Circle secures final OCC approval for national trust bank to strengthen USDC infrastructure

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-07-10Terakhir diperbarui pada 2026-07-10

Abstrak

Circle has received final approval from the U.S. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) to establish Circle National Trust, a federally regulated national trust bank. This marks a key regulatory milestone, bringing core parts of the company's USDC stablecoin infrastructure under direct federal oversight. The new bank will initially provide digital asset custody services for Circle and its affiliates, with a pathway to serve institutional clients and potentially manage the USDC reserve in the future. The approval advances Circle from the conditional stage it reached alongside other crypto firms in late 2025. This move reflects a broader trend of integrating crypto infrastructure into the existing U.S. banking framework through national trust charters, which specialize in custody and fiduciary services rather than traditional lending.

Circle has received final approval from the U.S. Office of the Comptroller of the Currency [OCC] to establish a national trust bank. This marks a major regulatory milestone as the stablecoin issuer moves another key part of its USDC infrastructure under direct federal oversight.

The approval makes Circle one of the first crypto-native firms from the OCC’s latest wave of digital asset trust bank applicants to reach the operational stage. It also signals a broader shift as U.S. regulators increasingly integrate crypto infrastructure into the existing banking framework rather than creating a separate regime for digital assets.

Circle National Trust to provide federally regulated custody

The new institution, First National Digital Currency Bank, N.A., will operate as Circle National Trust under OCC supervision. According to Circle, the national trust bank will initially provide fiduciary digital asset custody services for the company and its affiliates.

It does this while creating a pathway to offer custody services directly to a limited number of institutional clients. This includes banks and regulated financial institutions, depending on market demand.

Circle also said the charter is designed to support future management of the USDC Reserve. Thus, bringing reserve operations under federal banking oversight if implemented.

The company described the approval as strengthening USDC’s infrastructure through federally regulated custody. It also lays the foundation for additional capabilities as the platform evolves.

Chief Executive Jeremy Allaire said the approval represents “a defining step” in bringing blockchain infrastructure into the U.S. financial system. He added that federal oversight would provide greater transparency, governance, and confidence for institutions building on public blockchains.

Approval advances latest wave of crypto trust banks

The announcement also places Circle at the forefront of the OCC’s latest push to bring crypto firms into the federal banking system.

In December 2025, the OCC granted conditional approval to a group of crypto-focused national trust bank applicants, including Circle, Ripple, BitGo, Fidelity Digital Assets, and Paxos.

Circle has now progressed from conditional to final approval, allowing it to establish and operate its national trust bank under the regulator’s supervision.

The milestone reflects a broader trend in U.S. digital asset regulation, with crypto infrastructure providers increasingly seeking national trust bank charters to expand regulated custody services and strengthen institutional participation in digital assets.

What a national trust bank means

Unlike a traditional commercial bank, a national trust bank does not operate as a retail lender or accept consumer deposits in the conventional sense. Instead, it specializes in fiduciary services, asset custody, and trust activities under OCC oversight.

For Circle, that structure enables the company to provide regulated digital asset custody while positioning USDC infrastructure within an established federal banking framework.

The approval also establishes a pathway for future reserve management under OCC supervision, reinforcing Circle’s strategy to expand regulated infrastructure around its stablecoin ecosystem.


Final Summary

  • Circle has received final OCC approval to establish Circle National Trust, moving key parts of its USDC infrastructure under direct federal banking oversight.
  • The approval advances Circle beyond the OCC’s earlier conditional approval stage.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QWhat regulatory milestone has Circle achieved regarding its USDC infrastructure?

ACircle has received final approval from the U.S. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) to establish a national trust bank, bringing a key part of its USDC infrastructure under direct federal oversight.

QWhat will be the name of the newly approved national trust bank and what is its primary initial function?

AThe newly approved national trust bank will be called 'Circle National Trust', operating as First National Digital Currency Bank, N.A. Its primary initial function is to provide fiduciary digital asset custody services for Circle and its affiliates.

QAccording to the article, what potential future role could the Circle National Trust charter support for USDC?

AThe charter is designed to support the future management of the USDC Reserve, which would bring reserve operations under federal banking oversight if implemented.

QWhich other major crypto firms were mentioned as receiving conditional OCC approval alongside Circle in December 2025?

AAlongside Circle, the OCC granted conditional approval in December 2025 to Ripple, BitGo, Fidelity Digital Assets, and Paxos.

QHow does a national trust bank differ from a traditional commercial bank, according to the article?

