# Artikel Terkait Penilaian

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Penilaian", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Cara Menilai Nilai Cryptocurrency dengan Tepat?

Inti Artikel: Cara Menilai Valuasi Cryptocurrency Secara Akurat Artikel ini membahas kerangka kerja untuk menilai valuasi aset kripto dengan tepat, menekankan bahwa token tidak sama dengan ekuitas. Fokus utamanya adalah pada metrik **Nilai Perusahaan / Pendapatan Pemegang (EV/Holder Revenue)**, bukan sekadar pendapatan protokol. Poin-Poin Kunci: * **Nilai Perusahaan Token:** Dihitung sebagai Market Cap + Utang Token - Aset Treasury yang Dapat Diekstrak. Treasury perlu didiskon berdasarkan klaim yang dapat diakses pemegang token. * **Pendapatan Pemegang (Holder Revenue):** Bagian pendapatan yang benar-benar sampai ke pemegang token melalui buyback, burn, atau distribusi langsung. Rasio akrual (holder revenue/protocol revenue) sangat penting dan bervariasi antar proyek. * **Biaya Token (Dilusi):** Insentif tim dan operasional adalah biaya bisnis nyata yang mempengaruhi valuasi, sedangkan unlock investor adalah peristiwa pasar yang tidak dimasukkan dalam kelipatan valuasi inti. * **Contoh Perbandingan:** Artikel membandingkan lima protokol (HYPE, PUMP, MAPLE, JUP, SKY) untuk menunjukkan bagaimana perbedaan dalam struktur treasury, rasio akrual, dan biaya token secara signifikan mempengaruhi kelipatan valuasi mereka (mis., EV/Holder Revenue vs. EV/Protocol Revenue). Kesimpulan: Kerangka ini membantu investor memahami berapa banyak dari setiap dolar yang dibayar yang benar-benar mengalir ke kantong mereka, mengoreksi kesalahan penilaian umum yang mengabaikan perbedaan antara pendapatan protokol dan pendapatan pemegang.

marsbit03/09 03:27

Bagaimana Cara Menilai Nilai Cryptocurrency dengan Tepat?

marsbit03/09 03:27

NYSE Investasi di OKX dengan Valuasi 25 Miliar Dolar, Tokenisasi Saham Resmi Dimulai

Bursa Saham New York (NYSE), milik Intercontinental Exchange (ICE), berinvestasi dalam pertukaran crypto OKX dengan valuasi $25 miliar. OKX akan menyediakan data harga crypto real-time kepada ICE dan berencana memindahkan 2.000 karyawan ke AS untuk mendukung rencana perdagangan saham ter-tokenisasi. Perdagangan saham ter-tokenisasi dan derivatif NYSE dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2026. Kerja sama ini menandakan integrasi lebih dalam antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terpusat crypto (CeFi). ICE, yang sebelumnya telah menjelajahi aset crypto melalui infrastruktur blockchain dan investasi di Polymarket, kini mengambil langkah strategis dengan "mengakuisisi" platform crypto mapan. Tujuannya adalah memanfaatkan basis pengguna dan teknologi OKX untuk membentuk ulang lanskap perdagangan pasar modal global. Dengan penetrasi crypto yang mencapai sekitar 8-9% populasi global (sekitar 650-700 juta orang), ICE melihat potensi pasar besar. Kolaborasi ini memungkinkan ICE mengintegrasikan sistem perdagangan crypto OKX ke dalam kerangka regulasi dan manajemen risikonya, sementara OKX mendapatkan akses ke pasar AS dan jalan yang lebih jelas untuk IPO di masa depan. Artikel ini menyimpulkan bahwa langkah ini adalah bukti pergeseran signifikan menuju era perdagangan on-chain, di mana raksasa keuangan tradisional dan crypto bersaing untuk menguasai pintu masuk ke pasar modal generasi baru.

Odaily星球日报03/05 15:04

NYSE Investasi di OKX dengan Valuasi 25 Miliar Dolar, Tokenisasi Saham Resmi Dimulai

Odaily星球日报03/05 15:04

Berpamitan dengan Kekuatan Brute Komputasi: Melihat Logika Penilaian Ulang AI for Science dari 'GrainBot' HKUST

Tim ilmuwan dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) yang dipimpin oleh Prof. Guo Yike meluncurkan GrainBot, alat AI revolusioner untuk menganalisis struktur mikro material seperti yang digunakan dalam semikonduktor dan baterai. Alat ini menggunakan computer vision dan deep learning untuk secara otomatis mengidentifikasi butiran material dalam gambar mikroskop, menghitung parameter kompleks, dan menghubungkannya dengan performa material. GrainBot menandai pergeseran fokus AI dari model umum ke sains terapan (AI for Science/AI4S). Nilainya tidak diukur dari jumlah pengguna, tetapi dari kemampuannya mempersingkat siklus riset dan menemukan material baru. Misalnya, alat ini dapat mempercepat pengembangan baterai surya perovskite dari 3 tahun menjadi 6 bulan. Hong Kong, dengan keahlian ilmiahnya yang kuat, berpotensi menjadi pusat "laboratorium otonom" yang mengombinasikan AI dan robotik untuk riset material 24/7. Model bisnisnya adalah menciptakan "IP industri" yang dapat dilisensikan ke manufaktur di Greater Bay Area. Tantangan utama adalah kelangkaan data ilmiah berkualitas tinggi dan isolasi data antar laboratorium. Solusi seperti komputasi privasi mungkin diperlukan untuk berbagi data secara aman. GrainBot merepresentasikan masa depan di mana AI mengatasi tantangan dunia fisik, membuka pasar material berbasis AI yang bernilai triliunan.

marsbit03/05 09:45

Berpamitan dengan Kekuatan Brute Komputasi: Melihat Logika Penilaian Ulang AI for Science dari 'GrainBot' HKUST

marsbit03/05 09:45

活动图片