# Artikel Terkait Wall Street

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Wall Street", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

ETF Hanya Tiket Masuk: Institusionalisasi Sejati Bitcoin Terjadi di Tempat yang Tak Terlihat

**Ringkasan: Bitcoin Melampaui ETF, Menjadi "Bahan Baku" Keuangan Institusional** Sementara ETF Bitcoin menarik semua perhatian, perubahan institusional yang lebih dalam justru terjadi di balik layar. Bitcoin kini tidak hanya sekadar aset yang dimiliki, tetapi mulai berfungsi seperti obligasi pemerintah AS atau emas—sebagai **"bahan baku keuangan" (financial primitive)** yang mendukung berbagai produk dan layanan kompleks. **Contoh Implementasi:** * **Cadangan Asuransi:** Perusahaan asuransi di Barbados menggunakan Bitcoin senilai $40 juta sebagai cadangan untuk polis asuransi properti. * **Pinjaman dan Obligasi Bertingkat:** Platform seperti Ledn menawarkan pinjaman dengan jaminan Bitcoin. Bahkan, kumpulan pinjaman tersebut telah disekuritisasi menjadi obligasi senilai $188 juta yang **mendapat peringkat investasi (BBB-) dari S&P**, pertama kalinya untuk sekuritas berbasis aset digital. * **Jaringan Kolateral & Penyelesaian:** Lembaga seperti Anchorage Digital dan Copper.co mengembangkan jaringan yang memungkinkan institusi menggunakan Bitcoin sebagai margin dan menyelesaikan transaksi dengan aman, mirip dengan pasar tradisional. * **Strategi Tanpa Pandangan (Agnostic):** Dana lindung nilai menjalankan **strategi basis (basis trade)** dengan memanfaatkan selisih harga futures dan spot Bitcoin, di mana aliran dana mereka dapat memengaruhi pasar secara mekanis, terlepas dari sentimen harga. * **Bendahara Perusahaan:** Perusahaan seperti Strategy (contoh hipotetis) membeli Bitcoin dalam skala besar dengan mendanainya melalui penerbitan obligasi konversi dan saham preferen, menciptakan produk pendapatan tetap yang didukung oleh Bitcoin. **Uji Tekanan dan Risiko:** Penurunan harga Bitcoin sekitar 27% pada Februari 2026 menguji ketahanan sistem ini. Mekanisme pencairan (liquidation) otomatis berfungsi seperti dirancang, namun juga mengungkap **risiko efek domino (contagion)** jika banyak lender mencairkan jaminan secara bersamaan saat harga turun tajam. **Kesimpulan:** ETF memecahkan masalah **cara memiliki** Bitcoin. Evolusi yang lebih signifikan adalah menjawab **untuk apa** Bitcoin dimiliki. Dengan mulai berintegrasi ke dalam mekanisme inti keuangan—sebagai kolateral, cadangan, dan dasar untuk instrumen berperingkat—peran institusional terpenting Bitcoin mungkin tidak akan pernah terlihat jelas dalam grafik aliran dana ETF, karena ia perlahan-lahan **menjadi bagian dari mesin keuangan itu sendiri**.

marsbit06/15 03:57

ETF Hanya Tiket Masuk: Institusionalisasi Sejati Bitcoin Terjadi di Tempat yang Tak Terlihat

marsbit06/15 03:57

Ripple (XRP) Telah Merambah ke Pusat Wall Street, Ini Caranya

Analis kripto Bank XRP menyoroti bagaimana Ripple Prime telah masuk ke dalam infrastruktur inti Wall Street. Hal ini menyusul pengumuman dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), yang menunjuk Ripple sebagai mitra untuk layanan tokenisasi asetnya. DTCC, yang mengkliringkan transaksi senilai $114 triliun, memasukkan Ripple Prime ke dalam kelompok kerja tokenisasi bersama lebih dari 50 firma ternama seperti BlackRock, Goldman Sachs, dan JPMorgan. DTCC berencana meluncurkan pilot perdagangan aset dunia nyata yang ditokenisasi pada Juli 2026, dengan peluncuran penuh pada Oktober 2026. Kemitraan ini dianggap sangat positif bagi XRP, karena Ripple Prime sudah digunakan di semua negara bagian AS dan memungkinkan klien menggunakan XRP serta RLUSD untuk perdagangan, kolateral, dan penyelesaian transaksi. Sementara itu, narasi tokenisasi juga menguat di XRP Ledger (XRPL), dengan total nilai Aset Dunia Nyata (RWA) melampaui $4 miliar. Aktivitas jaringan lainnya seperti jumlah pemegang RWA dan volume transaksi stablecoin juga menunjukkan peningkatan signifikan. Di sisi lain, pakar X Finance Bull mengaitkan ekspansi Bank of America melalui SWIFT dengan XRP. Bank of America tercatat sebagai anggota RippleNet dan memiliki eksposur terhadap XRP melalui ETF. Analis menegaskan bahwa bank-bank tidak memilih antara SWIFT dan Ripple, tetapi menjalankan keduanya secara bersamaan: SWIFT untuk jaringan pesan global, dan RippleNet untuk penyelesaian berbasis blockchain dengan likuiditas melalui XRP yang efisien. Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar $1,15.

