# Artikel Terkait Tether

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tether", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos bukanlah sekadar dampak negatif sederhana, melainkan kompleks dan mengubah lanskap persaingan. Bagian utama dari artikel ini membahas bahwa pengumuman OUSD (Open Dollar) tidak serta merta menjadi "vonis mati" bagi Circle (CRCL). Meskipun harga saham Circle turun 15-20%, perusahaan tetap memiliki keunggulan likuiditas yang dalam, integrasi yang ada, dan keunggulan sebagai pelopor. Bahkan, renegosiasi atau pengakhiran kemitraan dengan Coinbase berpotensi mendekatkan pendapatan bersihnya. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan stablecoin default dalam ekosistem Stripe karena keunggulan rekayasa dan produknya, mengancam pangsa USDC di segmen tersebut. Tantangan inti adopsi korporat, yaitu eksposur kredit terhadap penerbit yang bukan berperingkat investasi, tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Untuk Tether, OUSD tidak langsung menargetkan pasar intinya. Tether diperkirakan akan tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle, meski pangsa pasarnya mungkin turun seiring pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Paxos dianggap menghadapi tekanan yang lebih signifikan. OUSD berpotensi melemahkan proposisi nilai utama USDG, dan keunggulan regulasi Paxos juga dapat terkikis seiring waktu, menjadikannya tantangan yang lebih mendasar dibandingkan bagi para pesaingnya. Artikel menyimpulkan bahwa Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran dan fintech serta mempertimbangkan akuisisi defensif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

marsbit4j yang lalu

Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Sisi Negatif, Melainkan Kompetisi yang Lebih Kompleks

marsbit4j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

**Ringkasan: Pengaruh OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Hanya Berita Buruk, Melainkan Dinamika Kompetisi yang Kompleks** Artikel ini menganalisis dampak peluncuran OUSD (diperkirakan terkait Stripe) terhadap para penerbit stablecoin utama. Intinya, dampaknya berbeda-beda dan kompleks: * **Terhadap Circle (USDC):** Bukanlah "vonis mati". Meski harga saham CRCL turun 15-20%, reaksi pasar dianggap wajar. Circle masih punya keunggulan likuiditas dalam, integrasi yang ada, dan first-mover advantage. Bahkan, jika kerja sama dengan Coinbase dihentikan, pendapatan bersih Circle bisa hampir dua kali lipat dalam jangka pendek, memberinya lebih banyak ruang untuk bersaing. Namun, OUSD berpotensi menjadi pilihan default di ekosistem Stripe karena keunggulan produk dan rekayasa Stripe. Circle perlu mempercepat pengembangan produk pembayaran/fintech dan mempertimbangkan akuisisi defensif. * **Terhadap Tether (USDT):** Dampaknya minimal. OUSD tidak langsung menarget pasar inti Tether, yang tetap fokus pada saluran distribusi yang tidak diprioritaskan oleh Stripe atau Circle. Pangsa pasar Tether mungkin terus turun seiring waktu, tetapi dalam pasar stablecoin yang secara keseluruhan terus tumbuh. * **Terhadap Paxos (USDP, USDG):** Tekanan justru lebih besar. OUSD berpotensi melemahkan keunggulan utama USDG. Seiring kerangka regulasi menjadi matang, keunggulan regulasi Paxos juga bisa terkikis. Oleh karena itu, tantangan dari OUSD bagi Paxos lebih mendekati tingkat eksistensial, yang menjelaskan mengapa Paxos kini lebih fokus pada bisnis *brokerage-as-a-service*. Artikel juga menyoroti bahwa hambatan utama adopsi stablecoin korporat—yaitu paparan kredit terhadap penerbit yang (seperti Circle dan Bridge) bukan berperingkat investasi—tetap belum terpecahkan oleh OUSD. Peluang terbesar justru ada di pasar hijau (*greenfield*) yang belum terjamah dengan baik.

