OUSD, yang Menyebabkan Circle Jatuh 17% dalam Semalam, Terlibat Kontroversi Pemasaran
**Ringkasan:**
Pada 30 Juni malam, perusahaan Open Standard mengumumkan peluncuran stablecoin baru Open USD (OUSD), yang menawarkan pencetakan/penebusan gratis, berbagi pendapatan dari aset cadangan, dan tata kelola bersama mitra. Pengumuman awal menyebutkan lebih dari 140 mitra, termasuk perusahaan besar seperti Western Union, Ripple, MetaMask, dan Aave. Berita ini menyebabkan harga saham Circle, perusahaan di balik USDC, anjlok 17,55%.
Namun, kontroversi muncul pada 3 Juli ketika beberapa perusahaan yang disebutkan dalam daftar, seperti Samsung Electronics, Dunamu (induk Upbit), dan Shinhan Financial Group, menyangkal keterlibatan formal. Mereka mengklaim hanya melakukan pembicaraan eksplorasi awal atau bahkan mengetahui nama mereka ada dalam daftar dari pemberitaan media.
CEO Circle, Jeremy Allaire, menyampaikan keraguan terhadap model bisnis OUSD, khususnya mengenai keberlanjutan layanan gratis dan tantangan tata kelola multi-perusahaan. Meskipun ada kontroversi pemasaran ini, beberapa perusahaan seperti Stripe dan Coinbase telah menyatakan dukungan eksplisit untuk mengintegrasikan OUSD.
Aksi pemasaran Open Standard dikritik sebagai "legitimacy-borrowing," yakni meminjam legitimasi perusahaan lain tanpa persetujuan penuh, yang berisiko merusak kepercayaan di sektor stablecoin yang sangat mengandalkannya.
Foresight News07/06 08:36