bitcoinist06/09 19:04

Ripple (XRP) Telah Merambah ke Pusat Wall Street, Ini Caranya

bitcoinist06/09 19:04

Dengan Data Roadshow, Bagaimana Wall Street Melihat SpaceX Sekarang

Berdasarkan materi roadshow IPO yang diajukan ke SEC, SpaceX menargetkan valuasi sekitar $1,77 triliun dengan harga saham $135. Perusahaan ini tidak lagi hanya dilihat sebagai perusahaan roket, tetapi sebagai kompleks infrastruktur yang mengintegrasikan tiga lapisan: transportasi luar angkasa (Space), konektivitas satelit Starlink (Connectivity), dan infrastruktur komputasi AI. Data keuangan menunjukkan ketidakseimbangan: divisi Connectivity (Starlink) menghasilkan profit dengan EBITDA $72 miliar pada 2025, divisi Space menghasilkan $7 miliar, sedangkan divisi AI masih rugi $12 miliar. Secara keseluruhan, perusahaan mencatat kerugian GAAP $49 miliar pada 2025 dengan belanja modal yang sangat tinggi. Tanggapan Wall Street terpecah. Sejumlah analis dan investor melihat premium untuk platform infrastruktur masa depan yang sulit ditiru. Namun, pihak lain menyoroti valuasi yang sangat tinggi, dengan perbandingan price-to-sales antara 90-103x. Beberapa estimasi valuasi yang lebih konservatif muncul, seperti $780 miliar dari Morningstar dan sekitar $1,25 triliun dari investor lama Scottish Mortgage. Tiga titik kunci yang akan diawasi pasar adalah: pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan Starlink, kelayakan rencana ambisius divisi AI, serta diskon tata kelola karena struktur kepemilikan saham supervoting Elon Musk yang mengendalikan 82,4% hak suara. Inti perdebatan adalah seberapa banyak investor mau membayar untuk kombinasi arus kas nyata, roadmap teknologi futuristik, dan "premium Musk" dalam satu paket.

marsbit06/05 07:01

Dengan Data Roadshow, Bagaimana Wall Street Melihat SpaceX Sekarang

marsbit06/05 07:01

Hyperliquid, Minimarket Perdagangan Sehari Penuh Wall Street

**Hyperliquid: Toko Serba Ada Perdagangan Wall Street yang Buka 24/7** Hyperliquid, platform perdagangan kripto terdesentralisasi, telah menjadi pilihan utama trader jangka pendek Wall Street. Platform ini buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, memungkinkan investor membuka atau menutup posisi bahkan di akhir pegan ketika pasar saham AS tutup. Dibuat oleh mantan trader kuantitatif Jeff Yan, platform ini lahir dari kebutuhan akan sistem perdagangan berkinerja tinggi di mana pengguna menguasai aset mereka sendiri, terutama setelah runtuhnya FTX. Dengan hanya 11 karyawan, Hyperliquid dan blockchain pendampingnya menghasilkan pendapatan sekitar $800 juta tahun lalu. Platform ini menawarkan berbagai kontrak *perpetual* (tanpa tanggal kedaluwarsa) untuk aset seperti Bitcoin, indeks S&P 500, minyak mentah, dan bahkan perusahaan seperti SpaceX yang belum IPO. Produk-produk ini, sering kali dengan leverage tinggi, menarik minat dana dari dunia keuangan tradisional. Meski pengguna AS dilarang secara resmi, banyak yang mengaksesnya via VPN. Daya tariknya termasuk antarmuka yang mudah, beragam aset, dan komunitas yang kuat di mana pengguna dapat berinteraksi langsung dengan pendiri. Regulator memperingatkan risiko tinggi kontrak *perpetual* yang kompleks ini, terutama untuk investor ritail. Namun, popularitas Hyperliquid terus tumbuh, menandakan percepatan integrasi antara keuangan tradisional dan pasar kripto. Rencana selanjutnya termasuk merambah pasar prediksi dan perdagangan opsi.

