Kebijakan RegulasiBerita

Berfokus pada perkembangan regulasi global, perubahan kebijakan, dan persyaratan kepatuhan. Ini memberikan analisis mendalam tentang regulasi pemerintah dan dampaknya terhadap industri kripto dan blockchain, membantu bisnis dan investor untuk mengelola risiko terkait kebijakan secara proaktif.

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit2j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit2j yang lalu

Korea Selatan Bergerak Mengatur Transfer Crypto Lintas Batas di Bawah Kerangka Kerja Baru

Pemerintah Korea Selatan berencana memasukkan perusahaan fintech ke dalam kerangka kerja perizinan baru untuk transfer aset virtual lintas batas, yang dijadwalkan berlaku pada Desember. Peraturan ini mewajibkan perusahaan yang melakukan transfer lintas batas menggunakan aset kripto untuk mendaftar di Kementerian Ekonomi dan Keuangan serta melaporkan transaksinya melalui sistem pelaporan devisa. Kerangka regulasi ini dibuat untuk membawa transfer lintas batas berbasis kripto ke dalam pengawasan formal, menyusul temuan bahwa banyak transfer aset digital beroperasi di luar sistem pengawasan devisa dan berpotensi digunakan untuk pencucian uang serta kejahatan. Aturan VASP (Virtual Asset Service Provider) yang ada saat ini terutama membatasi akses ke bursa kripto seperti Upbit dan Bithumb. Namun, regulator berencana memperluas cakupan entitas yang memenuhi syarat untuk mencakup pelaku non-tradisional, seperti perusahaan fintech, jika mereka dapat melakukan transfer tersebut secara efisien. Otoritas masih menganalisis proses perizinan dan kepatuhan bagi calon pelamar. Kementerian dan Bank of Korea terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan industri untuk menyelesaikan aturan implementasi sebelum peluncuran di Desember. Perkembangan ini sejalan dengan upaya Korea Selatan memperkuat pengawasan aset digital, termasuk aturan baru untuk sekuritisasi token yang dijadwalkan terbit pada Juli.

TheNewsCrypto22j yang lalu

Korea Selatan Bergerak Mengatur Transfer Crypto Lintas Batas di Bawah Kerangka Kerja Baru

TheNewsCrypto22j yang lalu

Pertunjukan Perdana Warsh Dimulai: Dot Plot Masih Ada, Namun Fed Mungkin Sudah Berubah

Judul utama adalah bahwa ini adalah debut pertama Ketua Fed baru, Walsh, dan meskipun alat komunikasi tradisional seperti "Dot Plot" masih ada, gaya komunikasi Fed mungkin telah berubah. Inti dari pertemuan FOMC Juni adalah bahwa suku bunga tetap tidak berubah, seperti yang diperkirakan pasar. Fokus utamanya adalah pada gaya komunikasi kebijakan Walsh yang baru. Perubahan penting adalah bahwa Walsh sendiri tidak memberikan proyeksi suku bunga pribadinya di "Dot Plot", yang menandakan upaya untuk melemahkan makna panduan alat ini. Walsh telah lama mengkritik panduan ke depan yang berlebihan dan lebih menganut prinsip ketergantungan pada data, memutuskan berdasarkan situasi aktual dari pertemuan ke pertemuan, dan menolak memberikan sinyal kebijakan yang jelas tentang jalur di masa depan. Respons pasar terhadap hal ini adalah penilaian ulang terhadap risiko kenaikan suku bunga. Pernyataan tegas Walsh tentang inflasi menyebabkan pasar meningkatkan ekspektasi atas kemungkinan Fed mengadopsi kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan. Akibatnya, suku bunga jangka pendek naik, pasar saham AS turun, dan preferensi risiko pasar menurun secara keseluruhan. Pasar mulai memperdagangkan kemungkinan bahwa Fed, di bawah kepemimpinan Walsh, mungkin merespons inflasi dengan lebih agresif daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kesimpulannya, pertemuan ini tidak mengubah jalur kebijakan secara radikal, tetapi mengisyaratkan pergeseran penting dalam kerangka komunikasi Fed. Walsh tampaknya akan mengurangi transparansi dan panduan ke depan, yang akan meningkatkan ketidakpastian kebijakan di masa depan. Tantangan terbesar bagi pasar ke depan adalah bagaimana menilai kembali harga aset ketika Fed tidak lagi "membocorkan" jalur kebijakannya di muka.

