从发行商到基础设施所有者:Circle 的 Arc 战略与 GENIUS 法案的致命空白

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-05-27Terakhir diperbarui pada 2026-05-27

Abstrak

Circle为其自有Layer-1区块链Arc完成2.22亿美元融资,此举标志其从单纯的稳定币发行商转变为同时控制底层结算网络的基础设施所有者。这引发了潜在的利益冲突:传统金融严格区分发行与结算,以确保基础设施的中立性,而Circle同时控制USDC和其运行的Arc网络,可能获得对交易排序、费用和规则的不公平影响力。 文章指出,2025年通过的GENIUS法案专注于稳定币本身的储备和披露要求,但未预见并规范“发行商运营结算网络”这一市场结构问题,留下了监管空白。Arc的投资方包括BlackRock、Apollo等传统金融基础设施巨头,表明其目标是成为核心金融管道。 作者认为,Circle的垂直整合策略在商业上合乎逻辑,旨在获取更持久的利润,但这正是监管需要介入的原因。监管应借鉴传统金融市场基础设施的规则,为Arc这类网络设立可证明的中立性、公平费用和治理分离等义务。目前Arc尚处主网上线前阶段,是制定规则、预防结构性冲突成本最低的时机,一旦其承载大量真实价值,再调整将异常困难。

撰文:Zennon Kapron

编译:AididiaoJP,Foresight News

Circle 为其自有 Layer-1 区块链 Arc 融资 2.22 亿美元。一家稳定币发行商同时拥有其 USDC 结算所依赖的基础设施,这正是 GENIUS 法案从未解决的利益冲突。

过去两年,Circle 一直把自己塑造成负责任的稳定币发行商——它主动寻求监管、欢迎规则,更愿意做一家枯燥但 全额储备的美元发行方,而不是加密投机项目。这种定位在 Circle 仅仅作为发行商时是合理的。但现在,公司正在转向一个全新的角色,这个角色重新激活了金融监管通常极力避免的利益冲突。

Arc 把发行商变成了基础设施所有者

2026 年 5 月 11 日,Circle 宣布已为其自有 Layer-1 区块链 Arc 完成 2.22 亿美元的代币预售,网络完全稀释估值约 30 亿美元。领投方为 Andreessen Horowitz(a16z),BlackRock、Apollo 以及纽约证券交易所母公司 Intercontinental Exchange 等机构参与投资。一家上市公司进行代币预售本身已是首次,而融资规模也显示出 Circle 对该项目的重视程度。

Arc 是 Circle 的核心押注。该项目于 2025 年推出,定位为原生稳定币公链,USDC 将作为支付交易费用的原生资产。目前已完成公开测试网。Circle 首席执行官表示,公司正在探索发行原生 Arc 代币,并转向权益证明(PoS)验证机制。

Circle 不再满足于发行美元,它想要拥有美元运行所在的区块链,而不是让自己的美元在其他公司控制的基础设施上流动。

为什么发行商拥有「铁轨」是个问题?

传统金融严格将金融工具的发行方与清算、结算基础设施分开。清算系统必须对所有参与者的交易保持中立、公平排序,并对发行商及其竞争对手适用完全相同的规则。

当发行商同时拥有结算层时,这种中立性就只剩下一纸承诺,没有任何结构能强制执行。Arc 让 Circle 掌握了其产品竞争所在网络的交易排序、验证和规则制定权。

如果竞争对手的稳定币想在 Arc 上结算,就必须在自己直接竞争对手拥有的基础设施上运行。Circle 可以设置费用、优先交易、定义技术标准、调整网络规则,以有利于 USDC,而且拥有链本身并不强制它保持克制。

这里的问题不是预测 Circle 会滥用权力,而是这种权力本身就不应该被赋予一家稳定币发行商,因为它创造的诱惑是结构性且永久存在的。

GENIUS 法案只管「币」,没管「铁轨」

这就是法律的空白。2025 年 7 月签署的 GENIUS 法案旨在让稳定币作为支付工具变得安全。它详细规定了支付稳定币必须持有的储备、披露要求、发行商监督机制以及持有人保护措施。作为发行商监管法案,它在自身框架内是细致且谨慎的。

