Berteriak Beli, Mengapa Goldman Sachs Masih Optimis Terhadap Samsung dan SK Hynix?
Meskipun saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 23% dan 35% dalam sebulan terakhir, Goldman Sachs (GS) tetap mempertahankan rating *beli*. Laporan GS berargumen bahwa kenaikan harga HBM pada 2027, perluasan perjanjian pasokan jangka panjang (LTA), dan tingkat inventaris pemasok yang rendah berpotensi mengurangi volatilitas laba dalam siklus memori saat ini, serta meningkatkan visibilitas pendapatan dan keuntungan masa depan.
Logika ini belum sepenuhnya diterima pasar. Investor khawatir dengan ekspektasi pelemahan harga memori, ketidaktransparanan klausul LTA, naiknya inventaris modul, peningkatan pasokan dari China, dan potensi kelebihan produksi. Laba operasi Hynix kuartal II yang di bawah ekspektasi juga memperkuat keraguan terhadap keberlanjutan profitabilitas.
Respons GS dapat diringkas dalam tiga poin:
1. **HBM 2027 dan Premium Harga:** GS memproyeksikan harga rata-rata campuran HBM Samsung dan Hynix mendekati $2.9/Gb pada 2027, naik signifikan. Kenaikan didorong ketatnya pasokan-demand untuk AI server, meningkatnya kompleksitas manufaktur HBM generasi baru, dan kebutuhan untuk kembali membangun premium harga terhadap DRAM konvensional yang harganya diperkirakan sudah melampaui HBM pada 2026.
2. **Stabilitas melalui LTA:** Perjanjian jangka panjang 3-5 tahun dengan klien utama (menutupi 60-70% kapasitas target Samsung, misalnya) dengan klausul seperti harga tetap/interval, *floor price*, *take-or-pay*, dan pembayaran di muka, diharapkan dapat mendistribusikan risiko dan mengurangi volatilitas siklus dibanding pola pembelian spot di masa lalu.
3. **Inventaris Rendah & Dukungan Demand SSD Perusahaan:** Inventaris pemasok DRAM/NAND diperkirakan hanya 2-4 minggu (di bawah normal 4-5 minggu), memberikan *buffer*. Di sisi NAND, demand untuk SSD perusahaan (*enterprise*) yang terkait AI diperkirakan tumbuh kuat (66% pada 2026E), berpotensi mengimbangi kelemahan di elektronik konsumen. Model pasokan-permintaan GS untuk 2027 menunjukkan defisit untuk DRAM, NAND, dan terutama HBM.
GS juga menyoroti bahwa ekspansi oleh CXMT (ChangXin Memory Technologies) diperkirakan belum cukup secara teknologi (tertinggal 2-3 generasi dalam node, tantangan di HBM) untuk mengubah lanskap pasokan global dalam jangka pendek-menengah.
Risiko tetap ada jika permintaan AI server melambat, klausul LTA tidak seketat asumsi, atau ekspansi kapasitas berlebihan. Inti pandangan *bullish* GS adalah kombinasi dari ketiga faktor kunci di atas yang diharapkan membuat siklus ini lebih stabil. Validasi selanjutnya bergantung pada pertumbuhan order AI server, realisasi klausul LTA, dan disiplin dalam ekspansi kapasitas baru.
marsbitKemarin 04:13