Odaily星球日报2 hari yang lalu 02:02

Pertunjukan Perdana Warsh Dimulai: Dot Plot Masih Ada, Namun Fed Mungkin Sudah Berubah

Odaily星球日报2 hari yang lalu 02:02

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

Artikel ini menginvestigasi bagaimana keluarga Trump, khususnya putra kedua Donald Trump, Eric Trump, diduga memanfaatkan yayasan amal dan perusahaan kripto untuk mengalihkan dana kembali ke bisnis keluarga. Diawali dengan pembelaan Eric di X menyangkut perusahaan kripto American Bitcoin (ABTC), yang sahamnya anjlok ~90%. Eric kemudian mengalihkan pembicaraan ke yayasan amal kanker anaknya, yang didirikan dengan niat baik dan telah menyumbang >$25 juta ke rumah sakit St. Jude. Namun, investigasi Forbes mengungkap setidaknya $500,000 dari dana yayasan (2011-2016) dialirkan kembali ke bisnis keluarga Trump melalui sewa tempat di klub golf dan properti Trump lainnya, dengan keterlibatan orang dalam seperti Dan Scavino. Polanya: publikasi pencapaian besar (misal, "biaya terendah"), penyangkalan, lalu penguburan dokumen. Skandal 2016 memaksa restrukturisasi dan perubahan nama menjadi Curetivity, namun aktivitas penggalangan dana tetap berlangsung di properti Trump, berpotensi menyuntikkan ratusan ribu dolar ke bisnis keluarga. Pola serupa terlihat di American Bitcoin, di mana Eric mengklaim biaya penambangan Bitcoin 53% lebih murah, tetapi laporan keuangan menunjukkan biaya sebenarnya mendekati $90,000 per koin. Sementara nilai saham runtuh dan investor rugi, kekayaan pribadi Eric justru melonjak. Respons Eric terhadap kritik konsisten: menyerang media dan memposisikan diri sebagai korban persekongkolan politik.

链捕手06/17 09:50

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

链捕手06/17 09:50

Blok Dovish di Fed Secara Kolektif Beralih ke Hawkish, Debut Warsh 'Dilematis'

Para pembuat kebijakan di Federal Reserve (Fed) yang sebelumnya mendukung suku bunga rendah (dovish), termasuk Christopher Waller, baru-baru ini menyatakan mereka tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan suku bunga. Hampir tidak ada anggota Komite yang masih menganjurkan pemotongan suku bunga. Pertemuan pertama yang dipimpin oleh Ketua baru Fed, Kevin Warsh, diperkirakan akan mengirimkan sinyal bahwa langkah berikutnya Fed mungkin adalah kenaikan suku bunga. Warsh, yang diangkat oleh Presiden Trump karena posisinya yang mendukung pemotongan suku bunga tahun lalu, kini menghadapi situasi yang sulit. Inflasi AS terus melampaui 3%, pasar tenaga kerja menguat, dan tekanan dari harga minyak serta hambatan pasokan mendorong kenaikan harga. Alasan-alasan yang mendasari ekspektasi pemotongan suku bunga satu per satu menghilang. Pergeseran sikap ini terlihat jelas. Waller, yang sebelumnya mendukung pemotongan, kini mengatakan dia tidak dapat lagi mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan. Anggota dewan lain seperti Lisa Cook juga mulai bersikap terbuka terhadap opsi kenaikan jika inflasi tidak turun tepat waktu. Sementara itu, anggota yang lebih hawkish seperti Beth Hammack dan Lorie Logan telah lama mempertanyakan perlunya pemotongan dan sekarang mengkhawatirkan perlunya kenaikan suku bunga jika tren saat ini berlanjut. Pada pertemuan mendatang, Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga namun menghapus bahasa 'bias longgar' dari pernyataannya, yang menyiratkan bahwa kenaikan dan penurunan suku bunga dianggap memiliki kemungkinan yang sama. 'Dot plot' triwulanan juga diperkirakan akan menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah tahun ini, dengan beberapa bahkan mungkin memproyeksikan kenaikan. Warsh, yang telah lama mengkritik alat komunikasi Fed seperti 'dot plot', kini harus menyampaikan perubahan arah kebijakan ini menggunakan alat-alat yang dikritiknya, dengan komite yang tidak dipilihnya, menuju arah yang bertentangan dengan keinginan presiden yang menunjuknya. Intinya, pembicaraan di dalam Fed telah bergeser dari 'kapan menurunkan' menjadi 'apakah harus menaikkan' suku bunga.

