# Artikel Terkait Tokenomik

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tokenomik", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Trump di Game Web3: Hype Sementara atau Tren?

**Trump dalam Game Web3: Hype Sementara atau Tren?** Artikel ini membahas bagaimana merek politik, seperti Trump, semakin aktif memasuki industri crypto, terutama melalui game Web3. Proyek terbaru seperti "Trump Billionaires Club" menggunakan token $TRUMP dan mekanisme keterlibatan pemain. Namun, game berbasis meme sering kali hanya mengandalkan emosi dan hype jangka pendek, sehingga banyak yang cepat kehilangan minat jika tidak ada alasan jelas bagi pengguna untuk tetap terlibat. Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun perburuan mekanisme game yang dapat mempertahankan perhatian pengguna melalui aksi rutin dan hadiah yang dapat diprediksi, bukan hanya janji. Proyek seperti PEPENODE mencoba mengisi celah ini dengan menggabungkan energi meme dengan rutinitas game mining yang sederhana, tanpa memerlukan perangkat keras atau keahlian teknis. Pendekatan ini merespons tiga masalah utama: model mining yang membosankan, insentif awal yang lemah, dan kompleksitas teknis untuk pemula. PEPENODE memposisikan dirinya sebagai "meme coin mine-to-earn pertama di dunia" dengan antarmuka yang mudah dipahami. Minat awal terlihat dari data pra-penjualan yang telah menarik $2,3 juta, dengan harga token saat ini di $0,001192. Intinya, artikel ini menyoroti pergeseran tren Web3 gaming yang mencari audiens massal melalui tema-tema yang mudah dikenali dan mekanisme sederhana, di mana token menjadi alat partisipasi, bukan hanya alat spekulasi.

bitcoinist12/12 15:13

Trump di Game Web3: Hype Sementara atau Tren?

bitcoinist12/12 15:13

Audit Ambang Batas 20%: Dari 20 Aset Kripto Terbesar, Siapa yang Akan Mati oleh UU CLARITY?

Audit Ambang Batas 20%: Aset Kripto Top 20, Siapa yang Akan Mati oleh UU CLARITY? UU CLARITY Act yang diumumkan pada Desember 2025 memperkenalkan aturan ketat: jika satu entitas mengontrol >20% pasokan token atau kekuatan validasi, aset akan diklasifikasikan sebagai "sekuritas digital" yang diatur SEC, bukan "komoditas digital" yang lebih bebas. Aturan ini menjadi ancaman bagi banyak proyek kripto. **Zona Aman (Digital Commodity):** - **Bitcoin (BTC):** 0% kontrol, terdesentralisasi sempurna. - **Ethereum (ETH):** <1% kontrol, sangat terdistribusi. - **Dogecoin (DOGE) & Litecoin (LTC):** Kontrol mendekati 0%, tanpa VC atau premine. **Zona Bahaya (Berisiko Jadi Sekuritas):** - **XRP & BNB:** Kontrol oleh perusahaan induk sangat tinggi. - **TON, Sui, Aptos:** Konsentrasi token pada tim, investor, dan yayasan >50%. - **Token Layer 2 (ARB, OP):** TreasuryDAO bisa dianggap sebagai "entitas tunggal". **Zona Abu-Abu:** - **Solana (SOL):** Terdistribusi pasca-FTX, tetapi kepemilikan yayasan+VC perlu dibuktikan di bawah 20%. Proyek yang terancam memiliki waktu 360 hari untuk beradaptasi: melakukan airdrop besar-besaran untuk mendistribusikan token, menerima status sekuritas (dan kehilangan likuiditas), atau dihapus dari bursa. Masa depan pasar akan terpecah: aset terdesentralisasi seperti BTC/ETH akan didominasi institusi, sementara "altcoin VC" akan kehilangan akses ke likuiditas utama.

marsbit12/12 09:43

Audit Ambang Batas 20%: Dari 20 Aset Kripto Terbesar, Siapa yang Akan Mati oleh UU CLARITY?

