# Artikel Terkait Tata Kelola

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tata Kelola", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Mengapa Semakin Pintar AI Menjawab, Semakin Penting Manusia untuk Berpikir Mendalam? Universitas Fudan Merilis Buku Biru Pengembangan Kecerdasan Humaniora dan Ilmu Sosial 2026

Dengan kemampuan AI yang semakin maju, kemampuan manusia untuk berpikir mendalam justru menjadi semakin kritis. Laporan Buku Biru Perkembangan Kecerdasan Humaniora dan Ilmu Sosial 2026 yang dirilis oleh Universitas Fudan mengangkat tema "Menemukan Kembali Nilai Pemikiran Mendalam". Laporan ini menekankan bahwa hubungan antara AI dan humaniora sedang bergeser dari "pemberdayaan satu arah" menuju "integrasi dua arah". AI mengubah cara penelitian dilakukan, sementara humaniora harus menentukan tujuan, penerapan, dan batasan penggunaan AI. Meskipun AI dapat membantu dalam analisis data, penulisan, dan bahkan pengambilan keputusan, tanggung jawab untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, menilai validitas bukti, menafsirkan mekanisme yang mendasari, serta membuat pertimbangan nilai dan etika tetap berada di tangan manusia. Risiko muncul ketika AI menyederhanakan masalah kompleks menjadi format yang mudah diproses, berpotensi mengabaikan nuansa dan konteks sosial. Dalam penelitian, kecepatan generasi AI tidak sama dengan kemajuan pengetahuan. Penting untuk mempertahankan rantai bukti yang jelas, memastikan proses yang dapat dilacak, dan menjaga peran manusia dalam pengawasan kritis. Dalam tata kelola, transparansi, akuntabilitas, dan mekanisme intervensi manusia yang efektif sangat penting, terutama dalam sistem yang memengaruhi hak-hak publik. Pemikiran mendalam perlu diwujudkan dalam proses penelitian, prosedur tata kelola, dan desain sistem. Kerangka seperti STRIDES dirancang untuk mengintegrasikan pemeriksaan manusia dalam alur kerja penelitian yang melibatkan AI. Tata kelola AI harus mencakup seluruh siklus hidup sistem, dari penilaian risiko hingga mekanisme banding. Humaniora berkontribusi dengan mengonversikan konflik nilai menjadi analisis yang dapat ditimbang, mengukur konsekuensi sosial, dan menyediakan kerangka pengetahuan untuk memberikan arah bagi pengembangan teknologi. Membangun infrastruktur yang kuat untuk integrasi AI dan humaniora memerlukan lebih dari sekadar proyek-percontohan; diperlukan pengembangan data, alat, norma, talenta, dan mekanisme kolaborasi yang berkelanjutan. Kesimpulannya, di era di mana AI semakin mahir memberikan jawaban, peran manusia yang paling penting adalah menentukan pertanyaan apa yang harus diajukan, menilai jawaban yang diberikan, dan memastikan bahwa kemajuan teknologi selaras dengan nilai-nilai dan tanggung jawab manusia.

marsbit07/14 06:15

Mengapa Semakin Pintar AI Menjawab, Semakin Penting Manusia untuk Berpikir Mendalam? Universitas Fudan Merilis Buku Biru Pengembangan Kecerdasan Humaniora dan Ilmu Sosial 2026

marsbit07/14 06:15

DistributeX Mengumumkan Peta Jalan Ekosistem DX Coin, Memajukan Persiapan Peluncuran On-Chain

Komunitas DistributeX terus berkembang dan ekosistem semakin matang. DistributeX telah merilis Peta Jalan Ekosistem DX Coin, menguraikan persiapan menyeluruh menjelang peluncuran on-chain token DX. Peta jalan ini mencakup tata kelola komunitas, persiapan teknis, penerapan blockchain, dan perluasan ekosistem. Sebelum penerapan on-chain, fokusnya adalah pada membangun konsensus komunitas dan persiapan teknis. Platform akan meluncurkan pemungutan suara komunitas untuk memilih logo resmi DX Coin dan menentukan strategi penerapan blockchain. Fitur pendukung seperti pengikatan alamat dompet on-chain, verifikasi identitas komunitas, dan pelacakan kontribusi juga akan diperkenalkan untuk mempersiapkan sinkronisasi data, hadiah komunitas, dan operasi di masa depan. DistributeX juga akan menerbitkan Whitepaper Tokenomics DX Coin yang merinci mekanisme penerbitan token, model tata kelola komunitas, dan rencana pengembangan jangka panjang. Snapshot akun komunitas yang memenuhi syarat akan dilakukan sebagai dasar alokasi aset dan insentif ekosistem di masa depan. Setelah persiapan selesai, DX Coin akan memasuki fase penerapan blockchain, termasuk penyebaran kontrak pintar, audit keamanan, airdrop komunitas, pengembangan likuiditas di bursa terdesentralisasi, dan kemitraan ekosistem. Selanjutnya, utilitas DX Coin akan diperluas ke interoperabilitas lintas rantai, tata kelola komunitas terdesentralisasi, hak dan manfaat digital, program insentif on-chain, layanan staking, dan aplikasi Web3 lainnya. Peta Jalan Ekosistem ini memberikan visibilitas yang lebih jelas mengenai rencana pra-peluncuran dan tujuan pengembangan DistributeX, memperkuat kerangka tata kelola, infrastruktur teknis, dan kemampuan ekosistem DX Coin untuk fondasi yang solid menuju peluncuran on-chain resmi dan ekspansi jangka panjang.

