# Artikel Terkait Risiko

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Risiko", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Apa Saja Risiko Kepatuhan di Balik Pembayaran USDT di Versi Luar Negeri Ctrip?

Penggunaan USDT (stablecoin) sebagai metode pembayaran di Trip.com (versi luar negeri携程) menawarkan keuntungan seperti diskon dari selisih nilai tukar dan penghindaran biaya transaksi lintas batas. Namun, artikel ini memperingatkan risiko hukum yang signifikan bagi pengguna, terutama terkait regulasi valuta asing dan anti-pencucian uang di Tiongkok. Bagi yang menggunakan USDT untuk konsumsi pribadi (misalnya memesan hotel atau tiket pesawat), meskipun terlihat tidak berbahaya, kegiatan ini dapat dianggap sebagai pelanggaran aturan devisa karena dianggap sebagai bentuk pertukaran mata uang tidak langsung. Risiko terbesar adalah jika USDT yang digunakan berasal dari sumber ilegal (seperti pencucian uang atau penipuan), yang dapat mengakibatkan pembekuan rekening bank dan penyelidikan hukum. Jika seseorang membantu orang lain memesan dengan USDT dan mengambil keuntungan (misalnya melalui selisih kurs), kegiatan ini dapat diklasifikasikan sebagai kegiatan bisnis ilegal. Menurut hukum Tiongkok, hal ini dapat dikenakan tuduhan seperti "operasi ilegal" atau "pencucian uang", terutama jika melibatkan jumlah besar. Artikel ini menyarankan pengguna untuk hanya menggunakan USDT yang bersumber dari pertukaran terverifikasi, menjaga konsistensi antara nama akun pembayaran, pemesan, dan pengguna layanan, serta menyimpan bukti transaksi dan penggunaan yang jelas. Untuk menghindari risiko pidana, sangat disarankan untuk tidak terlibat dalam aktivitas "pemesanan atas nama orang lain" atau mencoba mengambil keuntungan dari arbitrase kurs.

深潮12/30 02:36

Apa Saja Risiko Kepatuhan di Balik Pembayaran USDT di Versi Luar Negeri Ctrip?

深潮12/30 02:36

Likuidasi Derivatif Capai $150 Miliar Sepanjang Tahun, Apa Artinya bagi Pasar?

Data CoinGlass menunjukkan bahwa pada tahun 2025, pasar derivatif cryptocurrency mengalami likuidasi paksa senilai $150 miliar. Meskipun tampak sebagai krisis, hal ini mencerminkan dinamika struktural pasar yang didominasi oleh derivatif, di mana likuidasi berfungsi sebagai "biaya periodik" atas penggunaan leverage. Dengan volume perdagangan derivatif tahunan mencapai $85,7 triliun, likuidasi hanyalah produk sampingan dari mekanisme penemuan harga yang didominasi oleh perdagangan perpetual swap dan basis. Lonjakan open interest (OI) yang mencapai rekor, posisi long yang padat, dan leverage tinggi pada aset altcoin kecil memicu likuidasi besar-besaran senilai lebih dari $190 miliar pada 10-11 Oktober, 85-90% di antaranya adalah posisi long. Inti dari volatilitas ini terletak pada mekanisme amplifikasi risiko. Dalam kondisi ekstrem, mekanisme Automatic Deleveraging (ADL) justru memperburuk situasi dengan memaksa pengurangan posisi short yang menguntungkan, menyebabkan strategi netral pasar gagal. Aset kecil mengalami penurunan 50-80%, menciptakan siklus vicious circle "likuidasi - penurunan harga - likuidasi kembali". Konsentrasi perdagangan di beberapa exchange besar (seperti Binance yang menguasai 62% volume) mempercepat penyebaran risiko, sementara tekanan pada infrastruktur seperti jembatan lintas chain dan on-ramp fiat memperlebar disparitas harga. Kesimpulannya, likuidasi $150 miliar bukanlah simbol kekacauan, melainkan catatan dari pengelolaan risiko di pasar derivatif. Peristiwa ini menyoroti keterbatasan struktural seperti ketergantungan pada sedikit exchange dan leverage tinggi, tanpa memicu reaksi berantai default. Ke depannya, diperlukan mekanisme yang lebih baik dan perdagangan yang lebih rasional untuk mencegah terulangnya krisis seperti ini.

marsbit12/29 23:18

Likuidasi Derivatif Capai $150 Miliar Sepanjang Tahun, Apa Artinya bagi Pasar?

marsbit12/29 23:18

活动图片