AGI倒计时,OpenAI首席研究官重磅表态:留给人类的窗口“很小”

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-06-30Terakhir diperbarui pada 2026-06-30

Abstrak

OpenAI首席研究官Mark Chen近日表示,通用人工智能(AGI)即将到来,人类面临的窗口期“很小”。他认为,AI模型正快速接近能够自主进行“自我维持研究”的阶段,届时创新和进化或将由AI主导。 Chen指出,如今在各个领域都已出现AI的“神之一手”——做出超越人类直觉的突破。他坚信,扩展定律(Scaling Laws)尚未失效,技术进步仍处在指数曲线上。此前OpenAI在内部大力押注的推理模型o1的成功,也增强了这一信心。 随着AI执行能力的大幅提升,人类在研究中的角色可能演变为“氛围研究员”(Vibe Researcher),即主要负责提出关键问题和凭借“品味”判断成果价值,而将具体的实施、编排工作交给AI。OpenAI的路线图目标正是实现端到端的AI自主研究。 然而,通往AGI之路仍充满挑战。一是评估危机(Benchmaxxing),现有评测方法易被钻空子,缺乏真正有效的评估标准;二是“参差的前沿”问题,AI可能在复杂任务上表现出色,却在需要常识或持续学习的简单任务上失败。Chen承认这些难题,但相信正在被攻克。 最后,Chen谈及一个温馨的隐喻:当AGI实现后,他个人的愿望是开一家面馆。这暗示在AI主导认知与创新的未来,人类独有的体验、情感与故事,可能成为最宝贵的价值。

通用人工智能AGI,即将到来。

刚刚,OpenAI首席研究官Mark Chen豪言:

在某种意义上,就像希望你能感觉到,AGI(通用人工智能)即将到来......

我们正越来越接近这样一个世界:模型能够自主提出更多创新——它们能够进行自我维持的研究。

这不仅仅是效率的提升,「进化」本身也被外包给了硅基生命。

当Mark Chen在镜头前熟练地切着蘑菇和洋葱时,他谈论的不仅是一碗汤,而是人类文明最后的一块阵地。

如果AI能够自己研究自己,那在AGI到来的前夜,人类究竟该扮演什么角色?

每个领域都在经历自己的「神之一手」

要明白这句话的分量,得先回到Mark入行的那一刻。

2016年,AlphaGo对战李世石。

第二局里有一手「第37手」,落子的瞬间,全人类棋手集体看不懂。

后来才明白,那是机器走出的、人类根本想不到的一手。那一刻点燃了无数人,也把Mark Chen拽进了这个领域。

而如今呢?

「最疯狂的是,」Mark说,「你现在在几乎每一个领域,都能看到『神之一手』。」

数学里有,计算机科学里有,编程里有。

他描述了一个很微妙的时间点:很多人是在今年年初「一觉醒来」,突然意识到:AI agent在我这一行,真的能干活了。

不是玩具。不是demo。是能替你完成有意义的、长周期的真实工作(long-horizon work)。

这意味「模型自己做研究」这件事,不再是科幻片里的桥段。

它是从一连串已经发生的「神之一手」里,自然外推出来的下一步。

你顺着这条线往前看,终点处站着的,就是那个会自己搞研究的模型。

Scaling不止,预训练未死

可这种乐观,到底靠什么撑着?

靠一个信念:Scaling曲线还没到头。

这两年,「预训练已死」「语言模型到不了AGI」的论调隔三差五就要冒出来。

Mark Chen对这些唱衰「相当激烈地反对」。

他点破了套路。

「预训练已死」听着很新鲜,其实是部老掉牙的剧本,过去这些年被反复重播。

每一次,都有人指着某个瓶颈说「到顶了,过不去了」;每一次,OpenAI又总能掏出一个新的工程技巧、或某个研究上的新洞见,把那堵墙凿穿。

Mark Chen坚信,「我们正处在指数曲线上。它已经撑过了将近10个数量级,没有任何理由它不会继续撑下去。」

而最有说服力的证据,是OpenAI自己亲手赌赢过一次。

赌的,就是推理(reasoning)。

o1刚立项时,连OpenAI内部都有人不信。

当时「预训练+后训练」的范式太能打了,有人会很自然地问:机器已经转得好好的,何必再去折腾别的?