链捕手4j yang lalu

Dampak OUSD terhadap Circle, Tether, dan Paxos: Bukan Sekadar Berita Negatif, Melainkan Persaingan yang Lebih Kompleks

链捕手4j yang lalu

Robot Juga Perlu Dompet Kripto? Raksasa Stablecoin Tether Bertaruh pada Perusahaan Jerman NEURA Robotics

Penulis: Zen, PANews Perusahaan robotika Jerman NEURA Robotics baru saja mengumumkan penyelesaian putaran pendanaan Seri C senilai hingga $1,4 miliar, dengan Tether sebagai investor utama. Pendanaan ini menjadikan valuasi NEURA sekitar $7 miliar, setara dengan valuasi IPO perusahaan robotika China Unitree. NEURA, yang didirikan pada 2019, awalnya fokus pada pengembangan robot kolaboratif (Cobot) cerdas yang dilengkapi dengan kemampuan persepsi visual dan AI. Mereka kemudian memperluas lini produk ke robot mobilitas otonom dan robot humanoid bernama 4NE-1. Strategi inti perusahaan adalah membangun platform ekosistem bernama "Neuraverse," yang memungkinkan berbagai robot dan sistem berbagi data pembelajaran untuk menciptakan efek jaringan. Yang menarik dari investasi Tether ini adalah rencana untuk mengintegrasikan teknologi dompet kripto mereka ke dalam sistem robot NEURA. Tether berencana memasang kit pengembangan dompet (WDK) sumber terbuka mereka ke dalam platform robot, memungkinkan robot untuk melakukan pembayaran dan penyelesaian transaksi secara mandiri berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Ini membuka kemungkinan skenario seperti robot gudang yang otomatis menyelesaikan pembayaran setelah menyelesaikan tugas atau model "Robot-as-a-Service" (RaaS) dengan penagihan berbasis penggunaan. Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pengujian dan penyebaran kerangka kerja komputasi AI tepi Tether, QVAC, di ekosistem Neuraverse. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keandalan dan mengurangi latensi dengan memproses data secara lokal di perangkat robot. Investasi ini menandai ambisi Tether untuk memperluas peran stablecoin dan dompet mandiri dari alat keuangan manusia menjadi infrastruktur pembayaran untuk mesin, sekaligus masuk ke lapisan kecerdasan komputasi tepi di era robotika.

marsbit06/16 09:17

Robot Juga Perlu Dompet Kripto? Raksasa Stablecoin Tether Bertaruh pada Perusahaan Jerman NEURA Robotics

marsbit06/16 09:17

Bisnis Baru Tether: Bantu Negara Kecil Menerbitkan Stablecoin

Tether, perusahaan penerbit stablecoin terbesar dunia, mengumumkan kemitraan dengan pemerintah Georgia untuk menerbitkan GEL₮, sebuah stablecoin yang dipatok pada mata uang nasional Georgia, Lari (GEL). Artikel ini menganalisis langkah strategis Tether ini dan implikasinya yang lebih luas. Analisis menunjukkan ini bukan kerja sama satu kali, melainkan bagian dari strategi Tether untuk mengembangkan bisnis standar: **menerbitkan stablecoin mata uang lokal untuk negara-negara berdaulat**. Portofolio Tether (seperti USDT, EURT, MXNT, CNHT) mencerminkan pola ini. Georgia dipilih karena faktor-faktor pendukung seperti ketergantungan tinggi pada remitansi, kerangka regulasi crypto yang sudah siap, dan kemitraan sebelumnya. Bagi Georgia, kemitraan ini menawarkan akselerasi internasionalisasi mata uangnya dengan memanfaatkan jaringan distribusi global dan likuiditas Tether. Bagi Tether, ini adalah percobaan untuk membuat "template" yang dapat direplikasi di negara lain dengan karakteristik serupa, seperti Azerbaijan, Armenia, atau Kenya. Nilai jangka panjangnya terletak pada membangun posisi sebagai **penyedia infrastruktur keuangan lintas negara**. Artikel juga menyoroti risiko dan paradoks dari model ini. Pertama, ada risiko kedaulatan moneter di mana negara menjadi bergantung pada infrastruktur swasta. Kedua, meski disebut sebagai "stablecoin mata uang lokal", pada praktiknya bisa semakin mengintegrasikan negara-negara tersebut ke dalam **sistem dolar informal berbasis USDT** di blockchain. Bank for International Settlements (BIS) telah memperingatkan risiko stabilitas keuangan dari stablecoin swasta. Kesimpulannya, jika kemitraan serupa terulang dalam 12-24 bulan ke depan, Tether dapat berevolusi dari sekadar penerbit stablecoin menjadi **organisasi pencetak mata uang lintas negara di atas blockchain**, sebuah entitas baru yang dibangun dari arbitrase regulasi, efek jaringan, dan standardisasi teknis. Kemitraan Georgia ini berpotensi menjadi titik awal penting bagi tatanan keuangan internasional baru yang mempertanyakan batas antara kedaulatan moneter dan infrastruktur swasta global.

marsbit05/26 04:47

Bisnis Baru Tether: Bantu Negara Kecil Menerbitkan Stablecoin

marsbit05/26 04:47

活动图片