# Artikel Terkait Dominasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Dominasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Apakah Binance Masih Menjadi Exchange Terbesar di Alam Semesta?

Berjudul "Apakah Binance Masih Jadi Bursa Terbesar di Jagat Kripto?", artikel ini mempertanyakan posisi dominan Binance sebagai "bursa nomor satu" di dunia crypto, khususnya dalam hal perdagangan berjangka (contract trading) dan inovasi. Beberapa poin kunci yang diangkat: - **Tantangan Likuiditas:** Hyperliquid, sebuah exchange terdesentralisasi (DEX), dilaporkan telah melampaui Binance dalam hal volume likuidasi dan menunjukkan kedalaman order book (buku pesanan) yang lebih baik untuk aset seperti BTC, ETH, dan SOL. Transparansi on-chain menjadi daya tarik utama bagi trader besar. - **Perlambatan Inovasi:** Binance dianggap lebih lambat dalam memperluas penawaran aset baru, seperti token saham tradisional (contoh: Tesla, Intel) dan logam mulia, dibandingkan pesaing seperti Hyperliquid, Bybit, Bitget, dan Gate. - **Pergeseran Paradigma:** Tantangan terbesar Binance bukanlah kehilangan pangsa pasar secara langsung, tetapi pergeseran dalam definisi bursa itu sendiri. Poin nilai inti seperti tempat ditemukannya harga (price discovery) dan kepercayaan yang diberikan oleh transparansi on-chain mulai bergeser. Kesimpulannya, meski Binance tetap menjadi pusat likuiditas yang sangat penting, artikel ini mempertanyakan apakah keunggulan absolutnya, khususnya dalam perdagangan inti, masih tak tergoyahkan di tengah munculnya pesaing yang menawarkan transparansi dan inovasi yang lebih besar.

Odaily星球日报02/03 07:08

Apakah Binance Masih Menjadi Exchange Terbesar di Alam Semesta?

Odaily星球日报02/03 07:08

Modal Baru Hanya Memanjakan 'Old-School Altcoin'

Investasi kripto terus berkembang dengan ratusan token baru yang diluncurkan setiap tahun. Namun, pasar semakin selektif. Dominasi Bitcoin mencapai 65%, level tertinggi sejak 2021, sementara stablecoin dan derivatif on-chain kini mencakup 12.5% dari total kapitalisasi pasar. Akibatnya, altcoin menghadapi tekanan ganda: jumlah token bertambah, tetapi pangsa pasar keseluruhan menyusut. Laporan ini mengungkap pergeseran struktural menuju konsentrasi modal. Kapital terkonsentrasi pada aset yang lebih besar, matang, dan likuid, dengan 10 altcoin teratas menguasai 82% pangsa pasar altcoin (naik dari 64% di 2021). Jumlah altcoin dengan kapitalisasi pasar di atas $1 miliar juga berkurang dari 105 menjadi sekitar 58, menunjukkan penurunan "token yang dapat diinvestasikan". Kinerja imbal hasil juga mencerminkan tren ini. Sejak 2023, aset berkapitalisasi besar (`large-cap`) menghasilkan return sekitar 365%, jauh melampaui mid-cap (70%) dan small-cap (55%). Ini menandakan bahwa pasar sekarang lebih memilih aset dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat. Kesimpulannya, meski jumlah aset bertambah, modal terkonsentrasi pada Bitcoin, stablecoin, dan infrastruktur DeFi. Likuiditas dan skala menjadi lebih krusial, membuat altcoin harus berjuang untuk menarik modal jangka panjang. Meski "altseason" baru masih mungkin terjadi, keuntungan akan lebih terpusat dan pilihan modal lebih selektif daripada siklus sebelumnya.

marsbit01/21 08:51

Modal Baru Hanya Memanjakan 'Old-School Altcoin'

marsbit01/21 08:51

活动图片