Apakah Puncak Bitcoin Masih di Depan? Menguraikan Dampak Divergensi Ekuitas
Bitcoin (BTC) terus mengalami tekanan bearish dengan tren penurunan jangka pendek yang masih berlanjut. Meskipun sentimen pasar menunjukkan kemungkinan terbentuknya puncak lokal, hubungan Bitcoin dengan pasar ekuitas tradisional, seperti S&P 500 dan Nasdaq, justru mendukung narasi potensi kenaikan harga.
Secara historis, BTC dan indeks ekuitas AS memiliki korelasi kuat, sering kali mencapai puncak pasar dalam periode yang sama. Namun, sejak September 2025, pergerakan harga keduanya mengalami divergensi: Bitcoin turun sekitar 30%, sementara ekuitas tetap menunjukkan momentum bullish. Perbedaan ini menempatkan BTC dalam posisi underperform, yang berpeluang ditutup melalui apresiasi harga.
Tantangan utama Bitcoin adalah arus keluar likuiditas, termasuk penjualan ETF spot senilai $4,68 miliar sejak November. Meski demikian, harga BTC relatif stabil, hanya turun sekitar $2.900, didukung penyerapan tekanan jual dan peningkatan hashrate yang mencerminkan permintaan jaringan yang tetap kuat. Perilaku miner juga mendukung, dengan penambahan lebih dari 400 BTC ke cadangan mereka.
Namun, risiko downside tetap ada, terutama dengan keluarnya likuiditas stablecoin senilai $7 miliar, yang mencerminkan penurunan apetit risiko di pasar kripto. Secara keseluruhan, Bitcoin berpotensi melakukan pemulihan, meskipun tekanan jual dan penurunan likuiditas stablecoin menjadi penghalang signifikan.
ambcrypto01/27 19:04