foresightnews_api06/05 04:19

Hyperliquid, Minimarket Perdagangan Sehari Penuh Wall Street

foresightnews_api06/05 04:19

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

“Hanya karena aku lebih awal, bukan berarti aku salah.” Kalimat ini dari film “The Big Short” menggambarkan dengan tepat Leopold Aschenbrenner, seorang manajer dana lindung nilai termuda di Wall Street. Pada 2024, di usianya yang baru 23 tahun, Leopold dipecat oleh OpenAI karena tuduhan kebocoran informasi. Alih-alih patah semangat, ia justru mendirikan dana lindung nilai bernama Situational Awareness LP. Berbeda dengan tren pasar yang berfokus pada chip AI, ia justru memilih untuk berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur pendukung AI yang ‘membosankan’ seperti pasokan listrik, pusat data, dan jaringan energi. Hasilnya spektakuler. Hingga kuartal pertama 2026, nilai portofolio dananya telah melonjak menjadi $13,7 miliar dari hanya $255 juta di akhir 2024. Ia berhasil karena melihat masa depan AI dibatasi oleh hambatan fisik, sehingga ia memilih untuk berinvestasi pada hambatan itu sendiri. Portofolionya unik: ia menggunakan opsi jual (put option) senilai miliaran dolar untuk meng-hedge saham-saham teknologi dan semikonduktor panas seperti NVIDIA dan AMD. Sementara itu, fokus investasi utamanya adalah pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar bersih seperti Bloom Energy, serta perusahaan pusat data dan penambangan kripto yang memiliki akses ke lahan dan listrik berlimpah. Satu pengecualian adalah saham SanDisk, yang justru dibeli dan diberi opsi beli (call option). Saham SanDisk kemudian meroket sekitar 160% pada kuartal kedua 2026. Kejelian Leopold terbukti benar. Era AI kini memicu ‘demam’ infrastruktur besar-besaran. Raksasa teknologi seperti Amazon, Alphabet, dan Meta meningkatkan belanja modal mereka secara drastis untuk membangun pusat data baru. Kebutuhan global akan listrik untuk pusat data AI diprediksi akan melampaui konsumsi listrik seluruh Jepang pada 2030. Demikian pula dengan permintaan akan komponen pendukung seperti modul optik dan serat optik yang melonjak. Kisah Leopold mengajarkan bahwa di balik masa depan AI yang canggih dan ‘ringan’, terdapat pondasi yang ‘berat’ dan ‘bisu’: listrik, tanah, chip, jaringan, dan sistem pendingin. Masa depan yang hebat selalu tumbuh dari aset-aset yang tampak diam ini.

marsbit05/31 07:56

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

marsbit05/31 07:56

Wall Street Mengambil Alih Bitcoin dan Stablecoin, Tapi Peluang Nyata Untung bagi Investor Ritel Ada di Mana?

Analisis menyoroti dominasi Wall Street atas Bitcoin dan stablecoin, dengan ETF Bitcoin menarik miliaran dolar. Era mendapatkan keuntungan 100x dari altcoin acak telah berakhir secara struktural. Sementara itu, sektor seperti GameFi, NFT, dan meme coin mengalami penurunan karena masalah desain fundamental atau kehabisan pengguna baru. Peluang nyata bagi investor ritel saat ini justru terletak di tiga area: 1. **Prediksi Pasar:** Platform seperti Polymarket mengalami pertumbuhan eksplosif (21x dalam setahun) dengan basis pengguna ritel asli yang aktif, menawarkan utilitas di luar sekadar perdagangan. 2. **Hasil DeFi yang Stabil:** Imbal hasil seperti staking cair (4-8% APY) dan yield stablecoin teregulasi (5-8%) menawarkan pendapatan yang lebih dapat diandalkan dan berkelanjutan dibandingkan "farm" berisiko tinggi di masa lalu. 3. **Altcoin Pilihan:** Jika Bitcoin menembus rekor baru, aset dengan pengguna nyata di ekosistem seperti Ethereum, Base, dan Solana, serta proyek AI & DePIN yang solid, memiliki potensi. Penting untuk memilih secara selektif. Skenario paling mungkin untuk 6-12 bulan ke depan adalah pasar sideways, di mana pemilihan aset menjadi lebih kritis daripada tren pasar luas. Kesimpulan utamanya adalah pasar telah matang: peluang besar masih ada, tetapi memerlukan pemahaman mendalam dan fokus pada sektor dengan pertumbuhan riil dan utilitas nyata, bukan spekulasi buta.

marsbit05/27 13:01

Wall Street Mengambil Alih Bitcoin dan Stablecoin, Tapi Peluang Nyata Untung bagi Investor Ritel Ada di Mana?

marsbit05/27 13:01

活动图片