# Artikel Terkait Tokenomik

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tokenomik", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Token Berbagi Pendapatan: Membuat Pemegangnya Dapat Uang dari 'Dividen', Bukan dari 'Jual Token'

Token Berbagi Pendapatan: Memberi Pemegang Cara Menghasilkan Uang dari "Dividen", Bukan dari "Menjual Token" Penulis Brian Flynn membahas masalah ketidakselarasan insentif dalam cryptocurrency, di mana sebagian besar token dirancang untuk membuat pemegang bersaing satu sama lain dengan menjual token untuk mendapat keuntungan, bukan dengan memegangnya. Ini menciptakan "perlombaan menjual" di mana investor, tim, dan pengguna saling mengawasi kapan harus menjual, bukan berfokus pada kesuksesan proyek. Solusi seperti pembelian kembali, pembakaran, atau imbalan staking tidak menyelesaikan masalah inti karena pemegang tetap perlu menjual untuk mendapatkan keuntungan. Model yang lebih baik adalah "token berbagi pendapatan", di mana 100% pendapatan protokol didistribusikan kepada pemegang token melalui keputusan voting bersama. Pemegang memutuskan berapa yang dibagikan sebagai dividen, untuk pengembangan, atau untuk cadangan. Dengan ini, insentif menjadi selaras: pemegang menghasilkan uang dengan memegang dan membantu protokol tumbuh, bukan dengan menjual. Meskipun ada tantangan hukum (seperti klasifikasi sekuritas) dan teknis, kemajuan infrastruktur (seperti jaringan Layer-2) dan perubahan lingkungan regulasi (seperti inisiatif SEC) membuat model ini semakin layak. Penulis menekankan bahwa industri perlu mengadvokasi model yang lebih baik ini sekarang, sebelum jendela regulasi tertutup, untuk menghindari template regulasi yang didasarkan pada model token yang buruk.

比推03/02 15:41

Token Berbagi Pendapatan: Membuat Pemegangnya Dapat Uang dari 'Dividen', Bukan dari 'Jual Token'

比推03/02 15:41

Mengapa 85% Peluncuran Token Berakhir Menjadi 'Pemakaman' yang Mahal?

Sebuah analisis dari Arrakis Research mengungkapkan bahwa 85% peluncuran token pada tahun 2025 berakhir dengan kerugian, menunjukkan bahwa kegagalan ini adalah masalah desain, bukan kondisi pasar. Hanya 15% proyek yang berhasil, dan itu karena persiapan metodis yang dapat direplikasi. Kunci masalahnya adalah tekanan jual (seperti gravitasi) yang harus diatasi dengan permintaan nyata. Sumber tekanan jual termasuk penerima airdrop (80% menjual dalam 24 jam), bursa yang mencairkan token, dan market maker yang melakukan lindung nilai. Kesalahan fatal adalah Valuasi Tercairkan Sepenuhnya (FDV) yang terlalu tinggi. Token dengan FDV di atas $1 miliar pada peluncuran mengalami penurunan median 81%, dan 100% darinya berkinerja buruk. Sebaliknya, FDV yang lebih rendah memberi ruang untuk apresiasi harga. Empat pilar kesuksesan diidentifikasi: 1. **Sybil Resistance:** Menyaring alamat 'Sybil' (pencari airdrop) sebelum airdrop, seperti yang dilakukan LayerZero, secara signifikan mengurangi tekanan jual awal. 2. **Airdrop Berbasis Pendapatan:** Memperlakukan airdrop sebagai biaya akuisisi pelanggan berdasarkan biaya yang dibayarkan pengguna kepada protokol. 3. **Infrastruktur Siap Pakai:** Fitur seperti staking dan governance harus aktif segera pada hari peluncuran untuk memberikan utilitas dan mencegah penjualan. Solusi custodial yang memadai juga penting untuk investor institusional. 4. **Memilih Market Maker yang Tepat:** Market maker memberikan likuiditas, bukan permintaan. Model "engagement" lebih disukai daripada model "pinjaman" yang dapat menciptakan konflik kepentingan. Tujuan akhirnya adalah desentralisasi yang nyata dalam pengembangan, governance, alokasi nilai, dan saluran partisipasi. Intinya, peluncuran token adalah tentang menyiapkan infrastruktur yang kuat, bukan sekadar acara pemasaran. Permintaan nyata untuk token harus berasal dari utilitas protokol yang mendasarinya.

marsbit02/24 09:25

Mengapa 85% Peluncuran Token Berakhir Menjadi 'Pemakaman' yang Mahal?

marsbit02/24 09:25

活动图片