Crypto Bets On Argentina Inflation Stoke Fears Of Insider Trading On Polymarket

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-03-17Terakhir diperbarui pada 2026-03-17

Abstrak

Argentinian authorities have ordered a nationwide blockade of the crypto prediction platform Polymarket, enforced by regulators and internet providers, following a court ruling that deemed it an unlicensed gambling operation. The move comes after allegations of insider trading emerged when suspicious betting activity occurred just before the release of official inflation data in February. Argentina follows Colombia as the second Latin American country to ban the platform, reflecting a broader global trend of regulators treating prediction markets as gambling rather than financial tools. This could fragment liquidity and push users into less regulated markets.

Argentinian authorities have ordered a full national blockade of Polymarket after it predicted inflation data.

An Authoritarian Crypto Ban?

Argentinian outlets reported this Monday that a court ruling in Buenos Aires ordered a nationwide blockade of Polymarket, one of the largest crypto prediction market platforms globally. The blockade will be enforced via the Ente Nacional de Comunicaciones (ENACOM) and local internet service providers (ISPs), in addition to its removal from Apple and Google app stores. The restriction goes as far as affecting already signed up Polymarket users, another local outlet claims.

Buenos Aires Lottery Regulators (Lotería de la Ciudad de Buenos Aires and the Cámara Argentina de Casinos y Bingos) argue that Polymarket is operating as an unlicensed online gambling platform, not just a neutral "prediction market". This led to a case being brought by the City's Special Prosecutor's Office for Gambling (FEJA) and presided over by Judge Susana Parada.

The Public Prosecutor's Office explained that despite the blocking order having already been issued, the implementation depends on ENACOM notifying all ISP's so the companies can cut off access. Therefore, the full and final implementation will most likely be gradual.

A "Degen Casino" That Played With The Country's Inflation

This drastic ruling follows a suspicious trading scandal in the inflation market back in February, where odds moved around fifteen minutes before INDEC released official CPI data, raising allegations of insider trading by politically connected actors.

The local media has echoed the "degen casino" narrative, arguing that these markets let users place peso‐linked wagers on macro data, elections and high‐profile political outcomes without any Argentine license or KYC/age checks. Clarín claims that, in Polymarket, "it all comes down to betting money on a question that can be answered with a yes or a no":

Polymarket presents itself as a prediction market, but in practice it's a way to bet on almost anything that emerged during the pandemic and gained popularity during the election campaign between Donald Trump and Kamala Harris, when the tycoon began promoting these markets because they gave him better results than the polls: 55.5% were literally betting on him.

A Global Trend

Despite some claims that place Argentina as the first country in the region to implement such measures, the truth is that last year Colombia became the first country in Latin America to ban Polymarket. Coljuegos, Colombian gambling regulators, declared the platform ilegal in September 2025 and, similarly to the Argentinian ban, instructed their ISPs to block access to it.

It its worth noting that prediction markets had become a popular way for global crypto traders to price political risk, inflation paths and macro events in real time, often anticipating official data. In line with this, this is not the first clash between Polymarket's and regulatory entities. Besides Colombia, other earlier blocks or investigations have been registered in France, Taiwan and Singapore, in addition to the US regulatory pressure over unregistered derivatives and gambling concerns.

Argentina's move reinforces a growing trend of regulators increasingly treating crypto prediction platforms as gambling first and market infrastructure second, which could fragment liquidity and push activity into friendlier jurisdictions or darker venues.

BTC's price trends reaches $74K on the daily chart, the highest since January. Source: BTCUSD on Tradingview

Cover image from Perplexity, BTCUSD chart from Tradingview

Pertanyaan Terkait

QWhy did Argentinian authorities order a national blockade of Polymarket?

AArgentinian authorities ordered a national blockade of Polymarket because they argue it is an unlicensed online gambling platform, not just a neutral prediction market, following a suspicious trading scandal involving inflation data.

QWhat was the suspicious trading activity on Polymarket related to in Argentina?

AThe suspicious trading activity was related to Argentina's inflation data, where odds moved around fifteen minutes before the official CPI data was released by INDEC, raising allegations of insider trading.

QWhich other Latin American country banned Polymarket before Argentina?

AColombia became the first country in Latin America to ban Polymarket, declaring the platform illegal in September 2025 and instructing ISPs to block access.

QHow does Polymarket present itself versus how it is viewed by regulators?

APolymarket presents itself as a prediction market, but regulators view it as an unlicensed online gambling platform that allows users to place wagers on events without proper licensing or KYC/age checks.

QWhat global trend does Argentina's move against Polymarket reinforce?

AArgentina's move reinforces a growing trend of regulators treating crypto prediction platforms as gambling first and market infrastructure second, which could fragment liquidity and push activity into friendlier jurisdictions.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit4j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit4j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit6j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit6j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit8j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片