# Artikel Terkait VC

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "VC", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Partner Pantera: VC Kripto Kembali ke Profesional dan Rasional, Di Mana Arah Investasi Berikutnya?

Artikel ini membahas analisis dari mitra Pantera Capital, Paul Veradittakit dan Franklin Bi, tentang kondisi terkini investasi crypto. Mereka mencatat bahwa meskipun total pendanaan mencapai rekor $34 miliar pada tahun ini, jumlah transaksi turun hampir setengahnya dibandingkan 2021-2022. Hal ini menandakan pergeseran menuju investasi yang lebih profesional dan rasional, dengan fokus pada proyek tahap akhir serta penekanan pada due diligence yang ketat. Pembahasan mencakup beberapa topik kunci: - **Exit Strategy**: Keberhasilan IPO Circle membuka jalan bagi keluar investasi yang jelas bagi VC. - **DATs (Digital Asset Treasuries)**: Alat investasi yang dikelola aktif ini dianggap sebagai tren yang bertahan, dengan fokus pada kemampuan eksekusi tim. - **Trend Investasi Masa Depan**: - *Tokenisasi*: Dipandang sebagai tren jangka panjang yang memungkinkan penciptaan produk keuangan baru. - *ZK-TLS (Zero-Knowledge TLS)*: Teknologi untuk memverifikasi data off-chain secara aman. - *Stablecoin*: Aplikasi andalan untuk pembayaran global. - *Pasar Prediksi*: Mekanisme baru untuk menemukan informasi secara demokratis. Para ahli juga berdebat dalam segmen "Bulls vs Bears" tentang saham Robinhood vs Coinbase, masa depan "blockchain pembayaran" khusus, dan apakah privasi adalah sektor yang layak investasi (dianggap sebagai fitur, bukan produk). Kesimpulannya, pasar crypto sedang matang, beralih dari spekulasi ke nilai fundamental, dengan peluang di infrastruktur yang memverifikasi data dunia nyata dan aplikasi konsumen yang inovatif.

marsbit12/19 07:46

Partner Pantera: VC Kripto Kembali ke Profesional dan Rasional, Di Mana Arah Investasi Berikutnya?

marsbit12/19 07:46

Laporan Riset Terbaru HTX Mengupas Ekosistem Perdagangan Pra-Pasar: Bagaimana Pasar Miliaran Dolar Membentuk Ulang Garis Start Aset Web3

HTX Research, departemen penelitian dari HTX (sebelumnya Huobi), merilis laporan berjudul "Ekosistem Perdagangan Aset Pra-Perdagangan: Evolusi Mekanisme, Struktur Pasar, dan Tren Masa Depan di Balik Skala Miliaran". Laporan ini menyoroti munculnya pasar "Tingkat 1.5" atau pra-pasar (pre-market) dalam ekosistem crypto, yang menjembatani pasar primer dan sekunder. Latar belakang kemunculannya adalah pengetatan pendanaan dan siklus penerbitan token yang lebih panjang. Proyek mempertahankan komunitas melalui poin, airdrop, dan akses tes, sementara pengguna berinvestasi waktu dan uang. Aktivitas ini mengubah "kontribusi awal" dan "ekspektasi masa depan" menjadi aset yang dapat diperdagangkan. Laporan mengidentifikasi tiga struktur aset utama dalam perdagangan pra-pasar: 1. **Nilai Token Masa Depan:** Diperdagangkan via OTC, spot, atau kontrak berkelanjutan (seperti futures) pra-peluncuran untuk penemuan harga. 2. **Sistem Poin:** Poin dari aktivitas pengguna yang dapat diperdagangkan secara OTC, mengukur ekspektasi imbalan airdrop. 3. **Hak yang Dapat Ditukar:** Seperti NFT atau whitelist yang mewakili akses awal atau alokasi token. HTX telah bereksperimen dengan produk ini, seperti meluncurkan kontrak berkelanjutan untuk WLFI sebelum tokennya resmi diperdagangkan. Pasar pra-perdagangan diperkirakan bernilai miliaran dolar, dengan volume untuk proyek top seperti WLFI dan Monad mencapai miliaran. Namun, tantangan seperti likuiditas terbatas, asimetri informasi, dan kurangnya standar tetap ada. Kesimpulannya, perdagangan pra-pasar adalah tren struktural yang merevolusi cara proyek diluncurkan, cara bursa menilai pencatatan, dan cara pengguna berpartisipasi dini, berpotensi menjadi lapisan pasar inti yang terinstitusionalisasi.

marsbit12/18 09:01

Laporan Riset Terbaru HTX Mengupas Ekosistem Perdagangan Pra-Pasar: Bagaimana Pasar Miliaran Dolar Membentuk Ulang Garis Start Aset Web3

marsbit12/18 09:01

VC "Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi yang Kejam

"VC Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi Kejam Sebagai mantan investor VC, penulis membahas pandangan tentang narasi "VC telah mati" yang beredar. Kesimpulan utamanya: 1. **Sebagian VC memang telah "mati"**: Banyak VC, terutama di Asia, mengalami kesulitan besar—ada yang tutup, bubar, atau berhenti berinvestasi. VC tier dua dan tiga di AS/Eropa juga mulai melambat, meski VC top masih tampak stabil. Hal ini merupakan efek tertunda dari bear market 2022, diperparah oleh siklus 4 tahun yang terputus, valuasi tinggi, dan persyaratan investasi yang lebih ketat dengan periode vesting panjang. 2. **VC secara keseluruhan tidak akan mati**: Industri tetap membutuhkan VC untuk mendanai ide, teknologi, dan proyek baru di tahap paling awal. Hampir semua proyek sukses (seperti Uniswap, Solana) memiliki dukungan VC. VC dan founder tetap menjadi penggerak utama inovasi. 3. **Industri sedang "membersihkan diri" (outclearing)**: VC, proyek, dan talenta kini menghadapi standar yang lebih tinggi, menuju model yang lebih matang seperti di Web2. * **VC**: Masuk fase "yang kuat semakin kuat" (stronger get stronger), dimana reputasi dan nilai tambah bagi founder menjadi pertahanan utama. * **Proyek**: Fokus beralih dari sekadar narasi ke memiliki pengguna dan pendapatan nyata sebelum TGE (seperti contoh Polymarket dan Hyperliquid). * **Talenta**: Industri ini masih menarik orang-orang terpintar secara global, tetapi persaingannya semakin ketat. Intinya: Meski tantangan berat, VC yang baik dan proyek berkualitas dengan founder kuat akan bertahan. Industri tidak mati, tetapi sedang melalui konsolidasi yang kejam menuju tahap pertumbuhan yang lebih sehat dan berkualitas. "Pesimis selalu benar, optimis selalu maju."

marsbit12/18 03:07

VC "Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi yang Kejam

marsbit12/18 03:07

活动图片