TheNewsCrypto07/13 15:05

DistributeX Mengumumkan Peta Jalan Ekosistem DX Coin, Memajukan Persiapan Peluncuran On-Chain

TheNewsCrypto07/13 15:05

Saham Ter-Tokenisasi Sedang Membongkar Bisnis Pendanaan One-Stop VC

Diterbitkan pada 2 Juli 2026, artikel ini membahas bagaimana tokenisasi ekuitas (saham yang direpresentasikan sebagai token di blockchain) berpotensi mendisrupsi model bisnis tradisional modal ventura (VC). Artikel dimulai dengan contoh Securitize, perusahaan infrastruktur tokenisasi aset yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek New York (NYSE) dan secara bersamaan menerbitkannya sebagai token di jaringan Solana dan Avalanche pada hari yang sama. Ini bukan produk turunan, melainkan kepemilikan saham langsung yang tercatat di blockchain. Kasus ini memunculkan pertanyaan: jika perusahaan publik bisa melakukannya, mengapa startup swasta tidak bisa menerbitkan saham ter-tokenisasi sejak tahap pendanaan Seri A? Penulis kemudian menganalisis bahwa pendanaan VC tradisional melalui Term Sheet pada dasarnya adalah paket layanan terikat (*bundled service*) yang mencakup: (1) modal, (2) penilaian harga/valuasi, (3) legitimasi atau *curation*, (4) jaringan dan sumber daya, (5) komitmen investasi lanjutan, dan (6) tata kelola perusahaan. Tokenisasi ekuitas memungkinkan pemisahan (*unbundling*) paket layanan terikat ini. Dengan saham yang dapat diperdagangkan dan dinilai secara terus-menerus di pasar sekunder yang likuid: * **Modal dan Valuasi** bisa diserahkan kepada mekanisme pasar. * **Legitimasi dan Jaringan** masih bisa diberikan oleh investor anchor, namun tidak harus dari firma VC besar. * **Layanan Operasional** seperti manajemen cap table, pelaksanaan *vesting*, dan tata kelola dapat ditangani oleh penyedia layanan khusus (seperti Fairmint, Pulley, Coinbase via akuisisi LiquiFi & Echo). * **Likuiditas Sekunder** membuka opsi exit lebih awal bagi karyawan dan investor awal. Namun, penulis menekankan bahwa **penilaian kualitas (*judgment*) dan pemberian legitimasi** berdasarkan reputasi—seperti meyakinkan investor berikutnya atau merekrut talenta kunci—tetap akan menjadi domain VC yang sulit digantikan oleh teknologi. Proses yang standar akan terotomatisasi, tetapi penilaian subjektif atas kualitas sebuah bisnis tetap membutuhkan manusia. Analogi yang diberikan adalah industri musik: platform streaming mendemokratisasi distribusi, tetapi label rekaman tetap berperan dalam *A&R* (menemukan dan mengembangkan artis). Demikian pula, VC akan berevolusi, fokus pada nilai yang tidak dapat dengan mudah ditokenisasi. Kesimpulannya, tokenisasi ekuitas memberi founder kebebasan baru untuk memilih dan menyusun (*mix-and-match*) layanan yang mereka butuhkan, alih-alih bergantung pada satu paket lengkap dari satu firma VC. Era dimana Term Sheet adalah satu-satunya pintu untuk semua kebutuhan startup perlahan akan berubah.

Foresight News07/13 07:22

Saham Ter-Tokenisasi Sedang Membongkar Bisnis Pendanaan One-Stop VC

Foresight News07/13 07:22

Yayasan Ethereum Mungkin Akan Berevolusi Menjadi "Maskot"? Organisasi yang Beragam Sedang Memangkas Fungsinya

Yayasan Ethereum Foundation (EF) baru saja membubarkan tim dukungan protokolnya secara resmi, menandai salah satu perubahan organisasi terbesar dengan setidaknya 8 orang senior yang telah mengundurkan diri tahun ini. Restrukturisasi internal ini, yang disebut-sebut sebagai "pembersihan" besar-besaran, bertujuan menciptakan struktur yang lebih ramping namun memicu gelombang keluarnya talenta kunci. Mantan anggota EF kini mendirikan organisasi independen seperti Ethlabs dan Ethereum Institutional, yang masing-masing berfokus pada pengembangan teknologi inti dan adopsi institusional. Hal ini menunjukkan pergeseran fungsi-fungsi penting dari EF yang sentralistik ke entitas yang lebih terspesialisasi dan terdesentralisasi dalam ekosistem. Di sisi lain, tim keamanan EF mulai memanfaatkan agen AI untuk pengujian keamanan yang lebih luas, berhasil menemukan kerentanan nyata. Meski diklaim belum menggantikan peran peneliti manusia, kemajuan teknologi AI berpotensi mengubah lebih lanjut struktur dan kebutuhan tenaga kerja di EF. Dengan harga ETH yang stagnan dan kritik internal terhadap tata kelola EF, masa depan yayasan ini dipertanyakan. Pendiri Vitalik Buterin sendiri telah menyuarakan visi untuk EF yang lebih kecil dan berfokus jangka panjang. Analisis menunjukkan EF mungkin berevolusi dari pemimpin pusat menjadi lebih seperti "maskot" atau koordinator simbolis, sementara organisasi lain yang lebih gesit mengambil alih peran operasional dan penggerak inovasi dalam ekosistem Ethereum yang semakin matang dan kompleks.

