2026-06-20 Sabtu

Berita Kripto - Halaman 320

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Media AS Mengungkap Fakta di Balik Penutupan Sora: Rugi Jutaan per Hari, Pengguna Menyusut Separuh, Dihadang Pesaing yang Merebut Karyawan

Beberapa minggu lalu, OpenAI mengejutkan banyak pihak dengan mengumumkan penghentian proyek Sora, alat pembuat video AI yang sebelumnya digadang-gadang sebagai terobosan berikutnya. Padahal, CEO Sam Altman hampir menyelesaikan kesepakatan senilai $1 miliar dengan Disney yang akan memungkinkan karakter Marvel dan Pixar digunakan dalam video buatan Sora. Alasan di balik keputusan ini adalah beban finansial dan komputasi yang besar. Sora dilaporkan merugi sekitar $1 juta per hari dan jumlah penggunanya turun drastis dari puncak 1 juta menjadi di bawah 500.000. Model video AI membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar, dan OpenAI memprioritaskan sumber dayanya untuk pengembangan model AI baru yang fokus pada alat produktivitas dan coding, terutama menjelang IPO. Proyek Sora dikembangkan oleh Tim Brooks dan Bill Peebles. Meta CEO Mark Zuckerberg bahkan pernah berusaha merekrut Peebles dengan tawaran gaji besar, tetapi OpenAI berhasil mempertahankannya. Meskipun sempat menjajaki versi enterprise untuk Disney, OpenAI akhirnya memutuskan untuk sepenuhnya menghentikan Sora dan mengalihkan timnya ke pengembangan robotika dan AI agent. Disney, yang awalnya antusias, menyatakan menghormati keputusan OpenAI dan kini dikabarkan sedang berdiskusi dengan lebih dari sepuluh mitra lain untuk menerapkan alat AI yang berbeda.

marsbit03/30 07:32

Media AS Mengungkap Fakta di Balik Penutupan Sora: Rugi Jutaan per Hari, Pengguna Menyusut Separuh, Dihadang Pesaing yang Merebut Karyawan

marsbit03/30 07:32

BIT Riset: Konflik Geopolitik Memanas, Mengapa Bitcoin Mulai Mengungguli Aset Tradisional?

Analisis BIT: Dengan eskalasi konflik geopolitik, Bitcoin mulai mengungguli aset tradisional. Pasar sedang menghadapi fase repricing makro yang didominasi ketegangan geopolitik, khususnya terkait Iran, yang meningkatkan ketidakpastian pasokan energi, inflasi, dan prospek pertumbuhan global. Awalnya, pasar masih mempertimbangkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, tetapi risiko konflik yang meluas telah mendorong penilaian ulang terhadap jadwal penurunan suku bunga, bahkan mengarah ke jalur kebijakan yang lebih hawkish. Tahap pertama guncangan ini didorong oleh tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak, yang menekan aset berisiko termasuk saham dan Bitcoin. Namun, Bitcoin menunjukkan ketahanan relatif lebih kuat karena harganya telah mengalami penurunan signifikan, mengurangi tekanan jual pasif. Bitcoin juga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan emas dalam lingkungan suku bunga riil tinggi karena tidak memiliki biaya penyimpanan fisik. Jika konflik berlanjut, pasar dapat beralih ke tahap kedua: kekhawatiran pertumbuhan, di mana logam industri seperti tembaga melemah, mencerminkan penurunan permintaan. Tahap ketiga mungkin melibatkan respons kebijakan, seperti intervensi fiskal atau moneter untuk melonggarkan kondisi keuangan. Dalam lingkungan ekspektasi likuiditas yang meningkat, Bitcoin cenderung diuntungkan oleh sifat aset non-sovereign-nya. Perubahan struktur aliran modal global, termasuk penyesuaian portofolio negara pengekspor sumber daya dari aset AS ke emas dan aset lain, juga memperkuat kompleksitas makro. Bitcoin tidak hanya bergantung pada preferensi risiko, tetapi juga pada posisinya dalam siklus likuiditas. Transisi naratif makro dari guncangan inflasi ke pertumbuhan hingga intervensi kebijakan dapat mengubah Bitcoin dari aset yang tertekan menjadi penerima manfaat relatif.

marsbit03/30 05:53

BIT Riset: Konflik Geopolitik Memanas, Mengapa Bitcoin Mulai Mengungguli Aset Tradisional?

marsbit03/30 05:53

活动图片