是Jakub Pachocki、Ilya Sutskever等几个有信念、有判断力的人硬推,才慢慢把它变成全公司的根本性赌注。

一年后,o1出世,推理范式引爆整个行业。

曲线还没到头,加上最大的突破往往来自一开始没人信的赌注,这两条加在一起,就是Mark Chen敢说「模型自我维持研究不远了」的底气。

当模型开始在长达数周、甚至数月的任务上进行思考时,它所产生的创新,可能已经超出了人类专家的认知盲区。

这正是「自我维持科研」的基石:如果它能推导出人类没见过的数学公式,它当然也能写出比人类更优的算法架构。

Vibe Researcher:当执行力变得廉价

我们已经有了vibe coder——动动嘴,让AI写代码。

研究,也在往这个方向滑。

在访谈中,一个极具争议的概念被反复提及:Vibe Researcher(氛围研究员)。

这是一个略带自嘲但深思熟虑的职业预测。

Mark认为,未来的顶级研究员将不再是那个写下每一行PyTorch代码的人,而是那个「拿捏感觉」的人。

无论是OpenAI还是其他实验室,你都开始看到,大量的工作正在变成以「编排」(orchestration)为主。

翻译成人话:人负责出主意,模型负责把活全干完。

研究员动脑子想点子,剩下的实现、执行、调度,模型自己搞定。

OpenAI的三年路线图,终点写得明明白白:让模型做端到端(end-to-end)的研究,从出主意到出成果,全程自己来。

但这条路上,全是还没填平的坑

随着AI能够自主执行和编排(Orchestration)任务,人类的工作将被极限压缩到两端:

1、提出真正的问题。

2、判断AI给出的答案是否有「灵魂」。

这就是所谓的「品味」(Taste)

因为机器没有「生活」,所以它没有「常识」,也就无从产生「品味」。

但冷静下来想,Mark Chen自己比谁都清楚,这条路远没有铺平。

第一个坑:评测,崩了。

他用了一个内部词,叫「Benchmaxxing」(刷榜)——找一堆和测试集长得几乎一模一样的题,往死里训,分数好看得不得了,泛化能力半点没涨。

更糟的是,公认的金标准benchmark数量太少。

「我们真的处在一场评测危机里。」他说,SAT那种经典测试,对今天的模型全都饱和了。

甚至,一个评测一旦被公开到世界上,它就已经不是好评测了,就像一张印出来就立刻作废的考卷。

应对这一问题的两种策略:

1、将评估创建团队与模型优化团队分离,形成一种对抗性激励。

2、大规模部署模型并观察实际应用中的失败模式。

他还指出,每一项新能力的出现都会伴随着对应的评估需求,而引导评估方向是他工作中相当重要的一部分。

第二个坑:参差的前沿(jagged frontier)。

模型能拿下奥数、信奥级别的难题,却可能搞不定人类随手就能做的琐事,就一个能心算微积分、却不会自己系鞋带的天才。

差在哪?差在「上下文」,差在持续学习(continual learning)——把一个任务里学到的教训,用到下一个任务上。

这对人太自然了,对模型,却是全行业正在死磕的硬骨头。

被问到通往AGI是不是还需要两三个根本性的突破,Mark没接。

他说,持续学习这种东西是「必须解锁的基础能力」,至于算不算"突破"他说不好,但「很多发都已经瞄准了球门,我相当确定它们会进。」

这就是他的态度:坑是真的,每一个坑都已经有人在填,而且他赌填得上。

汤的隐喻:在AGI之后去开个面馆

访谈中最温馨的一幕,是关于「汤」的故事。

据说Mark Zuckerberg曾试图用自制的汤去挖走OpenAI的研究员,而Mark Chen的回应则是:直接把汤带到办公室分给大家。

当被问到AGI实现后的终极愿望时,这位掌管着全球最强大AI大脑的人,回答:

「我想去开个面馆。这可能是我的AGI后爱好。」

这个回答里藏着深意。

当AI能够完成所有「自我维持的科研」,当所有的知识和创新都能以光速产生,人类最稀缺的资源将不再是智力,而是「体验」

机器可以算出一碗汤的最佳咸度,但它永远无法赋予这碗汤以「温度」和「故事」。

参考资料:

https://www.youtube.com/watch?v=fpAthTtha8c

https://finance.biggo.com/podcast/1241bc21164ccc75

本文来自微信公众号“新智元”,作者:ASI启示录

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

Q根据OpenAI首席研究官Mark Chen的观点,通用人工智能(AGI)何时可能到来?

AMark Chen没有给出AGI到来的具体时间点,但他表示AGI“即将到来”,并强调人类留给自己的窗口期“很小”,暗示可能比许多人预期的更早。

QMark Chen认为,当前AI发展的主要瓶颈是什么?

