Mengapa Semua Aset Naik Kecuali Pasar Crypto?
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar aset digital, khususnya Bitcoin, menunjukkan kinerja yang lesu sementara aset lain seperti emas, perak, dan saham AS serta Tiongkok mengalami kenaikan signifikan. Bitcoin, setelah mencapai rekor baru, justru terkoreksi dan berfluktuasi di bawah $100.000 selama lebih dari tiga bulan. Fenomena ini memunculkan istilah "ABC" (Anything But Crypto) di kalangan investor.
Beberapa faktor penyebab lemahnya Bitcoin meliputi: perannya sebagai indikator utama aset berisiko global yang merespons likuiditas, pengaruh pengencangan kebijakan moneter oleh Fed dan Bank Jepang, serta ketidakpastian geopolitik yang meningkat di bawah pemerintahan Trump.
Sementara itu, kenaikan aset lain didorong oleh kebijakan sovereign dan industri, seperti pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral global serta dukungan pemerintah AS dan Tiongkok pada sektor teknologi dan pertahanan.
Secara historis, Bitcoin telah empat kali mengalami oversold relatif terhadap emas (2015, 2018, 2022, 2025), dan setiap kali diikuti oleh pemulihan kuat. Meski pasar lain tampak menarik, investor perlu waspada terhadap potensi gelembung di saham teknologi AI dan kondisi likuiditas yang mengetat.
Kinerja Bitcoin yang stagnan bukanlah kegagalan, melainkan peringatan atas risiko sistemik yang lebih besar dan persiapan untuk perubahan naratif di masa depan.
marsbit01/21 01:09