Arah Pasar Saham AS (21 Agustus): Repo Obligasi Jangka Panjang Gagal, Walmart Mengagetkan dan Menyeret Dow Jones Turun 700 Poin
Pasar saham AS tertekan pada 21 Agustus dengan Dow Jones anjlok 703,84 poin (-1,32%). Intervensi Departemen Keuangan AS dengan memperbesar pembelian kembali obligasi jangka panjang hanya bertahan sehari, karena imbal hasil obligasi 30 tahun kembali mendekati puncak 20 tahun terdekat di sekitar 5,26%. Tekanan struktural dari utang pemerintah, defisit fiskal, dan persaingan pendanaan untuk pengeluaran modal AI tetap menjadi tantangan.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2% setelah ancaman sanksi terhadap Iran, kembali memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan premi risiko suku bunga jangka panjang. Di sisi konsumen, Walmart, pengecer terbesar AS, anjlok lebih dari 9% meski laba kuartalan mengalahkan perkiraan. Pertumbuhan penjualan toko yang sebanding di AS turun ke level terendah dalam lebih dari enam tahun, menandakan tekanan daya beli konsumen berpenghasilan rendah hingga menengah.
Saham teknologi tertekan secara luas dengan "Tujuh Raksasa" umumnya melemah. Moderna runtuh lebih dari 23% setelah melonjak hampir 180% sehari sebelumnya, mencerminkan sentimen spekulatif jangka pendek yang cepat memudar. Namun, beberapa sektor seperti memori (contohnya Micron) dan komunikasi optik (seperti Lumentum) tetap kuat didorong oleh katalis industri spesifik.
Bitcoin menembus $72.000 untuk pertama kalinya sejak awal Juni, sementara emas berjuang di sekitar $1.800 per ons di tengah tarik-menarik antara risiko geopolitik dan naiknya imbal hasil obligasi AS.
Sinyal inti pasar adalah bahwa intervensi pemerintah hanya dapat membeli waktu, bukan mengubah tren mendasar. Stabilitas pasar ke depan bergantung pada kemampuan imbal hasil obligasi jangka panjang untuk stabil, serta pemulihan sektor teknologi. Perhatian beralih ke pidato Ketua Fed Powell di konferensi Jackson Hole untuk petunjuk arah kebijakan moneter.
marsbit2 hari yang lalu 02:03