# Artikel Terkait Perundang-undangan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Perundang-undangan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bank Sentral Rusia Usulkan Pembatasan Pembelian Kripto untuk Warga Biasa

Bank Sentral Rusia (Bank Rossii) mengusulkan pembatasan bagi warga negara Rusia biasa untuk membeli aset kripto. Wakil Ketua Pertama Bank Sentral, Vladimir Chistyukhin, menyatakan dalam wawancara bahwa bank sentral hanya akan mengizinkan investor yang memenuhi syarat (qualified investors) untuk memasuki pasar kripto, dan mereka harus melalui tes pemahaman tertentu terlebih dahulu. Namun, tidak akan ada batasan untuk menyimpan atau menjual aset kripto yang sudah dimiliki. Individu yang statusnya dilarang melakukan operasi dengan aset kripto masih dapat terus memegangnya, menjualnya, atau menukarnya dengan mata uang fiat atau aset lainnya. Pembatasan hanya akan diterapkan pada pembelian baru. Bank Sentral juga menganggap tidak perlu untuk menginformasikan kepada investor non-profesional tentang sekuritas, aset finansial digital (CFA), atau instrumen derivatif (PFI) yang terkait dengan kripto, yang saat ini hanya dapat diakses oleh investor yang memenuhi syarat. Regulator sebelumnya telah merekomendasikan agar peserta pasar profesional tidak menawarkan instrumen kripto kepada "non-qualified investors". Chistyukhin menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu, investor non-profesional mungkin masih diizinkan dengan beberapa batasan, mungkin hanya untuk instrumen yang paling likuid. Bank Sentral menekankan bahwa memutihkan (mengatur) pasar kripto di Rusia adalah hal yang sangat penting saat ini, dan berharap undang-undang regulasi kripto dapat disahkan pada tahun 2026.

RBK-crypto12/11 22:34

Bank Sentral Rusia Usulkan Pembatasan Pembelian Kripto untuk Warga Biasa

RBK-crypto12/11 22:34

Persimpangan Regulasi: Masa Depan Aset Kripto di Amerika, Eropa, dan Dunia

Perkembangan aset kripto, terutama Bitcoin, telah berevolusi dari konsep sederhana menjadi aset global yang kompleks. Lahir sebagai respons terhadap krisis finansial 2008, kripto awalnya beroperasi tanpa regulasi, mirip dengan pasar saham AS sebelum 1933. Namun, serangkaian kegagalan pada 2022 memicu perubahan menuju adopsi institusional yang lebih teratur. Di AS, regulator mulai menerapkan kerangka hukum yang jelas, seperti GENIUS Act untuk stablecoin dan upaya klarifikasi SEC-CFTC. Pergeseran kebijakan dipimpin oleh figur seperti Paul Atkins dan Scott Bessent, yang melihat potensi strategis kripto, terutama dalam mendukung permintaan obligasi AS. Institusi seperti JPMorgan kini mengintegrasikan kripto ke layanan tradisional. Sebaliknya, Uni Eropa menerapkan MiCA, regulasi komprehensif yang dianggap terlalu birokratis dan mahal bagi startup. Kebijakan ini membatasi inovasi dan mendorong talenta ke yurisdiksi lebih ramah seperti Swiss atau UAE. Sementara AS memanfaatkan kripto untuk memperkuat dominasi finansial, Eropa berisiko kehilangan relevansi karena pendekatan risk-averse dan berorientasi kontrol. Masa depan kripto akan ditandai oleh polarisasi geografis: konsumen di pasar teratur seperti AS dan UE, sementara pengembang dan protokol inti bermigrasi ke yurisdiksi yang lebih fleksibel. Perlu ada keseimbangan antara perlindungan investor dan kebebasan inovasi agar ekosistem kripto dapat berkembang secara berkelanjutan.

深潮12/10 04:01

Persimpangan Regulasi: Masa Depan Aset Kripto di Amerika, Eropa, dan Dunia

深潮12/10 04:01

活动图片