Acara Tema Keuangan Digital dan RWA Coinstore B.KU Sukses Digelar

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-01-09Terakhir diperbarui pada 2026-01-09

Abstrak

Acara khusus "Keuangan Digital dan Aset Dunia Nyata (RWA)" yang diselenggarakan oleh Coinstore B.KU berhasil digelar pada 8 Januari 2025. Acara ini menghadirkan berbagai pembicara dari sektor keuangan digital, blockchain, industri tradisional, dan organisasi internasional untuk membahas tren RWA, transformasi struktural keuangan digital, serta pembangunan ekosistem global. Dalam sambutannya, Pangeran Charit dari Thailand menyoroti potensi teknologi blockchain dalam mendorong inovasi ekonomi dan kolaborasi lintas wilayah. Albert, COO Coinstore, menekankan bahwa RWA adalah inti strategi jangka panjang platform untuk integrasi aset dunia nyata dengan infrastruktur blockchain secara合规 dan berkelanjutan. Acara ini juga mencakup peluncuran global resmi Coinstore serta penandatanganan kerja sama ekosistem dengan perwakilan dari MMT Ecosystem dan HMC Hung Men. Jason, Kepala Pasar Asia-Pasifik Coinstore B.KU, menyatakan bahwa kawasan ini akan menjadi mesin pertumbuhan penting dalam strategi global mereka. Melalui acara ini, Coinstore B.KU berkomitmen untuk memperdalam integrasi keuangan digital dengan ekonomi riil, membangun paradigma aset digital yang terbuka,合规, dan berkelanjutan.

Pada 8 Januari 2025, acara tema "Keuangan Digital dan RWA (Real World Assets, Aset Dunia Nyata)" yang diselenggarakan oleh Coinstore B.KU berlangsung sukses. Sejumlah tamu undangan dari keuangan digital, teknologi blockchain, industri tradisional, dan organisasi internasional hadir di lokasi untuk berdiskusi mendalam mengenai tren perkembangan RWA, transformasi struktural keuangan digital, dan pembangunan ekosistem global.

Acara ini dimulai dalam suasana yang hangat dan profesional. Penyelenggara menyatakan bahwa industri aset digital sedang berada dalam tahap transformasi penting, di mana pasar secara bertahap beralih dari konsep yang digerakkan oleh emosi menuju model yang digerakkan oleh nilai inti berupa aset nyata, kerangka kepatuhan, dan kepercayaan jangka panjang. Dalam konteks ini, RWA menjadi jembatan kunci yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan dunia blockchain, dan juga dianggap sebagai salah satu arah paling pasti untuk tahap selanjutnya keuangan digital.

Tamu Internasional Berkumpul, Membangun Platform Pertukaran Terbuka

Line-up tamu acara mencakup berbagai negara dan wilayah, termasuk Yang Mulia Pangeran Charit dari Thailand (His Royal Highness Prince Charit of Thailand), serta perwakilan dari manajemen Coinstore/BKU exchange, yayasan, tim pasar Asia Pasifik, komunitas Korea dan Jepang. Acara juga dihadiri oleh sejumlah organisasi dan perwakilan industri seperti ekosistem MMT, ekosistem洪门 HMC, veill/veillabs, yang menunjukkan pengaruh internasional Coinstore B.KU di bidang keuangan digital global.

Sambutan Pangeran Thailand: Menegaskan Nilai Kerjasama Inovasi dan Keuangan Digital

Dalam sesi sambutan tamu, Yang Mulia Pangeran Charit dari Thailand menyampaikan pidato, menyoroti potensi keuangan digital dan teknologi blockchain dalam mendorong inovasi ekonomi dan kerjasama lintas wilayah, serta memberikan harapan tulus untuk kesuksesan acara. Penyelenggara mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Yang Mulia.

COO Coinstore: RWA adalah Arah Strategis Jangka Panjang Inti

Selanjutnya, COO Coinstore Exchange, Albert, menyampaikan pidato tema yang berbagi secara sistematis mengenai logika pengembangan platform, strategi RWA, dan perencanaan pasar global. Ia menyatakan bahwa RWA bukanlah tren jangka pendek, melainkan arah inti pengembangan jangka panjang Coinstore B.KU. Dengan mendorong digitalisasi aset, standardisasi, dan kepatuhan, platform akan terus mengeksplorasi integrasi mendalam aset dunia nyata dan infrastruktur blockchain, membangun ekosistem keuangan digital global yang berkelanjutan.

