Harga Emisi STRC yang Dikembangkan Berbincang dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjebak dalam Death Spiral?
Artikel ini membahas kinerja saham preferen STRC milik perusahaan Strategy, yang dirancang untuk diperdagangkan pada nilai nominal 100 dolar AS, namun kini terperangkap dalam diskon hingga 13% di bawah nilai nominal. Penurunan harga ini mendorong imbal hasil efektifnya mendekati 13%. Latar belakang produk ini menarik karena CEO Michael Saylor mengaku merancang mekanismenya dengan bantuan AI.
Terdapat perdebatan mengenai masa depan STRC. Di satu sisi, ada kekhawatiran bahwa diskon yang membesar dapat memicu "spiral kematian": harga turun, dividen naik secara otomatis, meningkatkan kewajiban kas Strategy, yang mungkin memaksa perusahaan untuk menjual lebih banyak Bitcoin (BTC) atau menerbitkan lebih banyak saham untuk membayarnya, sehingga semakin menekan harga. Peter Schiff, seorang ekonom, mengecam struktur ini sebagai skema Ponzi yang bergantung pada pendanaan baru.
Di sisi lain, pendukung seperti Jesse Myers berargumen bahwa penjualan saat ini lebih disebabkan oleh likuidasi posisi leverage investor, bukan masalah mendasar pada model bisnis. Mereka percaya Strategy memiliki cadangan yang cukup dan opsi pendanaan lain, dengan penjualan BTC sebagai pilihan terakhir. Perusahaan sendiri telah mengubah kebijakan dividen STRC dari bulanan menjadi dua minggu sekali.
Analisis dari model AI seperti ChatGPT, Grok, dan Claude menunjukkan bahwa pemulihan harga ke 100 dolar dimungkinkan, tetapi memerlukan peningkatan kepercayaan pasar, cakupan dividen yang berkelanjutan, dan kenaikan harga Bitcoin. Titik kunci pengamatan adalah akhir Juni, ketika penyesuaian otomatis tingkat dividen berdasarkan harga rata-rata dapat kembali meningkatkan kewajiban pembayaran Strategy, menguji ketahanan model ini di tengah tekanan pasar.
链捕手06/23 09:35