# Artikel Terkait AI

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "AI", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Memahami x402 dan MPP dalam Satu Artikel: Dua Jalur Pembayaran Agent

Ringkasan: Artikel ini membahas dua pendekatan berbeda untuk pembayaran oleh Agen AI: x402 dan MPP. x402, yang dipimpin oleh Coinbase, mengusung pendekatan minimalis. Protokol ini membayar pembayaran langsung ke dalam permintaan HTTP, menggunakan status code 402. Ini sangat sederhana, tanpa sistem akun atau perantara, cocok untuk pengembang independen dan skenario yang terbuka dan tanpa izin. Pembayaran dilakukan sepenuhnya on-chain dengan stablecoin. MPP, dikembangkan oleh Stripe dan Tempo, adalah solusi yang lebih komprehensif. Ini menggunakan mekanisme "sessions" untuk pembayaran streaming, memungkinkan banyak transaksi mikro dalam satu otorisasi. Dibangun di atas blockchain Tempo yang cepat, MPP juga mendukung pembayaran hybrid (mata uang kripto dan fiat seperti kartu kredit) melalui Shared Payment Tokens (SPT) Stripe. Ini dilengkapi dengan sistem kepatuhan dan manajemen risiko yang lengkap, menjadikannya ideal untuk aplikasi perusahaan dengan volume tinggi. Meski berbeda, keduanya bukanlah pesaing langsung. x402 melayani ekosistem terbuka dan berorientasi pada crypto, sementara MPP menangani lalu lintas komersial berfrekuensi tinggi. Stripe mendukung kedua protokol tersebut, memungkinkan merchant menerima pembayaran dari kedua jalur tanpa harus memilih. Infrastrukturnya sudah siap, namun adopsi skala besar masih dalam tahap awal, menunggu ekonomi Agen AI yang sebenarnya terbentuk.

marsbit03/20 03:58

Memahami x402 dan MPP dalam Satu Artikel: Dua Jalur Pembayaran Agent

marsbit03/20 03:58

Jika Izin Stablecoin Pertama Hong Kong Benar-Benar Hanya Diberikan kepada Bank, Kita Mungkin Melewatkan Satu Dekade Berikutnya

Perhatian tinggi telah diberikan pada pengumuman izin penerbit stablecoin pertama Hong Kong oleh Otoritas Moneter. Namun, beredar kabar bahwa izin ini hanya akan diberikan kepada bank-bank besar atau penerbit uang tradisional demi stabilitas keuangan. Keputusan ini mengkhawatirkan banyak pelaku industri. Hong Kong berambisi menjadi pusat aset digital global, tetapi membatasi inovasi stablecoin hanya kepada bank tradisional justru berisiko menghambat peluang transformasi finansial di era Web3 dan AI. Sejarah membuktikan bahwa inovasi disruptif sering lahir dari perusahaan rintisan, bukan institusi mapan. Bank berfokus pada stabilitas, sedangkan stablecoin adalah alat terdesentralisasi yang dapat memprogram ulang sistem keuangan tradisional. Di AS, perusahaan teknologi seperti Stripe dan Circle justru memimpin pengembangan stablecoin menuju skala triliunan dolar, sementara Hong Kong berisiko tertinggal jika hanya mengandalkan bank. Terlebih di era AI, transaksi mikro antar-mesin membutuhkan stablecoin berbasis blockchain yang mampu beroperasi tanpa gesekan. Sistem perbankan konvensional tidak dirancang untuk menangani pembayaran oleh agen AI non-manusia. Hong Kong perlu menyertakan perusahaan teknologi finansial inovatif, bukan hanya bank, dalam pemberian izin stablecoin. Langkah ini penting agar tidak kehilangan momentum dalam membangun ekonomi digital masa depan.

marsbit03/19 14:17

Jika Izin Stablecoin Pertama Hong Kong Benar-Benar Hanya Diberikan kepada Bank, Kita Mungkin Melewatkan Satu Dekade Berikutnya

marsbit03/19 14:17

活动图片