AMark Chen指出了两大主要挑战:一是“评测危机”,即现有的标准评估方法(Benchmarks)对先进模型已经失效,难以衡量真实能力;二是“参差的前沿”,即模型在复杂专业任务上表现出色,但在需要常识、上下文和持续学习的日常任务上仍有不足。

Q文章中提到“Vibe Researcher”是什么意思?这预示着研究领域将如何变化?

A“Vibe Researcher”(可译为“氛围研究员”或“感觉研究员”)是Mark Chen提出的一个概念,指未来研究人员的角色将从亲手执行具体研究任务,转变为提出创意、把握方向和进行“编排”(Orchestration),即主要负责出主意和判断成果的“品味”(Taste),而把具体的执行、实现等工作交给AI模型完成。

Q为什么Mark Chen对“预训练已死”这类论调表示强烈反对?

AMark Chen认为“预训练已死”是周期性出现的过时论调。他坚信扩展律(Scaling Laws)依然有效,AI能力仍在指数曲线上增长。他举例说明了OpenAI通过工程突破和新洞见(如押注重推理的o1模型)多次打破了所谓的“天花板”,因此没有理由认为这条增长曲线会很快终结。

Q在Mark Chen的想象中,AGI实现后人类最宝贵的价值是什么?他个人的愿望是什么?

AMark Chen认为,当AGI能够完成所有自我维持的科研后,人类最稀缺的资源将不再是智力或知识创造力,而是独特的“体验”、“温度”和“故事”。这些是AI无法替代的。他个人在AGI实现后的终极愿望是“去开个面馆”,这象征性地表达了对回归人性化、有温度的生活体验的向往。

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit51m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit51m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手59m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手59m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu $S$

