# Artikel Terkait Disrupsi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Disrupsi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Seberapa Pesimis Wall Street? Goldman Sachs Langsung Membandingkan "Perangkat Lunak" dengan "Koran"

Analis Goldman Sachs membandingkan industri perangkat lunak saat ini dengan industri koran yang terganggu internet pada awal 2000-an dan industri tembakau yang dihantam regulasi pada akhir 1990-an. Laporan mereka menyoroti bahwa penurunan valuasi mencerminkan keraguan mendasar terhadap pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas sektor ini, bukan hanya fluktuasi laba jangka pendek. Pemicu pesimisme ini adalah kemajuan AI seperti plugin kolaboratif Claude dari Anthropic dan model Genie 3 Google, yang dianggap mulai mengancam model bisnis perangkat lunak tradisional. Meskipun valuasi saham perangkat lunak telah turun signifikan (dari P/E 35x menjadi 20x), pasar sebenarnya mengantisipasi penurunan pertumbuhan pendapatan masa depan dari 15-20% menjadi 5-10%. Goldman menekankan bahwa bottom harga saham tidak ditentukan oleh valuasi murah, tetapi oleh stabilnya ekspektasi laba, seperti yang terjadi pada industri koran dan tembakau di masa lalu. Dana lindung nilai dan reksa dana telah mengurangi eksposur ke sektor perangkat lunak, beralih ke sektor "ekonomi riil" seperti industri, energi, dan perbankan yang dianggap lebih tahan terhadap guncangan AI. Beberapa subsektor seperti perangkat lunak vertikal, layanan informasi dengan data proprietary, dan perusahaan dengan model hibrida masih dianggap memiliki daya tahan. Namun, pemulihan berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika ekspektasi laba menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

marsbit02/06 05:52

Seberapa Pesimis Wall Street? Goldman Sachs Langsung Membandingkan "Perangkat Lunak" dengan "Koran"

marsbit02/06 05:52

Dulu Ditertawakan Gila, Kini Dipelajari Frame by Frame: Sepuluh Tahun Perjalanan Balik Justin Sun dan 'Sunology'

Dalam beberapa tahun terakhir, "Sunology" — studi tentang strategi dan filosofi bisnis Sun Yuchen — menjadi fenomena viral. Buku lamanya "Dunia yang Kejam dan Lembut" tiba-tiba masuk daftar buku terpopuler WeChat Reading pada awal 2026, memicu diskusi luas di platform media sosial. Sun Yuchen, pendiri TRON dan tokoh kripto ternama, dikenal sebagai "burung phoenix yang tak pernah mati" di industri ini. Dari latar belakang biasa, ia membangun kekayaan melalui serangkaian langkah berisiko tinggi: all-in Bitcoin dan saham Tesla di awal, masuk ke dunia kripto pada 2017, mengakuisisi Steemit, hingga mengambil alih HTX (dulu Huobi). Filosofinya berpusat pada "kemenangan" — ia percaya bahwa fokus pada hal yang benar dari perspektif masa depan, mengabaikan stabilitas semu, dan berani menghadapi ketidakpastian adalah kunci sukses. Langkah kontroversial seperti makan pisang senilai $6,2 juta atau makan malam dengan Warren Buffett adalah bagian dari strategi "serangan dimensional" untuk merebut perhatian dan membangun narasi. Meski menghadapi tekanan regulasi, volatilitas pasar, dan kritik publik, Sun tidak pernah meninggalkan meja permainan. Ketabahan dan kemauannya untuk tetap berada dalam sorotan — bahkan di saat-saat tersulit — menjadikannya simbol ketahanan dan visi jangka panjang. Kini, dengan HTX yang memiliki 55 juta pengguna terdaftar dan transaksi triliunan dolar, Sun terus berekspansi ke AI, eksplorasi luar angkasa, dan komputasi spasial. Sunology bukan sekadar meme; ia mencerminkan perubahan zeitgeist di mana orang mencari logika bertahan dalam chaos — pelajaran dari seseorang yang tidak hanya bertahan, tetapi menang.

marsbit01/30 05:53

Dulu Ditertawakan Gila, Kini Dipelajari Frame by Frame: Sepuluh Tahun Perjalanan Balik Justin Sun dan 'Sunology'

marsbit01/30 05:53

活动图片