Pakar kripto Bank XRP telah menyoroti bagaimana Ripple Prime telah merambah ke infrastruktur inti Wall Street. Ini menyusul pengumuman dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), di mana mereka menetapkan perusahaan kripto tersebut sebagai mitra untuk layanan tokenisasi mereka.
Bagaimana Ripple dan XRP Telah Merambah ke Wall Street
Dalam sebuah postingan X, Bank XRP menyatakan bahwa Ripple kini berada di dalam infrastruktur inti Wall Street. Dia mencatat bahwa DTCC, yang menyelesaikan transaksi senilai $114 triliun, telah mengonfirmasi bahwa Ripple Prime termasuk di antara lebih dari 50 perusahaan yang bergabung dengan kelompok kerja tokenisasi mereka. Perusahaan ini bergabung dengan nama-nama seperti BlackRock, Goldman Sachs, dan JPMorgan, yang juga disebutkan oleh DTCC.
DTCC mengungkapkan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan pilot perdagangan produksi aset dunia nyata yang ditokenisasi menggunakan layanannya pada Juli 2026 dan kemudian meluncurkan layanannya pada Oktober 2026. Sementara itu, menanggapi postingan Bank XRP, analis kripto ChartNerd menyoroti bahwa kemitraan DTCC dengan Ripple Prime merupakan sinyal positif (bullish) bagi XRP.
Dalam sebuah postingan X, dia mencatat bahwa Ripple Prime digunakan di semua negara bagian AS dan bahwa perusahaan pialang tersebut kini mengizinkan klien untuk menggunakan XRP dan RLUSD. Dia menambahkan bahwa perusahaan pialang utama (prime brokerage) tersebut memanfaatkan kedua aset untuk perdagangan, jaminan (kolateral), dan penyelesaian pasca-perdagangan. Perlu dicatat bahwa kemitraan dengan DTCC ini muncul seiring dengan narasi tokenisasi yang semakin panas di XRP Ledger (XRPL).
Data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa XRP Ledger kini telah melampaui total nilai RWA sebesar $4 miliar, naik lebih dari 10% dalam 30 hari terakhir. Metrik lain, seperti jumlah pemegang RWA, kapitalisasi pasar stablecoin, jumlah pemegang stablecoin, dan volume transaksi stablecoin, juga meningkat dalam 30 hari terakhir, menandakan aktivitas jaringan yang signifikan.
Pakar Tunjukkan Hubungan XRP dengan Kemitraan Bank of America dan SWIFT
Dalam sebuah postingan X, pakar kripto X Finance Bull menjelaskan bagaimana langkah Bank of America meluncurkan pembayaran lintas batas via SWIFT terkait dengan XRP. Dia mencatat bahwa bank tersebut telah terdaftar sebagai anggota RippleNet dan pernah duduk di Komite Tata Kelola (Governance Committee) Ripple. Pakar itu menambahkan bahwa bank tersebut juga memiliki eksposur terhadap XRP melalui ETF XRP Volatility Shares.
Sejalan dengan ini, X Finance Bull mencatat bahwa bank yang sama, yang berekspansi melalui SWIFT, sudah memiliki eksposur XRP yang teregulasi dan hubungan dengan perusahaan pembayaran tersebut. Dia menyatakan bahwa bank-bank tidak memilih antara SWIFT dan Ripple tetapi menjalankan kedua jalur tersebut secara bersamaan. Di satu sisi, SWIFT memberikan jangkauan pesan global kepada bank-bank ini di lebih dari 11.000 institusi. Di sisi lain, RippleNet dikatakan menyediakan penyelesaian berbasis blockchain dan likuiditas sesuai permintaan (on-demand liquidity) melalui XRP, di mana kecepatan, biaya, dan efisiensi modal menjadi penting.
Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar $1.15, mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir, menurut data dari CoinMarketCap.