Memahami SPERO: Tinjauan Komprehensif Pengenalan SPERO Seiring dengan perkembangan lanskap inovasi, munculnya teknologi web3 dan proyek cryptocurrency memainkan peran penting dalam membentuk masa depan digital. Salah satu proyek yang telah menarik perhatian di bidang dinamis ini adalah SPERO, yang dilambangkan sebagai SPERO,$$s$. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan informasi terperinci tentang SPERO, untuk membantu para penggemar dan investor memahami dasar-dasar, tujuan, dan inovasi dalam domain web3 dan crypto. Apa itu SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ adalah proyek unik dalam ruang crypto yang berusaha memanfaatkan prinsip desentralisasi dan teknologi blockchain untuk menciptakan ekosistem yang mendorong keterlibatan, utilitas, dan inklusi finansial. Proyek ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi peer-to-peer dengan cara baru, memberikan pengguna solusi dan layanan keuangan yang inovatif. Pada intinya, SPERO,$$s$ bertujuan untuk memberdayakan individu dengan menyediakan alat dan platform yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam ruang cryptocurrency. Ini termasuk memungkinkan metode transaksi yang lebih fleksibel, mendorong inisiatif yang dipimpin komunitas, dan menciptakan jalur untuk peluang finansial melalui aplikasi terdesentralisasi (dApps). Visi mendasar dari SPERO,$$s$ berputar di sekitar inklusivitas, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan dalam keuangan tradisional sambil memanfaatkan manfaat teknologi blockchain. Siapa Pencipta SPERO,$$s$? Identitas pencipta SPERO,$$s$ tetap agak samar, karena ada sumber daya publik yang terbatas yang memberikan informasi latar belakang terperinci tentang pendiriannya. Kurangnya transparansi ini dapat berasal dari komitmen proyek terhadap desentralisasi—sebuah etos yang banyak proyek web3 bagi, memprioritaskan kontribusi kolektif di atas pengakuan individu. Dengan memusatkan diskusi di sekitar komunitas dan tujuan kolektifnya, SPERO,$$s$ mewujudkan esensi pemberdayaan tanpa menonjolkan individu tertentu. Dengan demikian, memahami etos dan misi SPERO tetap lebih penting daripada mengidentifikasi pencipta tunggal. Siapa Investor SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ didukung oleh beragam investor mulai dari modal ventura hingga investor malaikat yang berdedikasi untuk mendorong inovasi di sektor crypto. Fokus investor ini umumnya sejalan dengan misi SPERO—memprioritaskan proyek yang menjanjikan kemajuan teknologi sosial, inklusivitas finansial, dan tata kelola terdesentralisasi. Fondasi investor ini biasanya tertarik pada proyek yang tidak hanya menawarkan produk inovatif tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada komunitas blockchain dan ekosistemnya. Dukungan dari investor ini memperkuat SPERO,$$s$ sebagai pesaing yang patut diperhitungkan di domain proyek crypto yang berkembang pesat. Bagaimana SPERO,$$s$ Bekerja? SPERO,$$s$ menerapkan kerangka kerja multi-faceted yang membedakannya dari proyek cryptocurrency konvensional. Berikut adalah beberapa fitur kunci yang menekankan keunikan dan inovasinya: Tata Kelola Terdesentralisasi: SPERO,$$s$ mengintegrasikan model tata kelola terdesentralisasi, memberdayakan pengguna untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan mengenai masa depan proyek. Pendekatan ini mendorong rasa kepemilikan dan akuntabilitas di antara anggota komunitas. Utilitas Token: SPERO,$$s$ memanfaatkan token cryptocurrency-nya sendiri, yang dirancang untuk melayani berbagai fungsi dalam ekosistem. Token ini memungkinkan transaksi, hadiah, dan fasilitasi layanan yang ditawarkan di platform, meningkatkan keterlibatan dan utilitas secara keseluruhan. Arsitektur Berlapis: Arsitektur teknis SPERO,$$s$ mendukung modularitas dan skalabilitas, memungkinkan integrasi fitur dan aplikasi tambahan secara mulus seiring dengan perkembangan proyek. Kemampuan beradaptasi ini sangat penting untuk mempertahankan relevansi di lanskap crypto yang selalu berubah. Keterlibatan Komunitas: Proyek ini menekankan inisiatif yang dipimpin komunitas, menggunakan mekanisme yang memberikan insentif untuk kolaborasi dan umpan balik. Dengan memelihara komunitas yang kuat, SPERO,$$s$ dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pengguna dan beradaptasi dengan tren pasar. Fokus pada Inklusi: Dengan menawarkan biaya transaksi yang rendah dan antarmuka yang ramah pengguna, SPERO,$$s$ bertujuan untuk menarik basis pengguna yang beragam, termasuk individu yang mungkin sebelumnya tidak terlibat dalam ruang crypto. Komitmen ini terhadap inklusi sejalan dengan misi utamanya untuk memberdayakan melalui aksesibilitas. Garis Waktu SPERO,$$s$ Memahami sejarah proyek memberikan wawasan penting tentang trajektori dan tonggak perkembangannya. Berikut adalah garis waktu yang disarankan yang memetakan peristiwa signifikan dalam evolusi SPERO,$$s$: Fase Konseptualisasi dan Ideasi: Ide awal yang membentuk dasar SPERO,$$s$ dikembangkan, sangat selaras dengan prinsip desentralisasi dan fokus komunitas dalam industri blockchain. Peluncuran Whitepaper Proyek: Setelah fase konseptual, whitepaper komprehensif yang merinci visi, tujuan, dan infrastruktur teknologi SPERO,$$s$ dirilis untuk menarik minat dan umpan balik komunitas. Pembangunan Komunitas dan Keterlibatan Awal: Upaya jangkauan aktif dilakukan untuk membangun komunitas pengguna awal dan investor potensial, memfasilitasi diskusi seputar tujuan proyek dan mendapatkan dukungan. Acara Generasi Token: SPERO,$$s$ melakukan acara generasi token (TGE) untuk mendistribusikan token asli kepada pendukung awal dan membangun likuiditas awal dalam ekosistem. Peluncuran dApp Awal: Aplikasi terdesentralisasi (dApp) pertama yang terkait dengan SPERO,$$s$ diluncurkan, memungkinkan pengguna untuk terlibat dengan fungsionalitas inti platform. Pengembangan Berkelanjutan dan Kemitraan: Pembaruan dan peningkatan berkelanjutan terhadap penawaran proyek, termasuk kemitraan strategis dengan pemain lain di ruang blockchain, telah membentuk SPERO,$$s$ menjadi pemain yang kompetitif dan berkembang di pasar crypto. Kesimpulan SPERO,$$s$ berdiri sebagai bukti potensi web3 dan cryptocurrency untuk merevolusi sistem keuangan dan memberdayakan individu. Dengan komitmen terhadap tata kelola terdesentralisasi, keterlibatan komunitas, dan fungsionalitas yang dirancang secara inovatif, ia membuka jalan menuju lanskap keuangan yang lebih inklusif. Seperti halnya investasi di ruang crypto yang berkembang pesat, calon investor dan pengguna dianjurkan untuk melakukan riset secara menyeluruh dan terlibat dengan perkembangan yang sedang berlangsung dalam SPERO,$$s$. Proyek ini menunjukkan semangat inovatif industri crypto, mengundang eksplorasi lebih lanjut ke dalam berbagai kemungkinan yang ada. Meskipun perjalanan SPERO,$$s$ masih berlangsung, prinsip-prinsip dasarnya mungkin benar-benar mempengaruhi masa depan cara kita berinteraksi dengan teknologi, keuangan, dan satu sama lain dalam ekosistem digital yang saling terhubung.

