Dua Raksasa AI Telan Sepertiga Komputasi Baru Global, Tahun Depan Mendekati Separuhnya
Dua raksasa AI, Anthropic dan OpenAI, saat ini mengonsumsi sekitar sepertiga dari peningkatan kapasitas komputasi global tahun ini, dan diperkirakan akan mendekati setengahnya pada tahun depan. Menurut analis Dylan Patel dari SemiAnalysis, tren ini dapat menyebabkan kedua perusahaan mendominasi sebagian besar komputasi efektif global pada akhir 2028.
Konsumsi komputasi mereka melonjak tiga hingga empat kali lipat dalam setahun, setara dengan daya tiga pembangkit listrik tenaga nuklir besar. Pertumbuhan ini didorong oleh metrik kunci: pendapatan per megawatt. Kedua perusahaan kini telah melewati ambang profitabilitas, dengan Anthropic bahkan mencapai $50 juta per megawatt. Laba yang lebih tinggi memungkinkan mereka membeli lebih banyak daya komputasi, melatih model yang lebih kuat, dan menghasilkan lebih banyak pendapatan—menciptakan siklus umpan balik yang memperkuat dominasi mereka.
Meskipun penyedia cloud seperti AWS dan Google masih memiliki sebagian besar infrastruktur, penggunaan daya komputasi semakin terkonsentrasi pada dua laboratorium AI ini. Mereka bertindak sebagai penyewa besar, sementara perusahaan seperti Meta dan SpaceX mulai membangun infrastruktur mereka sendiri untuk kemudian disewakan.
Sebagian besar daya komputasi ini (sekitar 50%) dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan arsitektur baru, bukan hanya pelatihan model. Proporsi untuk inferensi (menjalankan model) diperkirakan akan menurun karena perusahaan lebih memilih menginvestasikan kembali keuntungan ke dalam penelitian AGI (Kecerdasan Buatan Umum), yang dianggap memiliki imbalan jangka panjang lebih besar daripada dividen.
Namun, tantangan muncul, termasuk kebutuhan pembiayaan besar (perkiraan $11 triliun untuk 2024-2029), potensi kenaikan biaya pinjaman global, dan intervensi regulasi pemerintah yang dapat membatasi pelepasan model canggih dan mengganggu siklus pertumbuhan mereka.
Analis memperingatkan bahwa skala dan efek jaringan dapat menyebabkan konsentrasi kekuatan AI yang ekstrem, di mana satu perusahaan pada akhirnya dapat mengendalikan "tenaga kerja AI" yang melebihi populasi manusia, menimbulkan pertanyaan mendasar tentang siapa yang akan mengontrol AGI di masa depan.
marsbit2 hari yang lalu 11:54