# Artikel Terkait Yen

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Yen", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Taktik Baru Wall Street: Posisi Short Yen Masih Ditambah, Tapi Kenaikan Saham Jepang Bukan Karena Penutupan Carry Trade

Pada 3 Juni, USD/JPY mencapai 160,44 (tertinggi sejak Juli 2024), sementara Nikkei 225 menembus 68.000 poin. Narasi pasar khawatir "carry trade akan runtuh seperti Agustus 2024". Namun, data menunjukkan cerita berbeda. Posisi bersih short spekulan untuk yen di pasar berjangka AS (CFTC) justru meningkat menjadi -114.667 kontrak per 26 Mei, menunjukkan spekulan masih menambah taruhan pada pelemahan yen, bukan melarikan diri. Jika Bank Jepang (BOJ) bersikap lebih hawkish atau data AS melemah, posisi short besar ini berisiko likuidasi paksa seperti tahun 2024. Meski Kementerian Keuangan Jepang melakukan intervensi terbesar dalam sejarah (11,73 triliun yen) pada April-Mei 2026 untuk mendukung yen, USD/JPY tetap menembus 160. Intervensi gagal sepenuhnya menahan level psikologis tersebut. Kenaikan Nikkei 225 didorong bukan oleh pelarian dana carry trade, melainkan oleh masuknya modal asing yang aktif mengejar tema AI dan semikonduktor. Investor asing telah membeli saham Jepang bersih selama 8 minggu berturut-turut (hingga 23 Mei), dengan pembelian tahunan mendekati 11,7 triliun yen—15,8 kali lipat dari periode sama 2025. Saham seperti SoftBank dan Socionext melonjak. BOJ telah menaikkan suku bunga secara bertahap, dari -0,1% menjadi 0,75% (tertinggi sejak 1995). Namun, berbeda dengan kenaikan Juli 2024 yang memicu crash pasar, kenaikan 2025 justru bertepatan dengan rally saham. Ini karena logika beli asing beralih ke AI, bukan lagi bergantung pada biaya pinjaman yen rendah. Hubungan ini bisa berubah jika BOJ menaikkan suku bunga lebih agresif (misalnya ke 1,0%) bersamaan dengan melemahnya dolar AS. Kesimpulannya, ketiga fakta ini bisa terjadi bersamaan: posisi short yen masih padat, intervensi terbesar gagal tahan level 160, dan rally saham Jepang didorong modal asing yang mengejar AI—tidak saling bertentangan, dan masing-masing tidak bisa secara sendiri memprediksi langkah selanjutnya.

marsbit06/04 04:49

Taktik Baru Wall Street: Posisi Short Yen Masih Ditambah, Tapi Kenaikan Saham Jepang Bukan Karena Penutupan Carry Trade

marsbit06/04 04:49

Jual Obligasi AS, Beli Obligasi Jepang, Wall Street Bersiap Hadapi "Arus Balik Modal Jepang"

Pasar obligasi Jepang mengalami perubahan drastis yang belum terlihat selama beberapa dekade, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) meroket ke level tertinggi dalam puluhan tahun. Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang mencapai 2,73%, level tertinggi sejak 1997, sementara imbal hasil 30 tahun pertama kalinya menembus 4%. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan manajer aset global mengenai kemungkinan repatriasi modal besar-besaran oleh investor Jepang, yang selama ini memegang sekitar US$1 triliun obligasi AS untuk mencari imbal hasil yang lebih baik. Dengan naiknya imbal hasil obligasi domestik, logika untuk berinvestasi di luar negeri mulai berbalik. Laporan menunjukkan tanda-tanda awal aliran masuk dana ke reksa dana obligasi pemerintah Jepang, meski dalam skala terbatas. Sejumlah lembaga keuangan, seperti BlueBay dan Ruffer, telah mulai mempersiapkan strategi untuk menyikapi potensi arus balik modal ini, termasuk dengan memegang aset dalam yen sebagai lindung nilai. Namun, repatriasi skala besar belum terjadi. Data menunjukkan investor Jepang masih membeli obligasi asing dalam 12 bulan terakhir. Ketidakpastian di pasar obligasi Jepang sendiri, termasuk kekhawatiran atas peningkatan pengeluaran pemerintah yang dapat mendorong imbal hasil lebih tinggi lagi, membuat investor menunda pembelian. Potensi pelepasan obligasi AS secara sistematis oleh investor Jepang, jika terjadi, dapat memberikan dampak signifikan pada pasar obligasi AS karena mereka merupakan pemegang terbesar di luar negeri. Meski saat ini lebih merupakan persiapan antisipatif, logika strategi ini akan semakin kuat seiring dengan terus naiknya imbal hasil obligasi Jepang.

marsbit05/18 03:29

Jual Obligasi AS, Beli Obligasi Jepang, Wall Street Bersiap Hadapi "Arus Balik Modal Jepang"

marsbit05/18 03:29

活动图片