AUnlike a traditional commercial bank, a national trust bank does not operate as a retail lender or accept conventional consumer deposits. Instead, it specializes in fiduciary services, asset custody, and trust activities under OCC oversight.

Bacaan Terkait

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Pasar prediksi telah berkembang dari konsep akademis menjadi industri yang signifikan dengan volume perdagangan bulanan melebihi $14 miliar dan valuasi gabungan sekitar $400 miliar. Keikutsertaan Meta, dengan aplikasi Arena yang dipimpin langsung oleh Mark Zuckerberg, menandakan matangnya industri ini. Pasar prediksi berakar dari taruhan politik informal abad ke-18 dan pengembangan pasar elektronik untuk penelitian akademis pada 1988. Beroperasi dengan logika kontrak biner (ya/tidak), harga yang terbentuk secara organik melalui buku pesanan mencerminkan probabilitas suatu peristiwa. Mekanisme "skin in the game" — di mana peserta mempertaruhkan uang mereka sendiri — meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan jajak pendapat tradisional, sebagaimana terbukti dalam prediksi kebijakan moneter AS dan pemilihan Korea Selatan. Namun, pendekatan regulator di Asia sangat berbeda dengan AS. Sementara pengadilan AS mengakui pasar prediksi sebagai instrumen keuangan, banyak yurisdiksi Asia masih mengklasifikasikannya sebagai perjudian. Hal ini menciptakan tiga masalah utama: arbitrase regulasi yang mendorong pengguna ke platform luar negeri, hilangnya kedaulatan atas data informasi penting, dan kurangnya perlindungan pengguna. Artikel ini menyerukan pergeseran diskusi kebijakan di Asia dari pelarangan menjadi pengaturan yang konstruktif, untuk mengintegrasikan pasar prediksi ke dalam sistem formal, memanfaatkan data yang dihasilkannya sebagai aset nasional, dan melindungi pengguna.

marsbit1j yang lalu

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit1j yang lalu

Ethereum 10 Tahun ke Depan dalam Pandangan Vitalik

Pada Juli 2026, Vitalik Buterin mempublikasikan peta jalan jangka panjang "Lean Ethereum", yang diposisikan sebagai evolusi besar ketiga Ethereum setelah "The Merge". Rencana ini mencakup serangkaian peningkatan protokol yang akan diluncurkan bertahap dalam tiga hingga empat tahun ke depan, bertujuan untuk merekonstruksi hampir semua modul inti protokol. Peta jalan ini menetapkan lima tujuan strategis: finalitas L1 yang lebih cepat, throughput L1 mencapai 1 gigagas per detik, skalabilitas L2 level teragas, keamanan kriptografi kuantum, dan transaksi privat native di L1. Perubahan teknis inti meliputi peralihan dari verifikasi re-eksekusi ke model verifikasi berbasis bukti (proof) seperti STARK rekursif, peningkatan keamanan kuantum, pemisahan konsensus untuk finalitas lebih cepat, penetapan harga gas multidimensi, dan reformasi struktur state menjadi dua lapisan untuk biaya yang lebih rendah. Privasi juga ditingkatkan menjadi tujuan utama desain protokol. Sebuah proposal kontroversial adalah mengganti mesin virtual EVM dengan arsitektur yang lebih ramah-proof seperti RISC-V atau leanISA, yang dapat memengaruhi ekosistem L2 yang ada seperti Arbitrum. Mengenai dampak pada harga ETH, peta jalan berpotensi meningkatkan aktivitas dan pembakaran gas di L1 jika target peningkatan kapasitas terpenuhi. Namun, ini adalah proses jangka panjang, dan nilainya bergantung pada adopsi aktual, bukan hanya peningkatan kapasitas. Implementasi akan dipantau melalui indikator seperti peningkatan batas gas di upgrade Glamsterdam, pertumbuhan blob, pendapatan fee L1, dan kinerja ETH relatif terhadap BTC.

