2026-04-17 Jumat

Pusat Berita - Halaman 464

Dapatkan berita kripto dan tren pasar secara real-time melalui Pusat Berita HTX.

Seberapa Pesimis Wall Street? Goldman Sachs Langsung Membandingkan "Perangkat Lunak" dengan "Koran"

Analis Goldman Sachs membandingkan industri perangkat lunak saat ini dengan industri koran yang terganggu internet pada awal 2000-an dan industri tembakau yang dihantam regulasi pada akhir 1990-an. Laporan mereka menyoroti bahwa penurunan valuasi mencerminkan keraguan mendasar terhadap pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas sektor ini, bukan hanya fluktuasi laba jangka pendek. Pemicu pesimisme ini adalah kemajuan AI seperti plugin kolaboratif Claude dari Anthropic dan model Genie 3 Google, yang dianggap mulai mengancam model bisnis perangkat lunak tradisional. Meskipun valuasi saham perangkat lunak telah turun signifikan (dari P/E 35x menjadi 20x), pasar sebenarnya mengantisipasi penurunan pertumbuhan pendapatan masa depan dari 15-20% menjadi 5-10%. Goldman menekankan bahwa bottom harga saham tidak ditentukan oleh valuasi murah, tetapi oleh stabilnya ekspektasi laba, seperti yang terjadi pada industri koran dan tembakau di masa lalu. Dana lindung nilai dan reksa dana telah mengurangi eksposur ke sektor perangkat lunak, beralih ke sektor "ekonomi riil" seperti industri, energi, dan perbankan yang dianggap lebih tahan terhadap guncangan AI. Beberapa subsektor seperti perangkat lunak vertikal, layanan informasi dengan data proprietary, dan perusahaan dengan model hibrida masih dianggap memiliki daya tahan. Namun, pemulihan berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika ekspektasi laba menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

marsbit02/06 05:52

Seberapa Pesimis Wall Street? Goldman Sachs Langsung Membandingkan "Perangkat Lunak" dengan "Koran"

marsbit02/06 05:52

Billions Network Gandeng Palang Merah Spanyol Luncurkan "Platform Bantuan Digital yang Melindungi Privasi"

Billions Network, bekerja sama dengan Palang Merah Spanyol (Creu Roja) dan perusahaan infrastruktur teknologi BLOOCK, telah meluncurkan platform bantuan digital berbasis blockchain yang melindungi privasi. Platform ini menggantikan proses manual dan berbasis kertas tradisional, memberikan transparansi penuh kepada donor sekaligus melindungi martabat dan privasi penerima bantuan yang rentan. Sistem ini mendigitalkan seluruh siklus bantuan dari donasi hingga distribusi, menciptakan jejak audit yang tidak dapat diubah. Tanpa merekam informasi identitas penerima, platform ini memverifikasi kelayakan dan efektivitas bantuan. Penerima dapat menerima kredit bantuan digital melalui dompet ponsel mereka, yang dapat digunakan di merchant lokal dengan memindai kode QR, menghindari stigma dari penggunaan "kartu bantuan". Francisco López Romero dari Palang Merah Spanyol menekankan bahwa sistem ini memastikan donor dapat memverifikasi dampak donasi mereka sambil melindungi privasi penerima. Lluís Llibre dari BLOOCK menyoroti keamanan sistem dengan bukti kriptografi yang tidak menyertakan data pribadi. Evin McMullen dari Billions Network menyatakan ini adalah sistem kredensial, bukan sistem pengawasan, di mana individu memiliki dan mengendalikan data mereka sendiri. Proyek ini menjadi contoh nilai sosial blockchain yang menyelesaikan masalah transparansi dan penyalahgunaan data dalam bantuan kemanusiaan.

marsbit02/06 03:35

Billions Network Gandeng Palang Merah Spanyol Luncurkan "Platform Bantuan Digital yang Melindungi Privasi"

marsbit02/06 03:35

Bangun! Jangan Beli di Dasar Lagi: Kebenaran Keras di Balik Likuidasi Kripto $26 Miliar

Peringatan: Jangan Terburu-buru "Buy the Dip"! Likuidasi Kripto US$26 Miliar dan Penyebab Sebenarnya Pasar kripto mengalami keruntuhan signifikan dengan likuidasi mencapai US$26 miliar dalam 24 jam, mendorong Bitcoin anjlok di bawah US$60.000. Penulis berpendapat bahwa penurunan ini bukan hanya dipicu oleh faktor permukaan seperti penjualan saham AS atau kebijakan moneter, tetapi oleh penyebab mendasar: **kelangkaan modal finansial global yang nyata**. Pemicu utamanya adalah **siklus belanja modal (capital expenditure) AI skala besar**. Berbeda dengan model Web 2.0 yang ringan modal, AI membutuhkan investasi infrastruktur yang masif. Awalnya, siklus ini menyuntikkan likuiditas dan mendorong aset naik, mirip dengan stimulus fiskal. Namun, ketika "dry powder" (modal menganggur) dunia—bahkan dari investor seperti Arab Saudi dan SoftBank—sudah habis, dana untuk AI harus dialihkan dari tempat lain. Ini menciptakan **persaingan convexity untuk modal yang langka**. Akibatnya, aset spekulatif dengan durasi panjang dan arus kas masa depan (seperti kripto) dihukum paling keras, sementara aset dengan pendapatan dekat (seperti chip memori) relatif lebih tahan. AI capital expenditure berubah dari penyuntik likuiditas menjadi penarik likuiditas, berperan seperti **"QE terbalik"**. Intinya: Dunia sedang beralih dari era kelimpahan modal ke kelangkaan modal. Ini bukan waktunya untuk agresif, tetapi untuk bertahan, selektif, dan mengelola risiko dengan cermat sambil menunggu peluang yang lebih jelas.

Odaily星球日报02/06 03:17

Bangun! Jangan Beli di Dasar Lagi: Kebenaran Keras di Balik Likuidasi Kripto $26 Miliar

Odaily星球日报02/06 03:17

活动图片