2026-06-19 Jumat

Berita Kripto - Halaman 240

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Saham AS Mencatat Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Pasar Tidak Takut dengan Perang?

Tanggal 15 April, indeks S&P 500 menutup pada level 7.022,95 poin, mencetak rekor tertinggi baru hanya dalam 11 hari perdagangan setelah mengalami koreksi 10% akibat perang AS-Iran. Pemulihan secepat ini sangat tidak biasa dalam sejarah pasar saham AS, bahkan dibandingkan dengan krisis lain seperti COVID-19 (103 hari) atau Perang Teluk (87 hari). Pasar bereaksi sangat cepat karena koreksi ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik, bukan fundamental ekonomi. Ketika ada kabar gencatan senjata, ketidakpastian itu langsung hilang tanpa menunggu laporan kuartalan. Indeks ketakutan (VIX) bahkan turun di bawah level sebelum perang, menunjukkan bahwa pasar sudah menganggap perang sebagai "risiko yang dapat dikalkulasi". Yang menarik, lembaga kebesar seperti JP Morgan justru mencetak rekor pendapatan trading berkat volatilitas dari perang ini. Lembaga hedge fund juga beralih dari posisi short ke long, dengan leverage yang mencapai rekor tertinggi. Ini menunjukkan bahwa bagi pasar keuangan modern, gejolak geopolitik bukan lagi ancaman, tetapi peluang untuk mengambil keuntungan dari volatilitas. Namun, kondisi ini juga rapuh. Pasar saat ini sedang memprediksi skenario paling optimis: gencatan senjata diperpanjang, perundingan nuklir Iran berjalan lancar, dan harga minyak turun. Jika salah satu asumsi ini gagal, leverage yang tinggi bisa memperburuk koreksi. Level 7.000 poin adalah harga yang hanya masuk akal dalam skenario terbaik.

marsbit04/16 07:15

Saham AS Mencatat Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Pasar Tidak Takut dengan Perang?

marsbit04/16 07:15

Dari "Sepatu Sakti Silicon Valley" hingga "Kekuatan Komputasi GPU": Absurditas dan Logika di Balik Pergantian Nama Allbirds Menjadi NewBird AI

Dari Sepatu 'Silicon Valley' ke Kekuatan GPU: Transformasi Absurd Allbirds Menjadi NewBird AI Produsen sepatu wol Allbirds, yang pernah menjadi ikon di Silicon Valley, melakukan perubahan radikal. Pada 15 April, mereka menjual bisnis alas kakinya seharga $39 juta (hanya 1% dari valuasi puncaknya) dan mengumumkan transformasi menjadi perusahaan penyedia layanan komputasi AI bernama "NewBird AI". Pengumuman ini menyebabkan sahamnya melonjak 582%. Allbirds, yang terkenal berkat sepatu lari wolnya yang nyaman dan ramah lingkungan, mengalami penurunan drastis setelah IPO 2021. Ekspansi yang agresif dan upaya menarik generasi Z justru berujung pada kerugian $77,3 juta pada 2025 dan penutupan semua toko. Kini, dengan uang hasil penjualan dan statusnya sebagai perusahaan terbuka, NewBird AI berencana masuk ke bisnis penyewaan GPU dengan dana $50 juta dari investor yang tidak diungkapkan. Namun, langkah ini dianggap sangat ambisius mengingat besarnya modal yang dibutuhkan untuk bersaing dengan raksasa komputasi awan dan ketatnya pasokan GPU. Analis membandingkan langkah ini dengan fenomena "blockchain" tahun 2017, di mana perusahaan yang sedang bermasalah mengadopsi narasi trendi untuk mendongkrak saham. Meskipun permintaan komputasi AI nyata, kemampuan NewBird AI yang tidak memiliki pengalaman di bidang ini untuk memenuhinya dipertanyakan. Kenaikan saham yang dramatis terjadi sebelum RUPS dan tanpa catatan operasional AI, menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang paling diuntungkan dari "transformasi" ini.

marsbit04/16 04:55

Dari "Sepatu Sakti Silicon Valley" hingga "Kekuatan Komputasi GPU": Absurditas dan Logika di Balik Pergantian Nama Allbirds Menjadi NewBird AI

marsbit04/16 04:55

活动图片