链捕手2j yang lalu

Ethereum 10 Tahun ke Depan dalam Pandangan Vitalik

链捕手2j yang lalu

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Dari Pembiayaan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Strategi "Apa yang Tidak Dilakukan" Cango Cango, perusahaan yang semula merupakan platform pembiayaan mobil di China, telah melakukan transformasi besar. Setelah go public di NYSE pada 2018, mereka beralih ke penambangan Bitcoin pada 2024 dengan mengakuisisi penambang senilai ratusan juta dolar. Kini, mereka masuk ke sektor kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan EcoHash, anak perusahaan untuk AI inference. Berbeda dengan banyak penambang yang beralih menyewakan daya ke penyedia cloud besar untuk pelatihan AI, Cango memilih strategi unik. Mereka fokus pada AI inference (penyimpulan) dengan memanfaatkan situs-situs penambangan skala kecil (10-50 MW) yang tersebar di seluruh dunia. Menurut perusahaan, situs-situs kecil ini, yang menguasai 70% daya di industri penambangan, tidak menarik bagi raksasa cloud namun sempurna untuk AI inference yang memerlukan kedekatan dengan pengguna untuk mengurangi latensi. Cango menyediakan perangkat lunak EcoLink untuk menghubungkan dan mengelola situs-situs ini, menawarkan keandalan dengan mengalihkan beban kerja jika satu situs mati. Mereka menargetkan klien seperti platform penyewaan GPU dan startup AI yang membutuhkan harga lebih kompetitif dibanding layanan cloud besar. Perusahaan tetap mempertahankan sebagian operasi penambangan Bitcoin (31.7 EH/s) sebagai mesin kas, sambil membersihkan utang dan mengumpulkan dana untuk ekspansi AI. Meski ada skeptisisme mengenai biaya transformasi dan gelembung AI, Cango yakin pada disiplin strategi "apa yang tidak dilakukan" mereka—menghindari persaingan langsung di pelatihan AI—dan memanfaatkan peluang di segmen AI inference yang terdistribusi.

Foresight News3j yang lalu

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Foresight News3j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu $BANK

