CryptoQuant: Биткоин стремится к новым историческим максимумам

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-11-14Terakhir diperbarui pada 2025-05-14

Аналитики CryptoQuant прогнозируют, что биткоин продолжит уверенно двигаться в восходящем тренде благодаря активности покупателей и позитивным рыночным сигналам, что позволит ему достичь новых исторических максимумов.

12 мая цена биткоина достигла $105 722, что, по мнению аналитиков, подтверждает укрепление бычьего настроя на крипторынке. Согласно отчету Дэна Лима (Dan Lim), известного под псевдонимом Crypto Dan, показатель реализованной цены биткоина, отражающий среднюю цену покупки всех ВТС на рынке, растет. Это свидетельствует о том, что инвесторы приобретают актив по все более высоким рыночным ценам. Лим отметил, что это один из ключевых индикаторов силы текущего цикла, так как спрос на биткоины остается высоким даже на уровнях выше $100 000.

По данным CryptoQuant, ранее подобные паттерны сопровождались дальнейшим ростом стоимости первой криптовалюты, что потенциально подталкивает ее к достижению новых исторических максимумов в $108 000 и более.

Аналитики отметили, что индекс бычьего настроения биткоина подскочил с 20 до 80 пунктов, сигнализируя о возвращении оптимизма среди трейдеров. При этом скачок совпал с ростом спотового спроса и увеличением числа открытия новых кошельков. Так, по данным Santiment, за последнюю неделю появилось 344 620 новых адресов Биткоина, что отражает приток розничных инвесторов на фоне FOMO и роста цены ВТС до $103 800.

809.png

По мнению экспертов CryptoQuant, оптимизм в отношении роста биткоина подкрепляется макроэкономическими факторами, включая ожидания мягкой монетарной политики и роста интереса к криптовалютам после выступления главы Комиссии по ценным бумагам и биржам США (SEC) Пола Аткинса (Paul Atkins).

Bacaan Terkait

Valuasi Terbalik Terjadi, Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Alami Krisis Kepercayaan

**Inti Artikel: Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Alami Krisis Kepercayaan, Valuasi Terbalik Muncul** Selama dua tahun terakhir, saham perusahaan yang menambah holding Bitcoin di treasuri mereka langsung naik. Namun, logika pasar kini berubah total. Investor tidak lagi hanya melihat berita pembelian besar, tetapi dengan cermat memeriksa setiap transaksi pendanaan, menghitung pengenceran ekuitas, dividen saham preferen, bunga utang, dan cadangan kas untuk menilai apakah pendanaan benar-benar meningkatkan bagian Bitcoin per saham bagi pemegang saham lama. Indikator kunci pergeseran ini adalah kontraksi **"modified Net Asset Value" (mNAV)** — rasio valuasi pasar perusahaan terhadap nilai total Bitcoin yang dipegang. **Metaplanet**, entitas holding Bitcoin perusahaan terbesar di Asia, kini memiliki mNAV hanya 0.9x, artinya valuasi pasarnya lebih rendah dari nilai Bitcoin di neracanya. Sahamnya turun ~47% YTD. CEO Simon Gerovich menyatakan bahwa jika mNAV jatuh di bawah 1.0x, perusahaan akan fokus pada buyback saham dan berhenti menerbitkan saham biasa baru. Pelopor strategi treasuri Bitcoin, **MicroStrategy**, masih mempertahankan premium valuasi bahkan setelah memperhitungkan saham preferen dan utangnya. Namun, bagian Bitcoin per saham bagi pemegang saham biasa terus terdilusi. Pendanaan terbarunya melalui penjualan saham biasa sebagian besar digunakan untuk menambah cadangan dividen saham preferen, bukan membeli Bitcoin dalam jumlah besar. Di Eropa, perusahaan seperti **Capital B** (Prancis) dan **BTC AB** (Swedia) mengadopsi model serupa, mencari pendanaan besar dengan struktur modal kompleks (saham preferen dengan dividen tetap) sementara aset dasar Bitcoin mereka relatif kecil. Mereka berharap nilai Bitcoin yang dibeli nanti dapat menutupi semua biaya dari pengenceran dan dividen. Perubahan logika pasar didorong oleh meluasnya **Bitcoin ETF spot**, yang menawarkan eksposur Bitcoin yang bersih dan berbiaya rendah, menghilangkan kelangkaan saham treasuri Bitcoin sebagai cara tidak langsung untuk memegang aset kripto tersebut. Perusahaan treasuri kini harus membuktikan nilai tambah mereka melalui keuntungan leverage, dividen stabil, atau operasi pasar modal yang efisien. Risiko utama bagi sektor ini adalah terputusnya siklus pendanaan. Jika perusahaan tidak dapat menerbitkan saham di atas nilai aset bersihnya, mereka kehilangan cara untuk terus membeli Bitcoin, sementara masih harus membayar dividen dan bunga. Pilihan yang tersisa — pengenceran lebih lanjut, meminjamkan Bitcoin, atau menjual aset — semuanya berisiko. Pemenang di fase berikutnya adalah perusahaan yang dapat membuktikan bahwa setiap putaran pendanaan meningkatkan kepemilikan Bitcoin *per saham* bagi pemegang saham biasa. Pasar kini mulai menghitung dengan tepat.

Foresight News8m yang lalu

Valuasi Terbalik Terjadi, Perusahaan Perbendaharaan Bitcoin Alami Krisis Kepercayaan

Foresight News8m yang lalu

Trading

Spot
活动图片