Setelah Sebuah Rudar Menghitung Pusat Data Amazon
Menurut laporan Financial Times pada 3 April, pusat data Amazon di Bahrain dilaporkan diserang rudal. Ini bukan serangan pertama—dua pusat data AWS di Bahrain dan Uni Emirat Arab juga diserang awal Maret.
Serangan ini menyebabkan gangguan layanan signifikan: perbankan online, platform pembayaran, dan aplikasi pesan-antar makanan lumpuh. Meski dirancang dengan redundansi, kerusakan fisik pada beberapa fasilitas sekaligus membuat pemulihan memakan waktu berminggu-minggu. Kerugian langsung diperkirakan mencapai miliaran dolar.
Pusat data modern, terutama yang mendukung AI, bernilai strategis tinggi—investasi per gigawatt bisa capai $50 miliar. Pakar hukum internasional menyatakan bahwa jika fasilitas digunakan untuk pelatihan model AI strategis, ia bisa menjadi target sah dalam konflik.
Meski kapasitas pusat data Timur Tengah saat ini hanya 1% dari global, serangan berulang dapat mendorong kenaikan biaya komputasi karena kebutuhan backup lintas wilayah, peningkatan asuransi, dan lonjakan biaya energi. Investasi masa depan mungkin dialihkan ke wilayah yang lebih stabil.
Intinya: serangan terhadap infrastruktur kritis ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam ketahanan digital dan perkembangan AI regional, memaksa perusahaan teknologi mempertimbangkan kembali biaya keamanan fisik dalam ekspansi global mereka.
marsbit04/03 13:24