Peluncuran Global Coinstore Resmi Selesai

Acara mencapai momen milestone penting—Peluncuran Global Coinstore. Tujuh tamu undangan, termasuk manajemen Coinstore B.KU exchange, perwakilan yayasan, kepala pasar Asia Pasifik, serta mitra ekosistem, naik ke panggung bersama untuk menyaksikan langkah kunci B.KU menuju pengembangan global, menandakan dimulainya secara resmi strategi internasionalisasi mereka.

Presentasi Tema RWA: Menganalisis Logika Teknologi dan Peluang Industri

Dalam sesi presentasi tema inti, arsitek blockchain dan instruktur bidang RWA, MOSE, menyampa presentasi berjudul "RWA: Kecerdasan dan Pengaruh Aset Dunia Nyata, serta Keniscayaan Transformasi Digital Perusahaan". Dari sudut pandang arsitektur teknologi, logika aset on-chain, jalur penerapan, dan praktik industri, ia menganalisis secara sistematis logika perkembangan dan peluang nyata RWA, memberikan wawasan profesional yang visioner bagi tamu yang hadir.

Penandatanganan Ekosistem Diwujudkan, Mendorong Sinergi Praktik RWA

Upacara Penandatanganan Ekosistem dan Peluncuran Kerjasama yang diadakan kemudian menjadi salah satu hasil penting acara ini.
Ketua Dewan Ekosistem MMT Du Xiaoyang dan Ketua Xiaohongchuan Technology Ekosistem洪门 HMC Su Yunfeng, sebagai perwakilan ekosistem, menyampaikan pidato yang menyatakan visi kerjasama dengan Coinstore B.KU dalam RWA, digitalisasi industri, dan pembangunan ekosistem.

Penyelenggara menyatakan bahwa penandatanganan ini tidak hanya konfirmasi hubungan kerjasama, tetapi juga menandakan langkah yang lebih solid Coinstore B.KU dalam pembangunan ekosistem RWA dan implementasi praktis.

Mendalam di Asia Pasifik, Memandang ke Global

Pada tahap akhir acara, Kepala Pasar Asia Pasifik Coinstore B.KU, Jason, berbagi pemikiran mengenai tata letak keseluruhan platform di pasar Asia Pasifik dan arah pertumbuhan masa depan. Ia menekankan bahwa wilayah Asia Pasifik akan menjadi mesin pertumbuhan penting dalam strategi globalisasi Coinstore B.KU. Platform akan terus memperluas pengaruh internasional melalui operasi lokal, pembangunan komunitas, dan kerjasama ekosistem.

Dengan demikian, sesi konferensi "Acara Tema Keuangan Digital dan RWA Coinstore B.KU" berakhir dengan sukses. Penyelenggara menyatakan bahwa di masa depan akan terus menggunakan RWA sebagai pengungkit penting untuk mendorong integrasi mendalam keuangan digital dan ekonomi riil, bekerja sama dengan mitra global untuk bersama-sama mengeksplorasi paradigma baru aset digital yang lebih terbuka, patuh, dan berkelanjutan.

Pertanyaan Terkait

QApa yang menjadi fokus utama acara 'Digital Finance dan RWA' yang diselenggarakan oleh Coinstore B.KU?

AAcara ini berfokus pada perkembangan RWA (Real World Assets/Aset Dunia Nyata), transformasi struktural keuangan digital, dan pembangunan ekosistem global, dengan tujuan menjembatani sistem keuangan tradisional dengan dunia blockchain.

QSiapa saja tokoh internasional yang hadir dalam acara tersebut?

ATokoh internasional yang hadir termasuk Yang Mulia Pangeran Charit dari Thailand, perwakilan dari Coinstore/BKU, yayasan, tim pasar Asia-Pasifik, serta komunitas Korea dan Jepang, serta berbagai perwakilan ekosistem seperti MMT dan洪门 HMC.

QApa yang disampaikan oleh COO Coinstore, Albert, mengenai strategi RWA?

AAlbert menyatakan bahwa RWA bukanlah tren jangka pendek, tetapi inti dari strategi jangka panjang Coinstore B.KU. Platform ini akan mendorong digitalisasi, standardisasi, dan kepatuhan aset untuk membangun ekosistem keuangan digital global yang berkelanjutan.

QApa momen penting yang terjadi selama acara?

AMomen penting adalah peluncuran global Coinstore, di mana tujuh perwakilan dari manajemen bursa, yayasan, dan mitra ekosistem bersama-sama menandai dimulainya strategi internasional Coinstore B.KU.