97 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.17Diperbarui pada 2024.12.17

Apa Itu $S$

Apa Itu AGENT S

Agent S: Masa Depan Interaksi Otonom di Web3 Pendahuluan Dalam lanskap Web3 dan cryptocurrency yang terus berkembang, inovasi secara konstan mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi dengan platform digital. Salah satu proyek perintis, Agent S, menjanjikan untuk merevolusi interaksi manusia-komputer melalui kerangka agen terbuka. Dengan membuka jalan untuk interaksi otonom, Agent S bertujuan untuk menyederhanakan tugas-tugas kompleks, menawarkan aplikasi transformasional dalam kecerdasan buatan (AI). Eksplorasi mendetail ini akan menyelami seluk-beluk proyek, fitur uniknya, dan implikasinya untuk domain cryptocurrency. Apa itu Agent S? Agent S berdiri sebagai kerangka agen terbuka yang inovatif, dirancang khusus untuk mengatasi tiga tantangan mendasar dalam otomatisasi tugas komputer: Memperoleh Pengetahuan Spesifik Domain: Kerangka ini secara cerdas belajar dari berbagai sumber pengetahuan eksternal dan pengalaman internal. Pendekatan ganda ini memberdayakannya untuk membangun repositori pengetahuan spesifik domain yang kaya, meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan tugas. Perencanaan Selama Rentang Tugas yang Panjang: Agent S menggunakan perencanaan hierarkis yang ditingkatkan pengalaman, pendekatan strategis yang memfasilitasi pemecahan dan pelaksanaan tugas-tugas rumit dengan efisien. Fitur ini secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk mengelola beberapa subtugas dengan efisien dan efektif. Menangani Antarmuka Dinamis dan Tidak Seragam: Proyek ini memperkenalkan Antarmuka Agen-Komputer (ACI), solusi inovatif yang meningkatkan interaksi antara agen dan pengguna. Dengan memanfaatkan Model Bahasa Besar Multimodal (MLLM), Agent S dapat menavigasi dan memanipulasi berbagai antarmuka pengguna grafis dengan mulus. Melalui fitur-fitur perintis ini, Agent S menyediakan kerangka kerja yang kuat yang mengatasi kompleksitas yang terlibat dalam mengotomatisasi interaksi manusia dengan mesin, membuka jalan untuk berbagai aplikasi dalam AI dan seterusnya. Siapa Pencipta Agent S? Meskipun konsep Agent S secara fundamental inovatif, informasi spesifik tentang penciptanya tetap samar. Pencipta saat ini tidak diketahui, yang menyoroti baik tahap awal proyek atau pilihan strategis untuk menjaga anggota pendiri tetap tersembunyi. Terlepas dari anonimitas, fokus tetap pada kemampuan dan potensi kerangka kerja. Siapa Investor Agent S? Karena Agent S relatif baru dalam ekosistem kriptografi, informasi terperinci mengenai investor dan pendukung keuangannya tidak secara eksplisit didokumentasikan. Kurangnya wawasan yang tersedia untuk umum mengenai fondasi investasi atau organisasi yang mendukung proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang struktur pendanaannya dan peta jalan pengembangannya. Memahami dukungan sangat penting untuk mengukur keberlanjutan proyek dan potensi dampak pasar. Bagaimana Cara Kerja Agent S? Di inti Agent S terletak teknologi mutakhir yang memungkinkannya berfungsi secara efektif dalam berbagai pengaturan. Model operasionalnya dibangun di sekitar beberapa fitur kunci: Interaksi Komputer yang Mirip Manusia: Kerangka ini menawarkan perencanaan AI yang canggih, berusaha untuk membuat interaksi dengan komputer lebih intuitif. Dengan meniru perilaku manusia dalam pelaksanaan tugas, ia menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Memori Naratif: Digunakan untuk memanfaatkan pengalaman tingkat tinggi, Agent S memanfaatkan memori naratif untuk melacak sejarah tugas, sehingga meningkatkan proses pengambilan keputusannya. Memori Episodik: Fitur ini memberikan panduan langkah demi langkah kepada pengguna, memungkinkan kerangka untuk menawarkan dukungan kontekstual saat tugas berlangsung. Dukungan untuk OpenACI: Dengan kemampuan untuk berjalan secara lokal, Agent S memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kontrol atas interaksi dan alur kerja mereka, sejalan dengan etos terdesentralisasi Web3. Integrasi Mudah dengan API Eksternal: Versatilitas dan kompatibilitasnya dengan berbagai platform AI memastikan bahwa Agent S dapat dengan mulus masuk ke dalam ekosistem teknologi yang ada, menjadikannya pilihan menarik bagi pengembang dan organisasi. Fungsionalitas ini secara kolektif berkontribusi pada posisi unik Agent S dalam ruang kripto, saat ia mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah dengan intervensi manusia yang minimal. Seiring proyek ini berkembang, aplikasi potensialnya di Web3 dapat mendefinisikan ulang bagaimana interaksi digital berlangsung. Garis Waktu Agent S Pengembangan dan tonggak Agent S dapat dirangkum dalam garis waktu yang menyoroti peristiwa pentingnya: 27 September 2024: Konsep Agent S diluncurkan dalam sebuah makalah penelitian komprehensif berjudul “Sebuah Kerangka Agen Terbuka yang Menggunakan Komputer Seperti Manusia,” yang menunjukkan dasar untuk proyek ini. 10 Oktober 2024: Makalah penelitian tersebut dipublikasikan secara terbuka di arXiv, menawarkan eksplorasi mendalam tentang kerangka kerja dan evaluasi kinerjanya berdasarkan tolok ukur OSWorld. 12 Oktober 2024: Sebuah presentasi video dirilis, memberikan wawasan visual tentang kemampuan dan fitur Agent S, lebih lanjut melibatkan pengguna dan investor potensial. Tanda-tanda dalam garis waktu ini tidak hanya menggambarkan kemajuan Agent S tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan keterlibatan komunitas. Poin Kunci Tentang Agent S Seiring kerangka Agent S terus berkembang, beberapa atribut kunci menonjol, menekankan sifat inovatif dan potensinya: Kerangka Inovatif: Dirancang untuk memberikan penggunaan komputer yang intuitif seperti interaksi manusia, Agent S membawa pendekatan baru untuk otomatisasi tugas. Interaksi Otonom: Kemampuan untuk berinteraksi secara otonom dengan komputer melalui GUI menandakan lompatan menuju solusi komputasi yang lebih cerdas dan efisien. Otomatisasi Tugas Kompleks: Dengan metodologinya yang kuat, ia dapat mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah, membuat proses lebih cepat dan kurang rentan terhadap kesalahan. Perbaikan Berkelanjutan: Mekanisme pembelajaran memungkinkan Agent S untuk belajar dari pengalaman masa lalu, terus meningkatkan kinerja dan efektivitasnya. Versatilitas: Adaptabilitasnya di berbagai lingkungan operasi seperti OSWorld dan WindowsAgentArena memastikan bahwa ia dapat melayani berbagai aplikasi. Saat Agent S memposisikan dirinya di lanskap Web3 dan kripto, potensinya untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan mengotomatisasi proses menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi AI. Melalui kerangka inovatifnya, Agent S mencerminkan masa depan interaksi digital, menjanjikan pengalaman yang lebih mulus dan efisien bagi pengguna di berbagai industri. Kesimpulan Agent S mewakili lompatan berani ke depan dalam pernikahan AI dan Web3, dengan kapasitas untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi. Meskipun masih dalam tahap awal, kemungkinan aplikasinya sangat luas dan menarik. Melalui kerangka komprehensifnya yang mengatasi tantangan kritis, Agent S bertujuan untuk membawa interaksi otonom ke garis depan pengalaman digital. Saat kita melangkah lebih dalam ke dalam ranah cryptocurrency dan desentralisasi, proyek-proyek seperti Agent S pasti akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan teknologi dan kolaborasi manusia-komputer.

946 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.14Diperbarui pada 2025.01.14

Apa Itu AGENT S

Cara Membeli S

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Sonic (S) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Sonic (S) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Sonic (S) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Sonic (S) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Sonic (S)Lakukan trading Sonic (S) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.5k Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.15Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli S

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga S (S) disajikan di bawah ini.

活动图片