但在市场结构层面,它几乎完全沉默。起草者专注于「币」本身——美元代币是否真的值一美元、是否真正可赎回。他们没有考虑发行商同时拥有并运营其底层的结算网络,因为 2025 年还没有哪家主要发行商这么做。

Circle 现在走进了法律留下的空白地带。GENIUS 法案管的是用户钱包里的美元,却对一家同时拥有钱包、铁轨和美元的公司只字未提。

机构投资者的背书揭示了 Arc 的真正目的

看看 Arc 融资的投资方名单:BlackRock 是全球最大资产管理公司,也是 USDC 储备的管理方;Apollo 是大型私人信贷公司;Intercontinental Exchange 拥有纽约证券交易所。这些机构本身就是市场基础设施的建造者和运营者,它们投入资金绝不是为了赌代币价格。

它们投资的是未来将成为核心金融管道的基础设施——一个用于代币化美元、未来还将扩展到代币化基金和证券的结算网络。Arc 正被作为基础设施来建造和资本化,而控制这个场地的公司,正是其稳定币本应作为中性货币在其上流动的公司。

为什么 Circle 别无选择?

这个策略有明确的防御逻辑。USDC 要与规模是其两倍以上的 Tether USDT 竞争,还要面对越来越多银行发行和支付公司推出的稳定币。

单纯作为发行商,只能靠储备利差生存,而这个利差就是全部生意,位置既单薄又易受攻击。现在每个严肃的竞争对手都在试图通过掌控更多产业链环节来跳出这个困境。

Stripe 在建自己的链,Tether 也在扩张基础设施和分发渠道。如果 Circle 继续做纯发行商,而对手都变成了平台,它就只能坐在最弱的座位上。Arc 是 Circle 从「卖产品」转向「运营场地」的尝试——后者的利润空间更大、更持久。

同样的逻辑也正是监管需要制定规则的原因:其他主要发行商都有相同的动机跟随 Circle 去建自己的「铁轨」。

真正的解决方案需要什么?

结构性冲突需要结构性回应,而金融监管已有成熟的模式。交易所受公平准入和非歧视规则约束,清算所则有治理要求,确保其不偏向任何单一成员。核心原则是:所有人必须使用的基础设施,不能被控制在偏向某一使用者的方式下。

应用到 Arc 上,这意味着网络本身需要承担义务,而非仅针对稳定币:

  • 交易排序必须在 USDC 和竞争稳定币之间保持可证明的中立;
  • 费用表必须公开且统一;
  • 链的治理必须以可审计的方式与 Circle 在 USDC 市场份额上的商业利益分离。

这些都不是新奇要求,而是受监管市场基础设施的标准工具包。唯一没应用的原因是,法律是在发行商成为基础设施之前制定的。

欧洲的 MiCA 监管也提供了对比:它和 GENIUS 法案一样,重点放在发行商和储备上,都没有为「发行商同时运营结算网络」的情况准备市场结构章节。现在,在 Arc 仍处于测试网即将转为主网的阶段,补上这一章成本最低;一旦它成为代币化美元经济依赖的管道,再改就昂贵得多。

储备管理方与结算链的紧密纠缠

第一个冲突里面还套着第二个冲突,而投资方名单直接指向它:BlackRock 既管理 USDC 背后的储备,又是 Arc 的投资方。储备管理方、发行商、结算链现在通过重叠的商业利益连接在一起。

每个单独的关系或许都站得住脚,但放在一起,它们描述了一个由少数相互投资的公司组成的高度集中集群,坐在本应中立的美元基础设施的中心。

这种集中度正是市场结构规则需要审查的内容。监管者要问的不是这些机构是否有信誉(它们显然有),而是代币化美元系统是否应该在任何人决定核心场地的中立义务之前,就围绕这样一个小团体形成。

制定规则的窗口期很短

监管者应该警觉的是时间点。从宣布到公开测试网,再到完成融资,Arc 只用了大约一年时间。Circle 已明确表示将推出主网并转向 PoS 验证。

这类基础设施一旦承载真实价值,就很难再重塑——因为修改规则的成本会转嫁到所有在其上构建的机构。结算网络会积累集成、流动性和依赖应用,每增加一层都会提高后续干预的切换成本。