marsbit07/12 05:33

Yayasan Ethereum Mungkin Akan Berevolusi Menjadi "Maskot"? Organisasi yang Beragam Sedang Memangkas Fungsinya

marsbit07/12 05:33

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Yayasan Ethereum (EF) menghadapi masa transformasi dan tantangan besar. Baru-baru ini, tim dukungan protokol EF secara resmi dibubarkan, menyusul pengunduran diri setidaknya 8 staf senior tahun ini, termasuk direktur eksekutif bersama Aya Wang. Restrukturisasi internal ini, yang disebut sebagai PHK terbesar sejak EF berdiri, memangkas 20% anggotanya. Perubahan organisasi ini bertepatan dengan munculnya lembaga independen baru seperti Ethlabs dan Ethereum Institutional, yang didirikan oleh mantan anggota EF. Lembaga-lembaga ini bertujuan mengambil alih beberapa fungsi EF, seperti penelitian, pengembangan, dan adopsi kelembagaan, menandai pergeseran menuju ekosistem Ethereum yang lebih terdesentralisasi. Sementara itu, tim keamanan EF mulai menggunakan agen AI untuk menguji dan menemukan kerentanan dalam protokol Ethereum, menunjukkan evolusi dalam metode keamanan, meskipun AI belum sepenuhnya menggantikan peran peneliti manusia. Tonggak transformasi ini memunculkan pertanyaan tentang peran masa depan EF. Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, sebelumnya menyatakan bahwa EF seharusnya tidak menjadi pusat ekosistem dan beralih ke pendekatan yang lebih kecil dan berjangka panjang. Dengan ETH yang kesulitan menembus level harga tertentu, banyak yang mempertanyakan kemampuan EF dalam memimpin pertumbuhan ekosistem ke depan. Beberapa pengamat berspekulasi bahwa peran EF mungkin akan berkurang menjadi simbol atau "maskot" bagi ekosistem, sementara organisasi baru yang lebih gesit memimpin inovasi dan adopsi skala besar.

Odaily星球日报07/10 08:38

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Odaily星球日报07/10 08:38

8 DEX Teratas di Juli 2026

Menurut CoinGecko, ada sekitar 909 bursa terdesentralisasi (DEX) di dunia kripto dengan volume perdagangan total sekitar $5,47 miliar. DEX menggunakan kontrak pintar untuk memungkinkan perdagangan aset kripto tanpa perantara, menawarkan privasi dan kontrol aset yang lebih baik kepada pengguna. Berikut adalah 8 DEX teratas pada Juli 2026: 1. **Shadow Exchange**: Bursa di jaringan Sonic yang fokus pada likuiditas terkonsentrasi untuk perdagangan efisien dengan slippage rendah. 2. **Uniswap**: Protokol terdesentralisasi pionir dengan model Automated Market Maker (AMM), beroperasi di banyak blockchain termasuk Ethereum. 3. **SushiSwap**: Platform DeFi yang berkembang dari fork Uniswap, menawarkan pertukaran token, yield farming, dan beroperasi di 40+ jaringan. 4. **Orca**: AMM yang ramah pengguna di blockchain Solana, menawarkan model likuiditas terkonsentrasi "Whirlpools" untuk efisiensi modal. 5. **Meteora**: DEX di Solana yang berfokus pada infrastruktur likuiditas yang aman dan berkelanjutan melalui vault dinamis dan pool DLMM. 6. **Raydium**: Bursa hibrida di Solana yang menggabungkan pool likuiditas AMM dengan buku pesanan terpusat untuk likuiditas yang dalam. 7. **Hyperliquid**: L1 blockchain dengan bursa perpetual futures terdesentralisasi non-kustodial yang menggunakan model order book (CLOB). 8. **PancakeSwap**: Bursa AMM multi-rantai yang dimulai di BNB Chain, kini telah berekspansi ke banyak jaringan dengan likuiditas yang dalam. DEX telah berkembang melampaui sekadar pertukaran token sederhana, menawarkan derivatif, interoperabilitas lintas rantai, dan akses ke aset tradisional. Pengguna disarankan untuk selalu melakukan penelitian sendiri sebelum menggunakan platform mana pun.

ambcrypto07/10 06:30

8 DEX Teratas di Juli 2026

ambcrypto07/10 06:30

活动图片