marsbit12/12 09:43

Pertarungan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token

Perdebatan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token Penulis Crypto Dan menjelaskan mengapa hampir semua token kripto akhirnya bernilai nol, dengan pengecualian seperti Hyperliquid. Masalah utamanya terletak pada konflik struktural antara kepemilikan saham perusahaan dan kepemilikan token. Sebagian besar proyek kripto sebenarnya adalah perusahaan dengan token tambahan. Mereka memiliki struktur tradisional: perusahaan entitas, pendiri dengan ekuitas, investor VC dengan kursi dewan, dan tujuan profit. Ketika proyek melakukan pendanaan ganda (ekuitas + token), timbul konflik kepentingan. Nilai dan kontrol cenderung mengalir ke pemegang saham, bukan ke pemegang token. Hyperliquid menjadi sukses karena menghindari pendanaan ekuitas VC. Semua nilai ekonomi dialirkan ke protokol, bukan ke perusahaan. Secara hukum, token tidak bisa berfungsi seperti saham karena akan dianggap sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Struktur ideal untuk protokol yang sukses adalah: 1. Perusahaan tidak mengambil pendapatan; semua fee masuk ke protokol. 2. Nilai untuk pemegang token melalui mekanisme seperti buyback/burn. 3. Pendiri mendapat nilai dari token, bukan dividen. 4. Tidak ada ekuitas VC. 5. DAO mengontrol keputusan ekonomi. Bahkan struktur ideal tidak sepenuhnya menghilangkan konflik selama entitas perusahaan masih ada. Solusi ultimate adalah menjadi seperti Bitcoin/Ethereum: tanpa perusahaan, tanpa ekuitas, protokol berjalan mandiri. Kegagalan token bukan karena pemasaran yang buruk, tetapi desain struktural yang cacat. Token yang memiliki VC funding, private sale, unlock schedule untuk investor, atau mengalirkan pendapatan ke perusahaan, secara matematis ditakdirkan untuk gagal. Solusinya adalah investor harus berhenti mendanai proyek dengan desain yang cacat. Masa depan industri ada di tangan investor untuk mengalokasikan modal secara rasional.

比推12/11 19:15

Pertarungan Token vs Ekuitas: Mengungkap Konflik Dibalik Ekonomi Token

比推12/11 19:15

Sisi Gelap Altcoin

Inti dari artikel "Sisi Gelap Altcoin" menjelaskan mengapa hampir semua token kripto akhirnya bernilai nol, sementara hanya sedikit seperti Hyperliquid yang bertahan. Masalah utamanya adalah konflik struktural antara kepemilikan saham perusahaan dan kepemilikan token. Kebanyakan proyek kripto sebenarnya adalah perusahaan dengan token tambahan. Mereka memiliki ekuitas untuk pendiri, investor VC dengan kursi dewan, dan tujuan profit yang mengalir ke perusahaan, bukan ke pemegang token. Ini menciptakan tarik-menarik kepentingan: nilai mengalir ke pemegang saham, sementara token seringkali ditinggalkan. Hyperliquid sukses karena menghindari pendanaan ekuitas VC. Semua nilai ekonomi dialirkan ke protokol, bukan ke perusahaan. Token mereka dirancang untuk menangkap nilai melalui mekanisme seperti pembakaran token dan imbalan staking, mirip dengan saham tetapi tanpa melanggar hukum sekuritas. Struktur ideal untuk protokol yang sukses adalah: tidak ada pendanaan ekuitas, semua fee masuk ke protokol, nilai mengalir ke pemegang token, dan keputusan ekonomi diatur oleh DAO. Solusi akhirnya adalah menciptakan protokol yang sepenuhnya terdesentralisasi seperti Bitcoin atau Ethereum, tanpa perusahaan yang dapat diserang. Kesimpulannya, kegagalan token bukan karena pemasaran yang buruk, tetapi karena desain yang cacat. Investor harus berhenti mendanai proyek dengan model yang salah, dan mendukung inisiatif seperti MetaDAO yang menetapkan standar baru untuk struktur token. Masa depan industri ada di tangan investor yang bijak dalam mengalokasikan modal.

深潮12/11 10:24

Sisi Gelap Altcoin

深潮12/11 10:24

活动图片