决定稳定币发行商链的中立义务的实际最佳时机,就是现在——Arc 仍处于主网前阶段,规则修改的只是设计文档,而不是已运行的系统。一旦 Arc 处理机构级交易量,监管者再要求 Circle 将链治理与其 USDC 商业利益分离,就相当于命令重建实时基础设施,而这种重建缓慢、昂贵且会遭到激烈抵抗。

垂直整合是策略,也是风险

Circle 的行为并不非理性。拥有全栈符合 Stripe 等公司的相同逻辑,从股东角度看,这是正确之举——因为利润会流向控制基础设施的一方,而纯发行商只是躺在别人铁轨上的单薄生意。

服务于 Circle 股东的策略,正是监管者现在应该审视的,在它固化之前。结构性冲突预防成本低,事后拆解代价高昂。

问题并不复杂:受监管的稳定币发行商是否可以拥有竞争对手必须使用的结算网络?如果允许,那么这张网络必须承担怎样的中立义务?

GENIUS 法案对这两个问题都没有回答,因为 2025 年它们还不需要答案。但在 2026 年,它们需要,而 Circle 正是原因所在。

Bacaan Terkait

Mengapa Tidak Jual Kosong Meski Bearish? Munger Sudah Hitung Biaya Kerugiannya

Mengapa meskipun pesimis terhadap suatu aset, sebaiknya tidak melakukan short selling? Artikel ini menjelaskan alasan di balik sikap tersebut melalui sudut pandang investor legendaris seperti Charlie Munger dan Stanley Druckenmiller. Munger menekankan bahwa secara matematis, short selling memiliki asimetri risiko dan imbalan yang tidak menguntungkan. Saat melakukan short, keuntungan maksimum terbatas (100% jika harga turun ke nol), tetapi kerugian potensial tak terbatas karena harga bisa naik terus. Selain itu, perusahaan yang bermasalah atau penipu seringkali mampu mempertahankan gelembung harga dengan ide-ide baru, menyebabkan pelaku short kehabisan dana sebelum harga akhirnya runtuh. Pengalaman Stanley Druckenmiller, mantan tangan kanan George Soros, mengonfirmasi hal ini. Ia pernah memilih 12 perusahaan untuk di-short, yang semuanya akhirnya bangkrut. Namun, dalam tiga minggu, sentimen pasar mendorong harga saham mereka melonjak drastis. Akibatnya, Druckenmiller tidak hanya kehilangan modal $200 juta, tetapi juga harus menanggung kerugian tambahan $600 juta untuk menutposisi, sehingga gagal menuai keuntungan saat perusahaan-perusahaan itu akhirnya kolaps. Kesimpulannya, baik untuk kontrak derivatif maupun short selling, alat keuangan kompleks ini sangat sulit dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan konsisten dalam jangka panjang oleh investor biasa. Seperti kata Munger, kecuali Anda seorang genius, lebih baik menghindarinya dan fokus pada strategi investasi yang lebih aman dan sederhana.

marsbit5m yang lalu

Mengapa Tidak Jual Kosong Meski Bearish? Munger Sudah Hitung Biaya Kerugiannya

marsbit5m yang lalu

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

Penulis: Wall Street News Harga Bitcoin terus menurun, sempat mencapai USD 66,123, terendah dalam dua bulan. Penjelasan yang beredar antara lain arus keluar dana ETF, ketegangan geopolitik, dan penjualan oleh Strategy. Namun, analisis Bloomberg menunjukkan bahwa faktor-faktor ini hanyalah gejala. Masalah mendasarnya adalah Bitcoin kalah dalam persaingan aset. Bitcoin kini terjepit di "zona tengah yang canggung" dan kalah di tiga bidang: * **Lindung nilai inflasi:** Emas, saham energi, dan komoditas lebih disukai karena memiliki dukungan fisik dan logika yang jelas. * **Pertumbuhan tinggi:** Perusahaan AI dengan pendapatan dan laba riil lebih menarik karena Bitcoin tidak menghasilkan arus kas. * **Eksposur kripto:** Investor yang ingin terpapar ekosistem kripto kini memiliki pilihan lain seperti bursa, stablecoin, atau perusahaan infrastruktur dengan kinerja yang terikat pada adopsi industri. Meski ada peringatan dari Fed tentang risiko inflasi yang lebih persisten, pasar tidak lagi bereaksi dengan membeli Bitcoin sebagai lindung nilai. Narasi "emas digital" Bitcoin tergerus oleh emas fisik dan saham energi. Arus keluar ETF dan penjualan oleh Strategy mencerminkan kenyataan baru: modal memiliki lebih banyak tempat tujuan, dan investor menjadi lebih selektif. Mereka menuntut alasan yang jelas mengapa harus memilih Bitcoin dibanding aset lain. Logika bearish baru untuk Bitcoin bukan lagi tentang penipuan atau kegagalan teknologi, melainkan bahwa **kelangkaan saja tidak lagi cukup**.

