak ada ekuitas VC. 5. DAO mengontrol keputusan ekonomi. Bahkan struktur ideal tidak sepenuhnya menghilangkan konflik selama entitas perusahaan masih ada. Solusi ultimate adalah menjadi seperti Bitcoin/Ethereum: tanpa perusahaan, tanpa ekuitas, protokol berjalan mandiri. Kegagalan token bukan karena pemasaran yang buruk, tetapi desain struktural yang cacat. Token yang memiliki VC funding, private sale, unlock schedule untuk investor, atau mengalirkan pendapatan ke perusahaan, secara matematis ditakdirkan untuk gagal. Solusinya adalah investor harus berhenti mendanai proyek dengan desain yang cacat. Masa depan industri ada di tangan investor untuk mengalokasikan modal secara rasional.

比推12/11 19:15

Pertarungan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token

比推12/11 19:15

Sisi Gelap Altcoin

Inti dari artikel "Sisi Gelap Altcoin" menjelaskan mengapa hampir semua token kripto akhirnya bernilai nol, sementara hanya sedikit seperti Hyperliquid yang bertahan. Masalah utamanya adalah konflik struktural antara kepemilikan saham perusahaan dan kepemilikan token. Kebanyakan proyek kripto sebenarnya adalah perusahaan dengan token tambahan. Mereka memiliki ekuitas untuk pendiri, investor VC dengan kursi dewan, dan tujuan profit yang mengalir ke perusahaan, bukan ke pemegang token. Ini menciptakan tarik-menarik kepentingan: nilai mengalir ke pemegang saham, sementara token seringkali ditinggalkan. Hyperliquid sukses karena menghindari pendanaan ekuitas VC. Semua nilai ekonomi dialirkan ke protokol, bukan ke perusahaan. Token mereka dirancang untuk menangkap nilai melalui mekanisme seperti pembakaran token dan imbalan staking, mirip dengan saham tetapi tanpa melanggar hukum sekuritas. Struktur ideal untuk protokol yang sukses adalah: tidak ada pendanaan ekuitas, semua fee masuk ke protokol, nilai mengalir ke pemegang token, dan keputusan ekonomi diatur oleh DAO. Solusi akhirnya adalah menciptakan protokol yang sepenuhnya terdesentralisasi seperti Bitcoin atau Ethereum, tanpa perusahaan yang dapat diserang. Kesimpulannya, kegagalan token bukan karena pemasaran yang buruk, tetapi karena desain yang cacat. Investor harus berhenti mendanai proyek dengan model yang salah, dan mendukung inisiatif seperti MetaDAO yang menetapkan standar baru untuk struktur token. Masa depan industri ada di tangan investor yang bijak dalam mengalokasikan modal.

深潮12/11 10:24

Sisi Gelap Altcoin

深潮12/11 10:24

活动图片