# Artikel Terkait Bank Sentral

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Bank Sentral", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

Mantan Ketua Federal Reserve AS Alan Greenspan meninggal pada usia 100 tahun karena komplikasi penyakit Parkinson. Ia memimpin bank sentral AS selama hampir 19 tahun (1987-2006), melintasi empat presiden. Greenspan awalnya dipuji sebagai "nakhoda krisis" karena respons cepatnya terhadap peristiwa seperti 'Black Monday' 1987, krisis Asia, dan serangan 9/11. Kebijakan suku bunga rendah dan dukungan likuiditasnya menciptakan ekspektasi pasar yang dikenal sebagai "Greenspan Put"—keyakinan bahwa Fed akan bertindak untuk menopang pasar. Filosofi pasar bebas dan kepercayaannya pada inovasi keuangan selaras dengan optimisme era 1990-an, di mana ia dijuluki "Maestro". Namun, warisannya diperdebatkan setelah Krisis Keuangan 2008. Para kritikus berpendapat bahwa suku bunga rendah yang berkepanjangan dan pengawasan regulasi yang longgar turut berkontribusi pada gelembung perumahan dan krisis keuangan. Greenspan sendiri mengakui kelemahan dalam menilai kemampuan swa-regulasi pasar, tetapi membela keputusan masa jabatannya dengan menyatakan sulitnya mengidentifikasi gelembung aset secara tepat waktu. Warisan Greenspan tetap kompleks: ia dipandang sebagai penjaga stabilitas dan kemakmuran di satu sisi, dan sebagai simbol era deregulasi yang berisiko di sisi lain. Kematiannya mengingatkan kembali pada pertanyaan mendalam tentang peran bank sentral dalam menstabilkan pasar versus mendorong akumulasi risiko.

marsbit06/22 13:24

Sang "Sopir Kemudi Krisis" Pasar Finansial Wafat, Mengenang Karier Alan Greenspan di Fed

marsbit06/22 13:24

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

Dalam konteks krisis utang AS dan lingkungan suku bunga tinggi, emas berperan sebagai "asuransi finansial" untuk menjaga nilai portofolio. Harga emas telah naik signifikan, mencapai rekor tertinggi US$5.589 per ons pada Januari 2026, didorong oleh lima kekuatan utama: kekhawatiran fiskal AS yang tidak berkelanjutan, tren de-dolarisasi yang dipicu pembekuan aset bank sentral Rusia, ketegangan geopolitik di Timur Tengah (seperti penutupan Selat Hormuz), lonjakan permintaan investasi, dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve di bawah ketua baru, Kevin Warsh. Emas memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga riil dan dolar AS. Bank sentral global, termasuk China (yang menambah cadangan selama 18 bulan berturut-turut), terus membeli emas dalam jumlah besar, menciptakan permintaan struktural baru. Investor dapat mendapatkan eksposur melalui kepemilikan fisik, ETF emas seperti GLD dan IAU (biaya rendah), atau ETF pertambangan emas seperti GDX yang menawarkan leverage namun berisiko lebih tinggi. Namun, emas juga menghadapi risiko jika suku bunga riil naik tajam, dolar menguat, ketegangan geopolitik mereda, atau terjadi tekanan jual di pasar. Dalam portofolio, alokasi 5-10% dianggap wajar sebagai lindung nilai. Perkembangan kunci yang perlu dipantau meliputi pergerakan suku bunga riil AS, perundingan AS-Iran mengenai Selat Hormuz, data pembelian bank sentral, dan sinyal kebijakan Fed. Logika mendasar untuk memegang emas sebagai diversifikasi tetap kuat di tengah ketidakpastian fiskal dan geopolitik saat ini.

marsbit06/05 09:21

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

marsbit06/05 09:21

Emas Kembali ke US$4800, Di Mana Puncaknya Tahun Ini?

Emas kembali ke level US$ 4800, memicu pertanyaan tentang batas atas harga tahun ini. Artikel ini menganalisis prospek emas melalui berbagai perspektif: **Pasar Prediksi:** Platform Polymarket menunjukkan keyakinan kuat, dengan probabilitas 46% emas mencapai di atas $$ 6000 pada akhir tahun, dan bahkan 25% untuk level $$ 7000. **Pembeli Institusional:** Bank sentral global, khususnya China (tambah cadangan 17 bulan berturut-turut), terus menambah pembelian emas, menciptakan permintaan yang stabil. Lembaga seperti Goldman Sachs dan UBS memproyeksikan harga $$ 5400 - $$ 5900. **Pembeli Kripto:** Penerbit stablecoin Tether kini menjadi salah satu pemegang emas top 30 global dengan sekitar 148 ton, mendukung stabilitas asetnya. **Pembeli Ritel:** Meski volatilitas tinggi menyebabkan beberapa investor terperangkap di harga tinggi, hal ini justru mengurangi tekanan jual. Minat kuat dari investor Asia, terutama China, tetap menjadi pendorong. **Pandangan Analis:** UBS, meski menyesuaikan proyeksi jangka pendek menjadi $$ 5200 untuk akhir Juni, tetap optimis emas akan capai rekor baru tahun ini, melihat koreksi sebagai peluang beli. Analisis inti menyoroti emas sebagai penantang utama Dollar AS dalam sistem moneter global yang didorong oleh proses "de-dolarisasi". **Kesimpulan:** Gabungan dari permintaan bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan pelemahan Dollar diperkirakan akan mendorong emas lebih tinggi pada 2024, dengan batas atas tahunan yang wajar di kisaran $$ 5400 - $$ 6000 dan potensi mencapai $$ 6200 - $$ 6400 dalam skenario optimis.

Odaily星球日报04/09 10:46

Emas Kembali ke US$4800, Di Mana Puncaknya Tahun Ini?

Odaily星球日报04/09 10:46

活动图片