# Artikel Terkait Blockchain

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Blockchain", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Setelah Mengirim Server AI Nvidia ke Luar Angkasa, Startup Antariksa Ini Kini Menambang Bitcoin

Perusahaan rintisan luar angkasa Starcloud, yang sebelumnya dikenal sebagai Lumen Orbit, berencana menambang Bitcoin di luar angkasa menggunakan satelit Starcloud-2 pada 2026. Ini akan menjadi penambangan Bitcoin pertama di luar angkasa. CEO Philip Johnston menyoroti keunggulan luar angkasa seperti pasokan energi matahari yang berkelanjutan dan stabil, serta lingkungan yang mengurangi biaya pendinginan perangkat. Selain itu, penambangan di luar angkasa dapat menghindari tekanan energi dan regulasi di Bumi. Namun, tantangan signifikan tetap ada, termasuk biaya peluncuran yang tinggi, radiasi ekstrem, dan kesulitan dalam pemeliharaan perangkat. Meskipun memiliki potensi ekonomi, penambangan Bitcoin di luar angkasa saat ini mungkin lebih bersifat simbolis atau sebagai strategi pemasaran. Starcloud, didukung oleh investasi dari a16z, Sequoia Capital, dan lainnya, telah mencapai prestasi dengan meluncurkan server AI NVIDIA H100 ke orbit dan menjalankan model AI Gemma milik Google. Perusahaan ini bertujuan membangun pusat data orbital dengan biaya energi 10 kali lebih rendah daripada di Bumi. Rencana masa depannya termasuk konstelasi 88.000 satelit untuk platform komputasi awan dan pelatihan AI di luar angkasa. Perusahaan lain seperti Google, SpaceX, dan Lonestar juga menjelajahi pusat data luar angkasa, menandai pergeseran persaingan komputasi AI ke luar angkasa.

marsbit03/10 05:36

Setelah Mengirim Server AI Nvidia ke Luar Angkasa, Startup Antariksa Ini Kini Menambang Bitcoin

marsbit03/10 05:36

Dari OpenClaw Melihat AI Agent: Paradigma Investasi Baru di Pasar Kripto

Evolusi AI telah berkembang dari model bahasa besar ke asisten yang dapat memanggil alat, dan kini ke AI Agent yang mampu menjalankan tugas secara mandiri. OpenClaw, sebuah proyek open-source, muncul sebagai infrastruktur penting dalam era AI Agent dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan AI dengan berbagai alat seperti browser, database, dan API. OpenClaw memungkinkan AI tidak hanya merespons pertanyaan tetapi juga merencanakan dan mengeksekusi tugas kompleks secara otonom. Arsitekturnya meliputi model bahasa, sistem penjadwalan Agent, modul keterampilan, dan lingkungan eksekusi, yang bersama-sama mendukung pengembangan aplikasi AI yang lebih efisien dan terdesentralisasi. Dalam konteks pasar crypto, OpenClaw berpotensi merevolusi operasi on-chain dengan memperkenalkan "peserta digital" berupa AI Agent yang dapat menganalisis data, menjalankan strategi perdagangan, dan mengelola likuiditas DeFi secara otomatis. Integrasi ini dapat mendorong terciptanya ekonomi digital yang lebih otomatis, di mana AI Agent berperan sebagai pelaku baru dalam jaringan blockchain. Peluang investasi muncul di berbagai sektor, termasuk infrastruktur AI + Crypto (seperti jaringan komputasi terdesentralisasi), pasar data AI, platform perdagangan otomatis, dan jaringan AI terdesentralisasi. OpenClaw, sebagai katalis teknologi, mempercepat pengembangan ekosistem AI otomatis yang dapat membentuk kembali masa depan blockchain dan ekonomi digital.

比推03/09 05:28

Dari OpenClaw Melihat AI Agent: Paradigma Investasi Baru di Pasar Kripto

比推03/09 05:28

活动图片