Tokenisasi Surat Utang AS Meredup, Tokenisasi Ekuitas Menjadi Medan Pertempuran Baru RWA
**Intisari:**
Pasar obligasi pemerintah AS tokenisasi (RWA) yang sebelumnya berkembang pesat kini stagnan, sementara pasar saham tokenisasi justru tumbuh cepat, baik dalam volume maupun kualitas. Berbagai pihak, mulai dari platform Web3 asli, perusahaan fintech, bursa kripto, hingga penyedia infrastruktur tradisional seperti DTCC, Bursa Saham New York, dan Nasdaq, melihat saham tokenisasi sebagai peluang besar berikutnya.
Artikel ini menganalisis berbagai pendekatan tokenisasi saham berdasarkan kerangka klasifikasi SEC, yang membedakannya menjadi empat jenis utama: **Efek Tokenisasi yang Disponsori Penerbit** (contoh: Securitize), **Efek Tokenisasi Kustodial** (contoh: DTCC, Ondo), **Efek Tertaut** (contoh: Ondo, xStocks, Robinhood Stock Tokens), dan **Swap Berbasis Efek** (contoh: Robinhood Classic Tokens). Setiap struktur memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama terkait hak kepemilikan (seperti hak suara), kepatuhan regulasi, dan fleksibilitas penggunaan di *blockchain*.
Pemain kunci seperti Securitize menekankan kepatuhan penuh dan hak pemegang saham penuh, sementara Ondo dan xStokes fokus pada aksesibilitas luas dan kompatibilitas dengan ekosistem DeFi melalui struktur "Efek Tertaut". Robinhood, dengan basis pengguna besar, baru masuk dengan pendekatan serupa. Infrastruktur tradisional seperti DTCC juga mulai bereksperimen dengan tokenisasi untuk meningkatkan efisiensi.
Coinbase, yang belum meluncurkan layanan, menyatakan akan menawarkan token saham yang didukung 1:1 dengan hak pemegang saham, tetapi dapat digunakan di *chain* dan tidak tersedia untuk klien AS, menunjukkan kemungkinan menggunakan struktur pihak ketiga. Masa depan kompetisi akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kerangka regulasi dan apakah saham tokenisasi dapat menjadi katalis pertumbuhan berikutnya untuk sektor RWA secara keseluruhan.
marsbit2 hari yang lalu 10:32