Utang AS Mendekati 40 Triliun Dolar, Michael Hartnett: Long Emas Adalah Solusi Terbaik Saat Ini
Utang pemerintah AS mendekati $40 triliun, hanya tersisa $65 miliar lagi. Michael Hartnett dari Bank of America menyoroti momen ini sebagai narasi pasar inti dalam laporannya "Flow Show". Ia memprediksi utang AS akan mencapai $50 triliun sekitar tahun 2029. Dengan beban bunga utang tahunan hampir $1,4 triliun—nyaris menjadi pengeluaran pemerintah terbesar—dan penerbitan obligasi 30 tahun pada tingkat hasil tertinggi dalam 25 tahun (5,126%), tekanan pada pasar obligasi besar.
Ditambah dengan lonjakan pasokan obligasi korporasi (naik 61% secara tahunan) dan emisi besar-besaran obligasi terkait AI/data center (12 kali rata-rata tahunan), dana dialihkan dari pembelian obligasi pemerintah, memperburuk kondisi. Dalam lingkungan ini, Hartnett menegaskan prinsip alokasi aset: ABB (Jauhi Obligasi), ABD (Jauhi Dolar), dan AI (All-in AI).
Solusi intinya? **Long Emas**. Hartnett menyatakan emas tetap menjadi lindung nilai terbaik terhadap depresiasi dolar, keruntuhan obligasi, inflasi aset, dan gejolak politik. Logika melemahnya dolar didukung oleh intervensi nilai tukar yen dan toleransi kebijakan terbatas terhadap kenaikan imbal hasil obligasi menjelang pemilu.
Dalam kerangka "ABB", aset seperti REITs, bioteknologi (XBI), bank regional (KRE), dan saham kecil mulai unggul, menandakan pasar mungkin mematok puncak imbal hasil. Sementara itu, dalam kerangka "AI", saran kontra-intuitifnya adalah **short obligasi AI**, karena perusahaan AI perlu menerbitkan utang besar untuk mendanai pengeluaran modal besar dan arus kas bebas negatif.
Peristiwa penting mendatang termasuk pertemuan Jackson Hole (28 Agustus), data CPI AS (11 September), pertemuan Bank of Japan (18 September), dan Pemilu Brasil (4 Oktober). Hasil Pemilu AS November akan sangat menentukan: kemenangan Demokrat dapat memicu penurunan pasar >10%, sementara kemenangan Republik dapat mendorong gelembung AI lebih lanjut.
marsbitKemarin 03:14