# Artikel Terkait Arus Keluar ETF

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Arus Keluar ETF", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

**CLARITY Act dalam Hitungan Mundur: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto Jika Tidak Lolos Sebelum Reses Agustus?** Undang-Undang Pasar Aset Digital (*CLARITY Act*), yang bertujuan memperjelas batas regulasi antara SEC dan CFTC serta memberikan jalur hukum untuk token terdesentralisasi, menghadapi tenggat waktu ketat. RUU ini harus melewati proses di Senat AS sebelum reses 10 Agustus, namun negosiasi terakhir terhambat oleh isu etika kepemilikan kripto pejabat dan klausul perlindungan pengembang (*developer*). Kemungkinan lolos tahun ini turun menjadi sekitar 40%. Jika gagal lolos sebelum reses, dampak utama di pasar diperkirakan bukan kejatuhan drastis, melainkan aliran keluar modal berkelanjutan dari produk seperti ETF, yang sudah terlihat dengan rekor penarikan dari ETF Bitcoin AS pada Juni. Aset seperti XRP, yang sangat bergantung pada kepastian status komoditas dari RUU ini, berpotensi kehilangan "premium" positif regulasinya. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum yang sudah diklasifikasikan sebagai komoditas mungkin terdampak lebih ringan, meski inovasi di sektor DeFi bisa terus terbebani ketidakpastian. Ada tiga skenario ke depan: (1) lolos sebelum reses Agustus, memicu pemulihan harga; (2) tertunda hingga 2027, memperpanjang periode ketidakpastian; atau (3) gagal total dan harus diajukan kembali di Kongres mendatang. Meski menghadapi rintangan politik dan waktu yang sempit, proses RUU ini hingga tahap lanjut menunjukkan upaya serius AS dalam menjawab keraguan regulasi di sektor kripto.

marsbit07/05 02:15

Hitungan Mundur RUU CLARITY: Bagaimana Pasar Kripto Jika Belum Tuntas Sebelum Reses Agustus?

marsbit07/05 02:15

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bearish Cryptocurrency?

Menurut artikel ini, pasar bear crypto saat ini ditandai dengan beberapa indikator negatif utama. Indeks Premium Bitcoin Coinbase telah berada di zona negatif selama 46 hari berturut-turut, rekor terpanjang. Aksi jual Bitcoin oleh perusahaan seperti MicroStrategy (disebut sebagai "Strategy" dalam teks) pada akhir Mei memicu penurunan harga lebih lanjut, dengan BTC bahkan sempat jatuh di bawah $58,000. Analis menyebutkan bahwa Bitcoin telah跌破 200-week moving average, sebuah sinyal konfirmasi pasar bear. Beberapa prediksi awal mengenai akhir bear market, seperti dari CryptoQuant, BIT, dan K33, ternyata belum akurat karena harga terus turun. Kerugian bagi pemegang jangka panjang (long-term holders) BTC dan ETH semakin meluas. Harga saham preferen STRC MicroStrategy sempat terdevaluasi jauh dari nilai nominal $100, meski kemudian sedikit pulih setelah pengumuman program buyback. Mengenai kapan bear market akan berakhir, terdapat beberapa perkiraan. Yi Lihua memperkirakan Juli-Agustus sebagai waktu terbaik untuk akumulasi. Jiang Zhu'er memprediksi BTC akan mencapai dasar antara $42.000-$44.000 pada Oktober-Desember. Indikator harga seperti 4-year moving average dan 200-week moving average heatmap juga dianalisis. Secara kesimpulan, tanpa stimulus eksternal yang kuat, bear market ini diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya selama 2-3 bulan ke depan, dengan periode akhir September hingga awal Oktober menjadi jendela kritis untuk mengamati potensi pemulihan.

marsbit07/03 10:29

Seberapa Jauh Lagi Kita dari Akhir Bearish Cryptocurrency?

marsbit07/03 10:29

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

Pasar biasanya melihat setiap pelarian "lemah" sebagai sinyal bullish. Logikanya sederhana: selama fase bear, pemegang jangka pendek (STH) mulai menjual dengan kerugian, menambah pasokan segar ke pasar. Dengan turunnya Bitcoin dari sekitar $80k ke $59k, tidak mengherankan jika pemegang ini kini tertekan dan mengunci kerugian. Data menunjukkan sekitar 50.000 BTC dikirim ke bursa dengan kerugian dalam 24 jam terakhir. Indeks Fear & Greed juga kembali ke wilayah 'ketakutan ekstrem'. Sinyal lain datang dari penambang: biaya produksi Bitcoin telah naik ke sekitar $78k, jauh di atas harga spot saat ini sekitar $60k, memberikan tekanan pada operasi penambangan. Semua faktor ini menunjukkan BTC mungkin sedang membentuk dasar. Namun, satu bagian kritis masih hilang: permintaan. Meskipun ada sinyal kapitulasi, data on-chain menunjukkan saldo di bursa sentralisasi (CEX) justru meningkat, dengan cadangan bertambah bersih 85k BTC sejak awal 2026. Aliran institusional juga negatif, dengan ETF spot Bitcoin mengalami outflow bersih 71,6k BTC dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan pembeli belum menyerap kelebihan pasokan. Kesimpulannya, meskipun sentimen lemah, tekanan penambang, dan kapitulasi STH menunjukkan dasar potensial, tidak akan ada guncangan pasokan (supply shock) yang berarti hingga saldo bursa mulai tren turun dan permintaan nyata muncul. Narasi pembentukan dasar Bitcoin terlihat prematur tanpa peningkatan permintaan ini.

ambcrypto06/29 09:04

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

ambcrypto06/29 09:04

活动图片