Volume Hyperliquid Meningkat di Akhir Pekan Saat Trader Bertaruh pada Komoditas di Tengah Konflik AS-Iran
Menurut laporan, volume perdagangan di Hyperliquid melonjak pada akhir pekan, karena platform ini menjadi tempat untuk memperdagangkan aset komoditas dan kelas aset tradisional lainnya. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran memicu tekanan jual di pasar crypto, termasuk Bitcoin.
Namun, pasar berjangka perpetual untuk komoditas seperti minyak, emas, dan perak di Hyperliquid justru mengalami aksi harga dan volume yang signifikan. Harga minyak naik lebih dari 5% setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, yang mengangkut 20% pasokan minyak dunia. Perak memimpin volume perdagangan dengan lebih dari $227 juta, diikuti emas sekitar $173 juta, karena trader mencari lindung nilai risiko perang.
Aktivitas ini memicu kembali percakapan tentang perdagangan 24/7 untuk semua kelas aset. Harga token native Hyperliquid, HYPE, juga meroket hampir 20% menyusul lonjakan volume ini.
bitcoinist03/01 20:03