QBagaimana rencana Coinstore B.KU untuk pasar Asia-Pasifik menurut Jason, Kepala Pasar Asia-Pasifik?

AJason menyebutkan bahwa wilayah Asia-Pasifik akan menjadi mesin pertumbuhan penting dalam strategi globalisasi Coinstore B.KU. Platform ini akan memperluas pengaruh internasional melalui operasi lokal, pembangunan komunitas, dan kolaborasi ekosistem.

Bacaan Terkait

Vitalik: Yang Harus Kita Lakukan Bukan Melawan AI, Melainkan Menciptakan Tempat Perlindungan

Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, membagikan pandangannya tentang tantangan di era AI. Menurutnya, risiko terbesar bukanlah AI yang terlalu cerdas, tetapi manusia yang menjadi terlalu pasif, kehilangan privasi dan kedaulatan (*agency*) dengan menyerahkan segalanya kepada sistem terpusat. Solusinya bukan melawan AI, melainkan membangun *"sanctuary technologies"* (teknologi perlindungan) seperti Ethereum. Teknologi ini menawarkan ruang aman yang sukarela, tempat orang dapat berpikir dan berkoordinasi dengan bebas tanpa paksaan atau pengawasan total. Vitalik menekankan pentingnya transisi dari mode *"autopilot"* ke menjadi *"pilot"* aktif dalam hidup. Di era AI, kita harus sengaja mempertahankan *"mode manual"*, seperti belajar aktif dan melakukan tugas secara mandiri sesekali, agar otak tidak atrofi. Untuk *builder*, saran praktisnya adalah: paksa diri untuk melakukan hal secara manual, prioritaskan pembelajaran aktif, bangun alat yang melestarikan kedaulatan manusia, jangan alihdayakan semua pemikiran strategis ke AI, dan jaga ruang untuk kejutan (*serendipity*) di dunia nyata. Intinya, nilai Ethereum/crypto adalah menawarkan pilihan baru yang bebas, bukan memperbaiki sistem lama. Di era di mana kekuatan AI semakin terpusat, memiliki opsi yang tidak memaksa menjadi sangat berharga. Era AI adalah waktu untuk manusia secara aktif memegang kendali, bukan bergantung sepenuhnya. Yang paling berharga tetaplah manusia yang berpikir aktif dan mempertahankan kedaulatannya.

marsbit1j yang lalu

Vitalik: Yang Harus Kita Lakukan Bukan Melawan AI, Melainkan Menciptakan Tempat Perlindungan

marsbit1j yang lalu

Vitalik: Tujuan Kita Bukan Melawan AI, Melainkan Menciptakan Tempat Perlindungan

Dalam podcast a16z, Vitalik Buterin membagikan pandangannya tentang tantangan di era AI. Ia menekankan bahwa risiko terbesar bukanlah AI yang terlalu cerdas, melainkan manusia yang menjadi terlalu pasif dan kehilangan kedaulatan (agency). Solusinya bukan melawan AI, tetapi menciptakan "teknologi suaka" (sanctuary technologies) seperti Ethereum—ruang yang aman namun tetap melindungi privasi dan kebebasan memilih, tanpa memaksa. Vitalik merefleksikan perjalanannya dari "autopilot" di usia 19 tahun menjadi "pilot aktif" saat ini. Ia menekankan pentingnya pembelajaran aktif, yang efektivitasnya 10 kali lipat dibandingkan pembelajaran pasif. Di era AI, kita harus sengaja mempertahankan "mode manual"—seperti berjalan tanpa navigasi atau menulis kode tanpa bantuan AI—untuk mencegah otak atrofi. Bagi pembangun (builder), saran praktisnya adalah: lakukan hal secara manual sesekali, bangun teknologi yang menjaga kedaulatan pengguna, jangan mengalihdayakan semua pemikiran strategis ke AI, dan pertahankan interaksi manusia langsung. Posisi baru Ethereum bukan memperbaiki sistem lama, tetapi menawarkan opsi paralel yang bebas dipilih. Kesimpulannya, era AI adalah saat di mana manusia harus lebih aktif mengambil kendali. Jangan serahkan seluruh pemikiran pada model AI. Yang langka bukanlah daya komputasi, tetapi manusia yang berpikir mandiri dan mempertahankan kedaulatannya.

链捕手1j yang lalu

Vitalik: Tujuan Kita Bukan Melawan AI, Melainkan Menciptakan Tempat Perlindungan

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片