marsbit06/17 05:23

Blok Dovish di Fed Secara Kolektif Beralih ke Hawkish, Debut Warsh 'Dilematis'

marsbit06/17 05:23

USDe Mengelak Larangan Imbal Hasil GENIUS Act: Bagaimana Dolar Sintetis Menjadi Zona Abu-abu Paling Sukses di Kripto?

Ketika Kongres AS merancang GENIUS Act, mereka melarang penerbit stablecoin pembayaran berlisensi memberikan bunga atau imbal hasil kepada pemegang. Namun, USDe dari Ethena berhasil menghindari larangan ini. Ini karena USDe bukanlah stablecoin cadangan fiat tradisional seperti USDC. Sebaliknya, USDe adalah dolar sintetis yang dihasilkan melalui strategi perdagangan derivatif delta-netral, di mana aset kripto yang dijaminkan dilindungi dengan posisi short futures. Hasilnya diperoleh dari pendanaan positif dan spread basis di pasar berkelanjutan, kemudian diteruskan kepada pemegang yang mempertaruhkan tokennya sebagai sUSDe. Karena mekanisme dasarnya adalah strategi pasar dan bukan pembayaran bunga atas cadangan, GENIUS Act—yang hanya mengatur stablecoin pembayaran—tidak berlaku untuk USDe. Celah regulasi ini memungkinkan USDe tumbuh pesat, bahkan pernah menjadi aset ketiga terbesar yang dipatok dolar di kripto. Ethena sendiri merespons dengan meluncurkan USDtb, stablecoin patuh aturan yang tidak memberi hasil, sambil tetap menjalankan USDe. Model USDe membawa risiko unik, terutama ketergantungan pada pendanaan positif yang berkepanjangan dan potensi tekanan saat perdagangan padat dilikuidasi, seperti yang terlihat dalam koreksi Oktober 2025. Sementara regulator Eropa seperti BaFin Jerman melarang USDe, lembaga keuangan AS seperti Janus Henderson justru mengadopsinya untuk manajemen kas. Intinya, USDe memenuhi permintaan akan dolar berbasis hasil di luar batas regulasi saat ini. GENIUS Act mendefinisikan dan membatasi satu jenis stablecoin, tetapi membiarkan kategori seperti dolar sintetis tidak teregulasi. Pertanyaan terbuka bagi regulator AS adalah apakah mereka akan membuat aturan baru untuk alat seperti USDe atau membiarkan hasil bermigrasi ke wilayah abu-abu yang mereka ciptakan.

marsbit06/17 04:45

USDe Mengelak Larangan Imbal Hasil GENIUS Act: Bagaimana Dolar Sintetis Menjadi Zona Abu-abu Paling Sukses di Kripto?

marsbit06/17 04:45

活动图片