Artikel Forbes membahas bagaimana stablecoin sintetis USDe milik Ethena menghindari larangan pembayaran hasil (yield) dalam undang-undang GENIUS Act AS. Berbeda dengan stablecoin seperti USDC yang didukung cadangan fiat dan tunduk pada aturan, USDe adalah dolar sintetis yang menciptakan stabilitas melalui strategi perdagangan derivatif delta-neutral, menghasilkan yield dari funding rate positif di pasar futures. Karena tidak memenuhi definisi "payment stablecoin" dalam hukum, USDe tidak terkena larangan membayar bunga. USDe pernah menjadi aset terkripto ketiga terbesar yang denominasi dolar, menunjukkan permintaan tinggi untuk dollar berpenghasilan. Modelnya membawa risiko unik, seperti periode funding rate negatif yang berkepanjangan, seperti yang terlihat dalam penurunan singkat Oktober 2025. Regulasi global terpecah: Jerman (BaFin) melarang USDe, menganggapnya sebagai sekuritas tak terdaftar, sementara manajer aset besar AS seperti Janus Henderson justru mengadopsinya. Artikel menyimpulkan bahwa GENIUS Act hanya mengatur satu jenis stablecoin, meninggalkan celah hukum bagi yang sintetis seperti USDe, dan mempertanyakan apakah regulator AS akan membuat aturan baru untuk kategori ini atau membiarkan yield berpindah ke area abu-abu yang tak diatur.
Foresight News23天前




