TSMC dan Saham AI Korsel yang Memberi Kekayaan pada Generasi Orang Biasa Asia Timur Ini
Na Se-bin, programmer 24 tahun dari Korea Selatan, kehilangan kontrol atas kebiasaan konsumsinya setelah menginvestasikan seluruh tabungan sebesar $47.000 ke pasar saham sejak Januari, terinspirasi oleh demam AI global. Dia menggambarkan fluktuasi pasar yang ekstrem di mana ia bisa mendapat atau kehilangan gaji bulanan dalam sedetik. Kisahnya mencerminkan tren di Korea, Taiwan, dan Jepang, di mana ledakan AI mendorong kenaikan tajam saham perusahaan teknologi seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix.
Pasar saham Taiwan naik dua kali lipat dalam setahun, Korea tiga kali lipat, dan indeks Nikkei Jepang melonjak lebih dari 80%, jauh melampaui kinerja S&P 500. Kebutuhan akan perangkat keras AI—seperti chip dan semikonduktor dari perusahaan Asia—mendorong ekspor, laba perusahaan, dan kekayaan investor ritel.
Di Taiwan, TSMC menjadi motor utama, menyumbang lebih dari 41% indeks pasar saham dan memberikan gaji tinggi yang meningkatkan status sosial karyawannya. Di Korea, dominasi Samsung dan SK Hynix mendorong antusiasme investasi massal, termasuk di kalangan anak muda dan bahkan anak di bawah umur yang membuka akun trading. Kisah investor seperti Choi Sung-ho, guru sekolah yang portofolionya naik lima kali lipat, serta lonjakan penjualan barang mewah di Seoul, menggambarkan dampak kemakmuran ini.
Meskipun ada koreksi pasar baru-baru ini, optimisme tetap tinggi. Figur seperti Jensen Huang dari Nvidia mendorong narasi investasi lebih lanjut di kawasan ini. Gelombang AI telah menciptakan kekayaan yang cepat dan mengubah perilaku konsumsi serta prioritas karir bagi banyak orang muda Asia Timur, meskipun disertai dengan risiko volatilitas pasar yang signifikan.
Odaily星球日报06/22 07:50