marsbit21m yang lalu

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

marsbit21m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu $S$

Memahami SPERO: Tinjauan Komprehensif Pengenalan SPERO Seiring dengan perkembangan lanskap inovasi, munculnya teknologi web3 dan proyek cryptocurrency memainkan peran penting dalam membentuk masa depan digital. Salah satu proyek yang telah menarik perhatian di bidang dinamis ini adalah SPERO, yang dilambangkan sebagai SPERO,$$s$. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan informasi terperinci tentang SPERO, untuk membantu para penggemar dan investor memahami dasar-dasar, tujuan, dan inovasi dalam domain web3 dan crypto. Apa itu SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ adalah proyek unik dalam ruang crypto yang berusaha memanfaatkan prinsip desentralisasi dan teknologi blockchain untuk menciptakan ekosistem yang mendorong keterlibatan, utilitas, dan inklusi finansial. Proyek ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi peer-to-peer dengan cara baru, memberikan pengguna solusi dan layanan keuangan yang inovatif. Pada intinya, SPERO,$$s$ bertujuan untuk memberdayakan individu dengan menyediakan alat dan platform yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam ruang cryptocurrency. Ini termasuk memungkinkan metode transaksi yang lebih fleksibel, mendorong inisiatif yang dipimpin komunitas, dan menciptakan jalur untuk peluang finansial melalui aplikasi terdesentralisasi (dApps). Visi mendasar dari SPERO,$$s$ berputar di sekitar inklusivitas, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan dalam keuangan tradisional sambil memanfaatkan manfaat teknologi blockchain. Siapa Pencipta SPERO,$$s$? Identitas pencipta SPERO,$$s$ tetap agak samar, karena ada sumber daya publik yang terbatas yang memberikan informasi latar belakang terperinci tentang pendiriannya. Kurangnya transparansi ini dapat berasal dari komitmen proyek terhadap desentralisasi—sebuah etos yang banyak proyek web3 bagi, memprioritaskan kontribusi kolektif di atas pengakuan individu. Dengan memusatkan diskusi di sekitar komunitas dan tujuan kolektifnya, SPERO,$$s$ mewujudkan esensi pemberdayaan tanpa menonjolkan individu tertentu. Dengan demikian, memahami etos dan misi SPERO tetap lebih penting daripada mengidentifikasi pencipta tunggal. Siapa Investor SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ didukung oleh beragam investor mulai dari modal ventura hingga investor malaikat yang berdedikasi untuk mendorong inovasi di sektor crypto. Fokus investor ini umumnya sejalan dengan misi SPERO—memprioritaskan proyek yang menjanjikan kemajuan teknologi sosial, inklusivitas finansial, dan tata kelola terdesentralisasi. Fondasi investor ini biasanya tertarik pada proyek yang tidak hanya menawarkan produk inovatif tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada komunitas blockchain dan ekosistemnya. Dukungan dari investor ini memperkuat SPERO,$$s$ sebagai pesaing yang patut diperhitungkan di domain proyek crypto yang berkembang pesat. Bagaimana SPERO,$$s$ Bekerja? SPERO,$$s$ menerapkan kerangka kerja multi-faceted yang membedakannya dari proyek cryptocurrency konvensional. Berikut adalah beberapa fitur kunci yang menekankan keunikan dan inovasinya: Tata Kelola Terdesentralisasi: SPERO,$$s$ mengintegrasikan model tata kelola terdesentralisasi, memberdayakan pengguna untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan mengenai masa depan proyek. Pendekatan ini mendorong rasa kepemilikan dan akuntabilitas di antara anggota komunitas. Utilitas Token: SPERO,$$s$ memanfaatkan token cryptocurrency-nya sendiri, yang dirancang untuk melayani berbagai fungsi dalam ekosistem. Token ini memungkinkan transaksi, hadiah, dan fasilitasi layanan yang ditawarkan di platform, meningkatkan keterlibatan dan utilitas secara keseluruhan. Arsitektur Berlapis: Arsitektur teknis SPERO,$$s$ mendukung modularitas dan skalabilitas, memungkinkan integrasi fitur dan aplikasi tambahan secara mulus seiring dengan perkembangan proyek. Kemampuan beradaptasi ini sangat penting untuk mempertahankan relevansi di lanskap crypto yang selalu berubah. Keterlibatan Komunitas: Proyek ini menekankan inisiatif yang dipimpin komunitas, menggunakan mekanisme yang memberikan insentif untuk kolaborasi dan umpan balik. Dengan memelihara komunitas yang kuat, SPERO,$$s$ dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pengguna dan beradaptasi dengan tren pasar. Fokus pada Inklusi: Dengan menawarkan biaya transaksi yang rendah dan antarmuka yang ramah pengguna, SPERO,$$s$ bertujuan untuk menarik basis pengguna yang beragam, termasuk individu yang mungkin sebelumnya tidak terlibat dalam ruang crypto. Komitmen ini terhadap inklusi sejalan dengan misi utamanya untuk memberdayakan melalui aksesibilitas. Garis Waktu SPERO,$$s$ Memahami sejarah proyek memberikan wawasan penting tentang trajektori dan tonggak perkembangannya. Berikut adalah garis waktu yang disarankan yang memetakan peristiwa signifikan dalam evolusi SPERO,$$s$: Fase Konseptualisasi dan Ideasi: Ide awal yang membentuk dasar SPERO,$$s$ dikembangkan, sangat selaras dengan prinsip desentralisasi dan fokus komunitas dalam industri blockchain. Peluncuran Whitepaper Proyek: Setelah fase konseptual, whitepaper komprehensif yang merinci visi, tujuan, dan infrastruktur teknologi SPERO,$$s$ dirilis untuk menarik minat dan umpan balik komunitas. Pembangunan Komunitas dan Keterlibatan Awal: Upaya jangkauan aktif dilakukan untuk membangun komunitas pengguna awal dan investor potensial, memfasilitasi diskusi seputar tujuan proyek dan mendapatkan dukungan. Acara Generasi Token: SPERO,$$s$ melakukan acara generasi token (TGE) untuk mendistribusikan token asli kepada pendukung awal dan membangun likuiditas awal dalam ekosistem. Peluncuran dApp Awal: Aplikasi terdesentralisasi (dApp) pertama yang terkait dengan SPERO,$$s$ diluncurkan, memungkinkan pengguna untuk terlibat dengan fungsionalitas inti platform. Pengembangan Berkelanjutan dan Kemitraan: Pembaruan dan peningkatan berkelanjutan terhadap penawaran proyek, termasuk kemitraan strategis dengan pemain lain di ruang blockchain, telah membentuk SPERO,$$s$ menjadi pemain yang kompetitif dan berkembang di pasar crypto. Kesimpulan SPERO,$$s$ berdiri sebagai bukti potensi web3 dan cryptocurrency untuk merevolusi sistem keuangan dan memberdayakan individu. Dengan komitmen terhadap tata kelola terdesentralisasi, keterlibatan komunitas, dan fungsionalitas yang dirancang secara inovatif, ia membuka jalan menuju lanskap keuangan yang lebih inklusif. Seperti halnya investasi di ruang crypto yang berkembang pesat, calon investor dan pengguna dianjurkan untuk melakukan riset secara menyeluruh dan terlibat dengan perkembangan yang sedang berlangsung dalam SPERO,$$s$. Proyek ini menunjukkan semangat inovatif industri crypto, mengundang eksplorasi lebih lanjut ke dalam berbagai kemungkinan yang ada. Meskipun perjalanan SPERO,$$s$ masih berlangsung, prinsip-prinsip dasarnya mungkin benar-benar mempengaruhi masa depan cara kita berinteraksi dengan teknologi, keuangan, dan satu sama lain dalam ekosistem digital yang saling terhubung.

