Crypto Crime Crackdown Escalates As Myanmar Targets Scammers With Execution

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-05-16Terakhir diperbarui pada 2026-05-16

Abstrak

Myanmar's military government has proposed a harsh new law, the Anti-Online Fraud Bill, which mandates prison sentences of 10 years to life for digital currency fraud, with the death penalty for operators of scam centers whose coerced or trafficked workers die. The bill responds to online fraud threatening national stability. This crackdown is part of a broader regional effort; China executed 11 people in January linked to Myanmar-based scams, and U.S. authorities have collaborated internationally to arrest hundreds and shut down centers. Southeast Asian scam compounds, often using cryptocurrency, pose a global law enforcement challenge. The move comes as the FBI reports Americans lost over $11 billion to crypto fraud in 2024. Myanmar's parliament, reconvening after a 2021 coup and controversial 2026 elections, may consider the bill in June.

Americans lost more than $11 billion to crypto-related fraud last year, according to an FBI report released in April — and the pressure on governments across Southeast Asia to crack down has only grown since then.

A Deadly Business

Myanmar’s military government has now responded with one of the harshest proposed laws of its kind anywhere in the world.

The Anti-Online Fraud Bill, made public Thursday, would send anyone convicted of digital currency fraud to prison for anywhere between ten years and life.

In the most serious cases, offenders could face the death penalty.

The law specifically targets operators of scam centers who cause the death of workers coerced or trafficked into committing fraud on their behalf — those individuals would be sentenced to death under the proposed legislation.

Myanmar’s parliament, the Pyidaungsu Hluttaw, said it drafted the bill in response to online fraud that threatened the country’s sovereignty and stability.

Source: Myanmar National Portal

Not The First Execution In The Region

Myanmar is not alone in taking a hard line. China executed 11 people in January tied to Myanmar-based scam operations, according to reports. Those operations had been responsible for trafficking Chinese nationals into forced labor inside the compounds.

The US has also stepped up its response. In April, American authorities worked alongside officials in China and Dubai to arrest more than 200 people and shut down nine scam centers.

US President Donald Trump signed an executive order in March directing officials to go after scam compounds and cybercrime.

BTCUSD now trading at $78,336. Chart: TradingView

The FBI’s Scam Center Strike Force has since focused its investigations on senior figures running compounds in Cambodia, Laos, and Burma, including affiliates of Chinese organized crime networks.

Online scam centers across Southeast Asia have become a growing problem for law enforcement worldwide. Schemes range from pig butchering and romance scams to fake investment platforms — many of them relying on crypto to move money.

A Government With A Complicated Record

Myanmar’s military took power in a coup in 2021. The country’s parliament did not meet again until March 2026, following elections that independent observers said were neither free nor fair. The government is scheduled to convene during the first week of June, when lawmakers may take up the bill.

Beyond crypto fraud, Americans lost more than $20 billion in total to online scams in 2025, FBI data shows. The agency’s task force has been working to identify and prosecute leaders of the most dangerous scam operations in the region.

Featured image from Unsplash, chart from TradingView

Pertanyaan Terkait

QWhat is the maximum penalty for digital currency fraud under Myanmar's proposed Anti-Online Fraud Bill?

AUnder the proposed Anti-Online Fraud Bill, the maximum penalty for digital currency fraud in Myanmar is the death penalty, applicable in the most serious cases, such as when scam center operators cause the death of coerced or trafficked workers.

QAccording to the article, how much did Americans lose to crypto-related fraud last year based on the FBI report?

AAccording to an FBI report released in April, Americans lost more than $11 billion to crypto-related fraud last year.

QWhich other country has executed people connected to Myanmar-based scam operations, as mentioned in the article?

AChina executed 11 people in January who were tied to Myanmar-based scam operations, according to reports cited in the article.

QWhat is the name of the FBI task force investigating senior figures running scam compounds in Southeast Asia?

AThe FBI task force investigating senior figures running scam compounds in Southeast Asia is called the Scam Center Strike Force.

QWhen is Myanmar's parliament, the Pyidaungsu Hluttaw, scheduled to convene, potentially to take up the Anti-Online Fraud Bill?

AMyanmar's parliament, the Pyidaungsu Hluttaw, is scheduled to convene during the first week of June, when lawmakers may take up the Anti-Online Fraud Bill.

Bacaan Terkait

Kilas Balik Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Sebuah Kelemahan Tanda Tangan Nol Bisa Menyebabkan Kerugian Protokol Senilai 9 Juta Dolar?

Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Satu Kerentanan Tanda Tangan Nol Menyebabkan Protokol Rugi 9 Juta Dolar AS? Sebuah protokol pinjaman berbasis Hedera, Bonzo Lend, terpaksa mengunci penarikan setelah kerentanan pada oracle validator memungkinkan eksploitasi besar-baru. Dompet pelaku menyetor 250 token SAUCE (senilai hanya beberapa dolar) sebagai jaminan, lalu mengirim pembaruan harga palsu yang secara drastis melambungkan nilainya sekitar 12 digit. Kunci masalahnya ada pada validator oracle Supra yang menerima bukti dengan bidang tanda tangan [0,0] dan kunci publik nol (titik tak terhingga). Validator ini mengirim input ke kontrak *pairing* Hedera. Karena kedua titik mewakili identitas matematika, persamaan *pairing* mengembalikan `true` sesuai desain. Validator secara keliru menafsirkan hasil ini sebagai bukti tanda tangan yang sah dari komite orakel, tanpa menolak input nol dan identitas terlebih dahulu. Dengan harga SAUCE yang dimanipulasi disimpan di oracle, protokol pinjaman Bonzo, mengikuti aturan rasio pinjaman terhadap nilai (LTV) yang terprogram, mengizinkan dompet pelaku untuk meminjam 6,63 juta USDC dan 34,5 juta wrapped HBAR, dengan total sekitar 9,05 juta dolar AS berdasarkan harga referensi Bonzo. Dompet lain (B) meminjam sekitar 1 juta dolar AS saat harga tidak normal masih berlaku dan telah menghubungi Bonzo mengklaim sebagai penanggap *whitehat* dengan niat mengembalikan dana. Bonzo melaporkan sekitar 1 juta dolar AS telah "dipulihkan" meskipun dana belum dikembalikan. Supra telah memperbaiki validatornya. Namun, Bonzo Lend tetap ditutup sementara, dengan penyedia likuiditas tidak dapat menarik dana mereka. Protokol belum mengumumkan rencana kompensasi, tanggal pembukaan kembali, atau syarat penarikan bagi pengguna, sehingga pemulihan penuh masih tertunda.

