# Artikel Terkait Volume

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Volume", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Mimpi Spekulan

Harga Bitcoin yang melonjak tajam memicu aktivitas spekulan. Volume perdagangan futures kripto di Bursa SPB mencapai rekor 70 miliar rubel dalam dua hari, sementara peserta pasar forex juga mencatat kenaikan dua kali lipat dalam volume perdagangan kontrak untuk perbedaan harga Bitcoin (CFD). Namun, futures kripto tetap menjadi instrumen niche yang menarik bagi kalangan terbatas trader. Para investor aktif memanfaatkan kenaikan harga kripto. Volatilitas yang tinggi menarik minat trader, dan aset neo di SPB menawarkan kemudahan seperti tidak adanya komisi intraday dan leverage bawaan. Pada 19 Agustus, harga Bitcoin mulai meroket, melonjak lebih dari 12% dalam tiga hari dan melampaui $77.000 untuk pertama kalinya sejak Mei, didorong juga oleh penutupan massal posisi short. Meski demikian, bahkan dengan volatilitas pasar kripto, futures kripto masih kalah jauh dibandingkan instrumen tradisional. Sebagai perbandingan, volume perdagangan futures dolar AS/rubel Rusia di Bursa Moskow pada 20 Agustus saja mencapai 164 miliar rubel. Analis mengaitkan hal ini dengan kurangnya permintaan lindung nilai dari investor besar terhadap kripto. Kendala lain termasuk jam perdagangan terbatas (dengan jeda malam dan akhir pekan) yang berisiko menyebabkan gap harga, serta biaya tambahan untuk mempertahankan posisi overnight, seperti biaya rollover di SPB atau penyesuaian margin harian di Bursa Moskow, yang dapat menggerogoti keuntungan. Perubahan harga kripto yang jauh kurang terprediksi dibandingkan aset tradisional juga menjadi faktor yang membuat investor menghindari kontrak ini.

cryptonews.ru2 hari yang lalu 18:56

Mimpi Spekulan

cryptonews.ru2 hari yang lalu 18:56

Bitwise Sebut Tiga Kesalahan Investor dalam Mengevaluasi Pasar Kripto

Direktur Investasi Bitwise, Matt Hougan, mengidentifikasi tiga kesalahan umum yang dilakukan investor dalam menilai pasar kripto. Menurutnya, masalah utama adalah kesenjangan antara persepsi saat ini tentang industri dan potensi transformasinya. **Pertama**, investor seringkali menilai aplikasi seperti Uniswap atau Aave hanya melalui ukuran pasar kripto (sekitar $2 triliun). Hougan berpendapat bahwa dengan tokenisasi aset tradisional (saham senilai $150 triliun dan obligasi $350 triliun), pasar potensial untuk platform semacam itu bisa 100 kali lebih besar. **Kedua**, perusahaan kripto asli (native) sering diremehkan. Contohnya, di pasar stablecoin, PayPal hanya menguasai sekitar 1% setelah peluncurannya, sementara Tether dan Circle mendominasi 88%. Perusahaan kripto asli dianggap memiliki keunggulan dalam kecepatan, fokus, dan basis pengguna yang sudah mapan. **Ketiga**, investor meremehkan potensi pertumbuhan volume transaksi di blockchain. Tokenisasi aset dapat memungkinkan perdagangan 24/7 (168 jam/minggu), dibandingkan dengan pasar saham AS yang hanya 33 jam/minggu. Ditambah dengan peran agen AI yang dapat bertransaksi secara otomatis, Hougan memperkirakan jumlah operasi bisa meningkat 50 hingga 100 kali lipat. Hougan menyimpulkan bahwa ketiga kesalahan ini berakar pada penilaian industri berdasarkan kondisi saat ini, sementara infrastrukturnya berkembang sangat cepat. Perkembangan tokenisasi, perluasan penggunaan aplikasi kripto, dan peningkatan transaksi menciptakan peluang investasi yang signifikan.

cryptonews.ru08/19 22:16

Bitwise Sebut Tiga Kesalahan Investor dalam Mengevaluasi Pasar Kripto

cryptonews.ru08/19 22:16

Mengapa Pasar Bitcoin Mandek di Tengah Statistik Makro yang Positif?

Pasar Bitcoin menunjukkan keanehan dengan tetap stagnan meskipun ada berita makroekonomi positif dari AS, seperti inflasi inti yang stabil di 2.5%. Sementara pasar saham tradisional merespons dengan mencapai rekor tertinggi, Bitcoin justru terjebak dalam kisaran sempit antara level dukungan utama di sekitar $63.000 dan resistance kuat di $68.700. Analisis on-chain mengungkapkan bahwa holder jangka pendek yang membeli dalam beberapa bulan terakhir kini rugi dan cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka, menciptakan tekanan jual. Kelemahan ini diperparah oleh volume perdagangan spot terendah sejak 2019, menunjukkan minat investor ritel yang sangat lesu. Meski tekanan jual tampak melemah, tidak ada aliran modal signifikan dari pasar tradisional atau masuk ke ETF Bitcoin spot. Justru, yang mengkhawatirkan adalah aktivitas pasar derivatif di mana trader banyak membuka posisi long dengan leverage, berharap pada pemulihan. Optimisme ini tidak didukung oleh permintaan riil terhadap aset dasarnya, menciptakan ketidakseimbangan berbahaya. Pasar menjadi sangat rentan jika terjadi guncangan negatif. Likuiditas pembeli yang tipis dapat memicu kaskade likuidasi posisi long, berpotensi menjatuhkan harga dengan cepat ke level dukungan berikutnya di sekitar $58.500. Pemulihan yang berkelanjutan hanya akan terjadi jika Bitcoin berhasil bertahan di atas $68.700 dengan didukung peningkatan volume spot dan aliran masuk ke ETF. Sampai saat itu, risiko penurunan tajam tetap tinggi.

cryptonews.ru08/13 12:08

Mengapa Pasar Bitcoin Mandek di Tengah Statistik Makro yang Positif?

cryptonews.ru08/13 12:08

活动图片