75 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.17Diperbarui pada 2024.12.17

Apa Itu $S$

Apa Itu AGENT S

Agent S: Masa Depan Interaksi Otonom di Web3 Pendahuluan Dalam lanskap Web3 dan cryptocurrency yang terus berkembang, inovasi secara konstan mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi dengan platform digital. Salah satu proyek perintis, Agent S, menjanjikan untuk merevolusi interaksi manusia-komputer melalui kerangka agen terbuka. Dengan membuka jalan untuk interaksi otonom, Agent S bertujuan untuk menyederhanakan tugas-tugas kompleks, menawarkan aplikasi transformasional dalam kecerdasan buatan (AI). Eksplorasi mendetail ini akan menyelami seluk-beluk proyek, fitur uniknya, dan implikasinya untuk domain cryptocurrency. Apa itu Agent S? Agent S berdiri sebagai kerangka agen terbuka yang inovatif, dirancang khusus untuk mengatasi tiga tantangan mendasar dalam otomatisasi tugas komputer: Memperoleh Pengetahuan Spesifik Domain: Kerangka ini secara cerdas belajar dari berbagai sumber pengetahuan eksternal dan pengalaman internal. Pendekatan ganda ini memberdayakannya untuk membangun repositori pengetahuan spesifik domain yang kaya, meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan tugas. Perencanaan Selama Rentang Tugas yang Panjang: Agent S menggunakan perencanaan hierarkis yang ditingkatkan pengalaman, pendekatan strategis yang memfasilitasi pemecahan dan pelaksanaan tugas-tugas rumit dengan efisien. Fitur ini secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk mengelola beberapa subtugas dengan efisien dan efektif. Menangani Antarmuka Dinamis dan Tidak Seragam: Proyek ini memperkenalkan Antarmuka Agen-Komputer (ACI), solusi inovatif yang meningkatkan interaksi antara agen dan pengguna. Dengan memanfaatkan Model Bahasa Besar Multimodal (MLLM), Agent S dapat menavigasi dan memanipulasi berbagai antarmuka pengguna grafis dengan mulus. Melalui fitur-fitur perintis ini, Agent S menyediakan kerangka kerja yang kuat yang mengatasi kompleksitas yang terlibat dalam mengotomatisasi interaksi manusia dengan mesin, membuka jalan untuk berbagai aplikasi dalam AI dan seterusnya. Siapa Pencipta Agent S? Meskipun konsep Agent S secara fundamental inovatif, informasi spesifik tentang penciptanya tetap samar. Pencipta saat ini tidak diketahui, yang menyoroti baik tahap awal proyek atau pilihan strategis untuk menjaga anggota pendiri tetap tersembunyi. Terlepas dari anonimitas, fokus tetap pada kemampuan dan potensi kerangka kerja. Siapa Investor Agent S? Karena Agent S relatif baru dalam ekosistem kriptografi, informasi terperinci mengenai investor dan pendukung keuangannya tidak secara eksplisit didokumentasikan. Kurangnya wawasan yang tersedia untuk umum mengenai fondasi investasi atau organisasi yang mendukung proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang struktur pendanaannya dan peta jalan pengembangannya. Memahami dukungan sangat penting untuk mengukur keberlanjutan proyek dan potensi dampak pasar. Bagaimana Cara Kerja Agent S? Di inti Agent S terletak teknologi mutakhir yang memungkinkannya berfungsi secara efektif dalam berbagai pengaturan. Model operasionalnya dibangun di sekitar beberapa fitur kunci: Interaksi Komputer yang Mirip Manusia: Kerangka ini menawarkan perencanaan AI yang canggih, berusaha untuk membuat interaksi dengan komputer lebih intuitif. Dengan meniru perilaku manusia dalam pelaksanaan tugas, ia menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Memori Naratif: Digunakan untuk memanfaatkan pengalaman tingkat tinggi, Agent S memanfaatkan memori naratif untuk melacak sejarah tugas, sehingga meningkatkan proses pengambilan keputusannya. Memori Episodik: Fitur ini memberikan panduan langkah demi langkah kepada pengguna, memungkinkan kerangka untuk menawarkan dukungan kontekstual saat tugas berlangsung. Dukungan untuk OpenACI: Dengan kemampuan untuk berjalan secara lokal, Agent S memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kontrol atas interaksi dan alur kerja mereka, sejalan dengan etos terdesentralisasi Web3. Integrasi Mudah dengan API Eksternal: Versatilitas dan kompatibilitasnya dengan berbagai platform AI memastikan bahwa Agent S dapat dengan mulus masuk ke dalam ekosistem teknologi yang ada, menjadikannya pilihan menarik bagi pengembang dan organisasi. Fungsionalitas ini secara kolektif berkontribusi pada posisi unik Agent S dalam ruang kripto, saat ia mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah dengan intervensi manusia yang minimal. Seiring proyek ini berkembang, aplikasi potensialnya di Web3 dapat mendefinisikan ulang bagaimana interaksi digital berlangsung. Garis Waktu Agent S Pengembangan dan tonggak Agent S dapat dirangkum dalam garis waktu yang menyoroti peristiwa pentingnya: 27 September 2024: Konsep Agent S diluncurkan dalam sebuah makalah penelitian komprehensif berjudul “Sebuah Kerangka Agen Terbuka yang Menggunakan Komputer Seperti Manusia,” yang menunjukkan dasar untuk proyek ini. 10 Oktober 2024: Makalah penelitian tersebut dipublikasikan secara terbuka di arXiv, menawarkan eksplorasi mendalam tentang kerangka kerja dan evaluasi kinerjanya berdasarkan tolok ukur OSWorld. 12 Oktober 2024: Sebuah presentasi video dirilis, memberikan wawasan visual tentang kemampuan dan fitur Agent S, lebih lanjut melibatkan pengguna dan investor potensial. Tanda-tanda dalam garis waktu ini tidak hanya menggambarkan kemajuan Agent S tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan keterlibatan komunitas. Poin Kunci Tentang Agent S Seiring kerangka Agent S terus berkembang, beberapa atribut kunci menonjol, menekankan sifat inovatif dan potensinya: Kerangka Inovatif: Dirancang untuk memberikan penggunaan komputer yang intuitif seperti interaksi manusia, Agent S membawa pendekatan baru untuk otomatisasi tugas. Interaksi Otonom: Kemampuan untuk berinteraksi secara otonom dengan komputer melalui GUI menandakan lompatan menuju solusi komputasi yang lebih cerdas dan efisien. Otomatisasi Tugas Kompleks: Dengan metodologinya yang kuat, ia dapat mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah, membuat proses lebih cepat dan kurang rentan terhadap kesalahan. Perbaikan Berkelanjutan: Mekanisme pembelajaran memungkinkan Agent S untuk belajar dari pengalaman masa lalu, terus meningkatkan kinerja dan efektivitasnya. Versatilitas: Adaptabilitasnya di berbagai lingkungan operasi seperti OSWorld dan WindowsAgentArena memastikan bahwa ia dapat melayani berbagai aplikasi. Saat Agent S memposisikan dirinya di lanskap Web3 dan kripto, potensinya untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan mengotomatisasi proses menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi AI. Melalui kerangka inovatifnya, Agent S mencerminkan masa depan interaksi digital, menjanjikan pengalaman yang lebih mulus dan efisien bagi pengguna di berbagai industri. Kesimpulan Agent S mewakili lompatan berani ke depan dalam pernikahan AI dan Web3, dengan kapasitas untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi. Meskipun masih dalam tahap awal, kemungkinan aplikasinya sangat luas dan menarik. Melalui kerangka komprehensifnya yang mengatasi tantangan kritis, Agent S bertujuan untuk membawa interaksi otonom ke garis depan pengalaman digital. Saat kita melangkah lebih dalam ke dalam ranah cryptocurrency dan desentralisasi, proyek-proyek seperti Agent S pasti akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan teknologi dan kolaborasi manusia-komputer.

907 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.14Diperbarui pada 2025.01.14

Apa Itu AGENT S

Cara Membeli S

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Sonic (S) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Sonic (S) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Sonic (S) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Sonic (S) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Sonic (S)Lakukan trading Sonic (S) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.3k Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.15Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli S

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga S (S) disajikan di bawah ini.

活动图片