# Artikel Terkait Perundang-undangan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Perundang-undangan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Pertarungan "Perang" Bursa Korea dengan Badan Pengawas, Menantang Batasan Penegakan dan Legislasi

Industri kripto Korea Selatan sedang mengalami konflik terbuka dengan regulator. Otoritas Intelijen Keuangan (FIU) telah memberlakukan hukuman berat, seperti penangguhan operasi parsial dan denda besar, kepada bursa besar seperti Upbit (Dunamu) dan Bithumb karena dugaan pelanggaran anti-pencucian uang (AML), termasuk transaksi dengan VASP luar negeri yang tidak terdaftar. Namun, bursa-bursa kini melawan melalui jalur hukum. Pengadilan telah memenangkan Dunamu dalam beberapa tuntutan dan menangguhkan eksekusi hukuman terhadap Bithumb, dengan alasan FIU tidak cukup jelas dalam menjelaskan standar pelanggaran dan dasar hukum hukuman beratnya. Di front lain, asosiasi industri DAXA menentang rencana amandemen undang-undang yang akan mewajibkan pelaporan transaksi mencurigakan (STR) untuk semua transfer aset kripto di atas 10 juta won (sekitar Rp 120 juta). DAXA berargumen aturan "satu ukuran untuk semua" ini akan membanjiri sistem dengan laporan yang tidak relevan, justru melemahkan efektivitas pengawasan AML, dan melampaui kewenangan hukum yang ada. Konflik ini menyoroti ketegangan dalam regulasi kripto Korea: kerangka hukum menyeluruh belum matang, sementara penegakan aturan AML yang ada semakin ketat. Perlawanan dari bursa menandai pergeseran, di mana tindakan regulator kini lebih sering ditantang di pengadilan dan dalam proses legislatif. Hasil jangka panjang dari konflik ini dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih matang dan berkelanjutan.

marsbit05/11 08:34

Pertarungan "Perang" Bursa Korea dengan Badan Pengawas, Menantang Batasan Penegakan dan Legislasi

marsbit05/11 08:34

RUU CLARITY Akan Dibahas Pekan Depan, Apa Hasil untuk 'Hak Mendapat Bunga' Stablecoin?

**RINGKASAN: RUU CLARITY akan Dibahas, Masa Depan "Hak Bunga" Stablecoin Dipertaruhkan** Regulasi kripto Amerika Serikat memasuki momen penting. Komite Perbankan Senat AS akan membahas **RUU CLARITY** pada 14 Mei, sebuah undang-undang yang telah lama didorong industri kripto untuk menciptakan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital. RUU ini terutama menangani tiga masalah inti: 1. Memperjelas batas wewenang antara regulator sekuritas (SEC) dan komoditas (CFTC) terkait aset digital. 2. Menentukan kapan suatu token dikategorikan sebagai sekuritas, komoditas, atau kelas lainnya, guna memberikan kepastian hukum. 3. **Menyelesaikan konflik antara industri kripto dan perbankan terkait stablecoin**, khususnya soal pemberian imbalan atau bunga. Kompromi dalam RUU mengusulkan bahwa **memberi imbalan atas kepemilikan stablecoin USD yang tidak digunakan (menganggur) akan dilarang**, karena dianggap terlalu mirip dengan deposito bank. Namun, imbalan terkait aktivitas penggunaan seperti pembayaran atau transfer masih diizinkan. Bank-bank tradisional khawatir kebijakan ini akan memicu aliran dana keluar dari sistem perbankan yang diasuransikan, mengikis basis deposito, dan berisiko terhadap stabilitas keuangan. Di sisi lain, perusahaan kripto berargumen bahwa melarang pihak ketiga memberikan imbalan atas stablecoin adalah praktik anti-persaingan yang melindungi kepentingan bank. Kelangsungan RUU ini bergantung pada dukungan setidaknya 7 Senator Demokrat di Senat. Hasilnya akan menentukan tidak hanya masa depan regulasi kripto AS, tetapi juga bagaimana batas kompetisi finansial antara bank tradisional dan perusahaan kripto dalam hal pembayaran dan tabungan akan ditata ulang.

marsbit05/09 05:12

RUU CLARITY Akan Dibahas Pekan Depan, Apa Hasil untuk 'Hak Mendapat Bunga' Stablecoin?

marsbit05/09 05:12

活动图片