Bank AI: Langkah Revolusioner di Masa Depan Perbankan Pendahuluan Dalam era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, Bank AI berada di persimpangan kecerdasan buatan (AI) dan layanan perbankan. Proyek inovatif ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang lanskap keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, langkah-langkah keamanan, dan pengalaman pelanggan melalui kekuatan AI. Saat kita memulai eksplorasi terhadap Bank AI, kita akan menyelami apa yang dimaksud dengan proyek ini, dinamika operasionalnya, konteks historisnya, dan tonggak pentingnya. Apa itu Bank AI? Pada intinya, Bank AI mewakili inisiatif transformasional yang bertujuan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam berbagai operasi perbankan. Proyek ini memanfaatkan kemampuan AI untuk mengotomatiskan proses, meningkatkan protokol manajemen risiko, dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui layanan yang dipersonalisasi. Tujuan utama dari Bank AI meliputi: Automatisasi Fungsi Perbankan: Dengan memanfaatkan teknologi AI, Bank AI bertujuan untuk mengotomatiskan tugas rutin, mengurangi beban pada sumber daya manusia dan meningkatkan efisiensi. Peningkatan Manajemen Risiko: Proyek ini menggunakan algoritma AI untuk memprediksi dan mengidentifikasi risiko, sehingga memperkuat langkah-langkah keamanan terhadap penipuan dan ancaman lainnya. Personalisasi Layanan Perbankan: Bank AI fokus pada menawarkan produk dan layanan keuangan yang disesuaikan dengan menganalisis data dan perilaku pelanggan. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan: Implementasi solusi yang didorong oleh AI, seperti chatbot dan asisten virtual, bertujuan untuk memberikan interaksi yang lebih manusiawi bagi pengguna, merevolusi cara pelanggan berinteraksi dengan bank. Dengan tujuan-tujuan ini, Bank AI memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam menjadikan perbankan lebih efisien, aman, dan berfokus pada pengguna. Siapa Pencipta Bank AI? Detail mengenai pencipta Bank AI masih belum diketahui. Dengan demikian, tidak ada individu atau organisasi spesifik yang telah diidentifikasi dalam informasi yang tersedia. Anonimitas seputar penciptaan proyek ini menimbulkan pertanyaan tetapi tidak mengurangi visi dan tujuan ambisiusnya. Siapa Investor Bank AI? Mirip dengan penciptanya, informasi spesifik mengenai investor atau organisasi pendukung Bank AI belum diungkapkan. Tanpa informasi ini, sulit untuk menguraikan dukungan finansial dan institusi yang mungkin mendorong proyek ini ke depan. Namun, pentingnya memiliki dasar investasi yang kuat adalah kunci untuk mempertahankan pengembangan di bidang inovatif seperti ini. Bagaimana Cara Kerja Bank AI? Bank AI beroperasi di beberapa front inovatif, dengan fokus pada faktor unik yang membedakannya dari kerangka perbankan tradisional. Berikut adalah fitur utama operasionalnya: Automatisasi: Dengan menerapkan algoritma pembelajaran mesin, Bank AI mengotomatiskan berbagai proses manual di dalam bank. Ini menghasilkan pengurangan biaya operasional dan memungkinkan pekerja manusia untuk mengalihkan upaya mereka ke aktivitas yang lebih strategis. Manajemen Risiko yang Canggih: Integrasi AI ke dalam praktik manajemen risiko memberikan bank alat untuk secara akurat memprediksi potensi ancaman seperti penipuan, memastikan bahwa informasi dan aset pelanggan tetap aman. Rekomendasi Keuangan yang Disesuaikan: Melalui pembelajaran terus-menerus dari interaksi pelanggan, sistem AI mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pengguna, memungkinkan mereka untuk memberikan saran yang disesuaikan tentang keputusan keuangan. Interaksi Pelanggan yang Ditingkatkan: Dengan memanfaatkan chatbot dan asisten virtual yang didukung oleh AI, Bank AI memungkinkan pengalaman pelanggan yang lebih menarik, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan jawaban untuk pertanyaan mereka dengan cepat, sehingga mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan tingkat kepuasan. Bersama-sama, fitur-fitur operasional ini memposisikan Bank AI sebagai pelopor di sektor perbankan, menetapkan tolok ukur baru untuk penyampaian layanan dan keunggulan operasional. Garis Waktu Bank AI Memahami jalur perkembangan Bank AI memerlukan melihat konteks historisnya. Berikut adalah garis waktu yang menyoroti tonggak penting dan perkembangan: Awal 2010-an: Konseptualisasi integrasi AI ke dalam layanan perbankan mulai mendapatkan perhatian saat institusi perbankan mengenali manfaat potensialnya. 2018: Terjadi peningkatan signifikan dalam implementasi teknologi AI ketika bank mulai menggunakan alat AI seperti chatbot untuk layanan pelanggan dasar dan sistem manajemen risiko untuk penanganan keamanan yang lebih baik. 2023: Kecanggihan AI terus maju, dengan AI generatif diperkenalkan untuk tugas yang lebih kompleks seperti pemrosesan dokumen dan analisis investasi waktu nyata. Tahun ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan yang diberikan kepada bank oleh teknologi AI. 2024-Status Saat Ini: Hingga tahun ini, Bank AI berada pada jalur yang meningkat, dengan penelitian dan pengembangan yang sedang berlangsung berpotensi meningkatkan kemampuan dalam operasi perbankan. Eksplorasi berkelanjutan terhadap aplikasi AI menunjukkan perkembangan menarik yang akan datang. Poin Kunci tentang Bank AI Integrasi AI dalam Perbankan: Bank AI fokus pada mengadopsi kecerdasan buatan untuk memperlancar proses perbankan dan meningkatkan pengalaman pengguna. Fokus pada Automatisasi dan Manajemen Risiko: Proyek ini sangat menekankan bidang ini, bertujuan untuk mengalihkan beban tugas rutin sambil meningkatkan kerangka keamanan melalui analitik prediktif. Solusi Perbankan yang Dipersonalisasi: Dengan memanfaatkan data pelanggan, Bank AI memungkinkan layanan perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna individu. Komitmen terhadap Pengembangan: Bank AI tetap berkomitmen pada upaya penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, memastikan adaptabilitas dan relevansi yang terus berlanjut seiring teknologi terus berkembang. Kesimpulan Secara ringkas, Bank AI merupakan langkah penting ke depan di industri perbankan, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membentuk kembali paradigma operasional, meningkatkan keamanan, dan mempromosikan kepuasan pelanggan. Meskipun ada kekurangan informasi mengenai pencipta dan investor, tujuan yang jelas dan mekanisme fungsional dari Bank AI memberikan dasar yang kuat untuk evolusi berkelanjutan. Seiring teknologi AI terus berkembang dan bergabung dengan sektor perbankan, Bank AI berada pada posisi yang baik untuk memberikan dampak signifikan terhadap masa depan layanan keuangan, meningkatkan cara kita memahami dan berinteraksi dengan perbankan.

188 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu $BANK

Cara Membeli BANK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Lorenzo Protocol (BANK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Lorenzo Protocol (BANK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Lorenzo Protocol (BANK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Lorenzo Protocol (BANK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Lorenzo Protocol (BANK)Lakukan trading Lorenzo Protocol (BANK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

716 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.05.09Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BANK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BANK (BANK) disajikan di bawah ini.

活动图片