‘Rekan Seangkatan’ CXMT, Nasib Fujian Jinhua Mengundang Haru
Setelah listing ChangXin Memory (CXMT), Cina akhirnya memiliki momen gemilang dalam chip memori. Pada tahun yang sama CXMT dimulai, ada satu perusahaan DRAM lain yang juga mendapat perhatian besar: Fujian Jinhua Integrated Circuit Co. (JHICC). Didirikan pada 2016, JHICC mendapat investasi miliaran yuan dan menargetkan produksi massal pada 2018.
Namun, jalan JHICC terhambat oleh tuntutan hukum dari Micron AS pada 2017, yang dituduh mencuri rahasia dagang melalui kemitraan teknologinya dengan UMC Taiwan. Pada Oktober 2018, pukulan berat datang: Departemen Perdagangan AS menempatkan JHICC dalam Entity List, menghentikan akses ke peralatan, perangkat lunak, dan dukungan teknis dari pemasok AS. UMC juga menangguhkan kerja sama, menghentikan perkembangan kritis JHICC.
Meski kasus hukum berakhir dengan penyelesaian dan JHICC dinyatakan tidak bersalah pada 2024, kerusakan sudah terjadi. Perusahaan kehilangan lima tahun lebih masa kritis, tertinggal dalam siklus boom industri. Sementara CXMT, dengan fokus pada pengembangan tim R&D dan portofolio IP (misalnya, melalui akuisisi paten Qimonda), serta didukung ekosistem rantai pasokan domestik yang lebih matang, akhirnya bisa meluncurkan produk dan berkembang, bahkan menghadapi tekanan geopolitik yang serupa.
Saat ini, JHICC telah kembali beroperasi dengan kapasitas produksi stabil dan rencana ekspansi. Kisahnya bukan sekadar kegagalan bisnis, tetapi pelajaran berharga bagi industri chip Cina tentang betapa kompleksnya tantangan dalam persaingan global semikonduktor — mulai dari hambatan IP, kerentanan rantai pasok, hingga tekanan geopolitik. JHICC mungkin bukan jawaban atas ambisi DRAM Cina, tetapi pengalamannya menjadi fondasi penting bagi kesuksesan perusahaan-perusahaan penerusnya.
marsbit28m yang lalu