Mitos Melemahnya USD Mendorong Bitcoin: Inflasi, Likuiditas, atau Perubahan Ketakutan yang Mengubah Hasil
Bitcoin turun di bawah $87.000, melanjutkan penurunannya karena tekanan jual dan ketidakpastian makro. Pelemahan dolar AS tidak serta-merta mendukung kenaikan Bitcoin. Menurut analisis CryptoQuant, hubungan antara dolar dan Bitcoin bersifat tidak langsung dan kondisional.
Terdapat tiga skenario utama:
1. Jika dolar melemah karena inflasi tinggi, Bitcoin dapat dianggap sebagai "emas digital" dan menguat.
2. Jika pelemahan disebabkan oleh pemotongan suku bunga dan likuiditas berlebih, aset berisiko seperti crypto cenderung naik.
3. Namun, jika dolar melemah akibat ketakutan atau gejolak risiko (seperti isu intervensi yen), investor beralih ke safe haven tradisional seperti emas, dan Bitcoin justru turun bersama pasar saham.
Kesimpulannya, Bitcoin hanya diuntungkan oleh pelemahan dolar yang didorong appetite risiko, bukan ketakutan. Saat ini, aliran keluar dari ETF Bitcoin menunjukkan investor memilih refuge tradisional di tengah kondisi panik.
bitcoinist01/27 02:03