Arah Pasar Saham AS: Indeks Nasdaq Anjlok 3,5% Intraday Lalu Memulih Secara Ajaib, Besok CPI Jadi Penentu
Selasa kemarin, pasar saham AS mengalami rollercoaster yang dramatis, dengan Indeks Nasdaq sempat anjlok 3,5% sebelum akhirnya pulih sebagian besar kerugiannya dan ditutup hanya turun 0,97%. Aksi jual dipicu oleh postingan Donald Trump di Truth Social yang mengonfirmasi sebuah helikopter serang Apache milik AS ditembak jatuh oleh Iran di Selat Hormuz. Meski menegaskan AS "harus merespons," Trump dan Wakil Presiden Vance juga menyatakan perjanjian damai dengan Iran "sangat dekat," mungkin dicapai dalam 2-3 hari, yang menenangkan pasar.
Pemulihan menjelang penutupan mengisyaratkan bahwa para pelaku pasar enggan menambah posisi short sebelum rilis data CPI bulan Mei hari ini (Rabu), dan masih percaya bahwa ketegangan dengan Iran pada akhirnya akan terselesaikan. Pasar minyak justru bergerak berlawanan dengan logika, dengan harga WTI jatuh 3,93% di bawah $90 karena harapan perdamaian, rencana penambahan produksi OPEC+, dan kekhawatiran akan pengetatan moneter Fed.
Performa sektor terbelah: teknologi terus tertekan, sementara saham-sahan defensif di indeks Dow Jones mendukung kenaikan. Saham chip, setelah pembantaian triliunan dolar pekan lalu, masih terombang-ambing menunggu katalis. Data CPI hari ini dinanti sebagai penentu arah utama: jika inflasi mendingin, bisa memicu rally teknis; jika lebih panas dari perkiraan, tekanan jual bisa berlanjut. Semua mata tertuju pada pukul 8:30 pagi waktu AS.
marsbit06/10 01:39