Robinhood, Saham Konsep Pasar Prediksi Pertama
Robinhood, platform perdagangan saham retail terkemuka AS, kini muncul sebagai pesaing baru dalam pasar prediksi, khususnya menantang posisi Kalshi yang sebelumnya menjadi mitra strategisnya. Awalnya, pada Maret 2025, Robinhood bermitra dengan Kalshi untuk menyediakan layanan perdagangan pasar prediksi kepada penggunanya, dengan Kalshi menyediakan infrastruktur pasar dan kepatuhan regulasi. Kerja sama ini sukses, di mana sekitar 25%-35% volume perdagangan Kalshi diperkirakan berasal dari saluran Robinhood, berkontribusi signifikan pada pendapatan Robinhood.
Namun, Robinhood mulai mengembangkan ambisinya sendiri. Pada November 2025, mereka mendirikan usaha patungan dengan Susquehanna dan mengakuisisi pertukaran derivatif yang diatur CFTC, MIAXdx, yang kemudian berganti nama menjadi Rothera Exchange. Dengan infrastruktur ini, Robinhood kini memiliki kemampuan untuk mengoperasikan pasar prediksi secara mandiri.
Pada Juni 2026, bertepatan dengan Piala Dunia, Robinhood meluncurkan Rothera dan mulai mengalihkan sebagian pesanan pasar prediksi dari Kalshi ke platformnya sendiri. Event besar seperti Piala Dunia menjadi momentum yang tepat untuk menarik pengguna dan volume perdagangan. Data awal menunjukkan Rothera berhasil menangani puluhan juta kontrak dalam beberapa hari pertama.
Perkembangan ini menggeser dinamika industri. Alih-alih sekadar menjadi saluran distribusi, Robinhood kini menjadi pesaing langsung Kalshi. Insiden ini menggarisbawahi prinsip kunci: dalam era di mana produk dapat direplikasi, kontrol atas distribusi dan akses ke pengguna adalah aset paling berharga. Masa depan industri pasar prediksi mungkin akan lebih didorong oleh perebutan kontrol saluran distribusi, di mana platform dengan basis pengguna besar, seperti Robinhood, memiliki keunggulan strategis untuk mendominasi pasar.
marsbit1j yang lalu