marsbit49m yang lalu

Kilas Balik Insiden Bonzo Lend: Bagaimana Sebuah Kelemahan Tanda Tangan Nol Bisa Menyebabkan Kerugian Protokol Senilai 9 Juta Dolar?

marsbit49m yang lalu

Semifinal, Prediksi AI Mencampur Aduk: Prancis Sudah Pasti Menang? Laga Sengit Inggris vs Argentina Belum Pasti

Setelah berhasil memprediksi dengan tepat keempat pemenang perempat final Piala Dunia, enam model AI—ChatGPT, Claude, Gemini, DeepSeek, Qwen, dan Grok—memberikan prediksi yang berbeda untuk semifinal. **Prancis vs. Spanyol: Konsensus Hampir Bulat** Lima dari enam AI (ChatGPT, Claude, Grok, DeepSeek, Qwen) memprediksi Prancis menang dengan skor 2-1 dalam waktu normal. Mereka melihat kekuatan serangan balik cepat Prancis pimpinan Mbappé sebagai kunci melawan sistem penguasaan bola Spanyol. Hanya Gemini yang berbeda pendapat, memperkirakan pertandingan akan imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu dan dimenangkan Spanyol lewat adu penalti. **Inggris vs. Argentina: Perbedaan Pendapat Tajam** Prediksi untuk laga ini terbelah sama rata. Tiga AI (Grok, DeepSeek, Qwen) mendukung Inggris menang (skor 2-1 atau 2-0) dalam waktu normal, mengandalkan fisik, bola mati, dan performa Kane serta Bellingham. Tiga AI lainnya (ChatGPT, Gemini, Claude) memilih Argentina, dengan alasan pengalaman, pengorganisasian permainan oleh Messi, dan ketangguhan mental di laga knockout. Claude dan ChatGPT bahkan melihat potensi kuat pertandingan masuk ke perpanjangan waktu atau adu penalti, dengan ChatGPT meramalkan kemenangan Argentina 4-3 lewat titik putih. Intinya, semifinal pertama dianggap lebih mudah diprediksi dengan dukungan mayoritas untuk Prancis, sementara semifinal kedua antara Inggris dan Argentina dipandang sangat seimbang dan sulit dipastikan, membuat prediksi AI pun terpecah.

Odaily星球日报1j yang lalu

Semifinal, Prediksi AI Mencampur Aduk: Prancis Sudah Pasti Menang? Laga Sengit Inggris vs Argentina Belum Pasti

Odaily星球日报1j yang lalu

Wawancara dengan Pendiri Robinhood: Kehendak Investor Retail Mengalahkan Semua 'Uang Pintar'

Wawancara dengan Vlad Tenev, pendiri dan CEO Robinhood, membahas evolusi platform, pandangannya tentang investor ritel, dan visi untuk masa depan. Tenev menekankan bahwa investor ritel seringkali merupakan "uang pintar" yang sebenarnya, karena mereka berfokus pada fundamental perusahaan daripada bereaksi berlebihan terhadap peristiwa makro seperti yang dilakukan banyak lembaga. Dia meninjau kesuksesan Robinhood, yang didorong oleh perdagangan tanpa komisi, pengutamaan platform seluler, dan misi mendemokratisasi kepemilikan aset. Mengenai kondisi pasar saat ini, Tenev melihat perbedaan penting dengan era meme stock 2021. Investor Robinhood kini lebih banyak berinvestasi di perusahaan inovatif dan menguntungkan di garis depan teknologi, seperti Nvidia dan SpaceX, dibandingkan perusahaan yang terdampak tren. Tenev optimis tentang potensi pertumbuhan, mencatat bahwa partisipasi pasar saham AS masih sekitar 65%, dengan ruang untuk berkembang, terutama melalui inisiatif seperti akun untuk bayi baru lahir. Dia juga membahas ekspansi ke Inggris dan strategi kripto Robinhood, termasuk peluncuran Robinhood Chain. Jaringan Layer 2 ini bertujuan untuk menjadi blockchain terbaik untuk aset dunia nyata (RWA), dimulai dengan token saham yang didukung 1:1 oleh saham AS, yang tersedia di lebih dari 120 negara. Terakhir, Tenev menyoroti pentingnya membuka akses ke pasar ekuitas swasta. Melalui Robinhood Ventures, platform ini bertujuan memungkinkan investor biasa mengakses perusahaan swasta bernilai tinggi seperti OpenAI dan SpaceX di tahap lebih awal, yang menurutnya sangat penting karena semakin banyak nilai diciptakan sebelum perusahaan menjadi publik.

marsbit1j yang lalu

Wawancara dengan Pendiri Robinhood: Kehendak Investor Retail Mengalahkan Semua 'Uang Pintar'

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片