木头姐6月抄底7700万美元,加密股票真的是比特币的“平替”吗?

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-07-06Terakhir diperbarui pada 2026-07-06

Abstrak

ARK Invest 6月累计购入价值7700万美元的加密上市公司股票,包括Coinbase、Circle和Bullish。文章分析指出,加密股票并非比特币的理想“平替”。数据显示,9家美股加密企业的波动率远高于比特币,且与比特币的相关性普遍不高,意味着投资者除承担币价风险外,还需叠加企业经营、行业竞争等特有风险。 具体来看,只有MicroStrategy(MSTR)与比特币高度相关,可视为加杠杆的比特币替代品;Coinbase联动性次之;Circle则与比特币相关性最低,其股价波动更多受自身业务竞争影响;Robinhood因业务多元,与加密行情关联较弱;部分矿企则因转型AI算力业务,年内股价逆势上涨。 文章以Strategy为例,说明持有加密股票还需面对股权稀释、估值溢价消失等额外风险。ARK的加仓行为被视作在深度回调后布局不同商业模式的组合,但数据表明,加密股票要么放大比特币波动,要么引入与币价无关的企业风险,直接持有比特币可能更为纯粹。

撰文:Andjela Radmilac,cryptoslate

编译:Luffy,Foresight News

Cathie Wood 执掌的 ARK Invest 6 月累计购入价值 7700 万美元的加密上市公司股票。根据 ARK 每日交易披露数据,在比特币四年最差月度行情中,该基金加仓 4400 万美元 Coinbase、2525 万美元 Circle,以及 820 万美元 Bullish。

Wood 与多家机构多年来坚持同一套投资逻辑:加密上市公司为投资者提供合规渠道,无需直接持有比特币,就能分享加密行业周期红利。但 CryptoSlate 截至 7 月 2 日的行情数据分析,揭露了这条股票投资路径隐藏的巨大代价。

9 家美股加密企业年化 30 日实际波动率区间为 68%–90%,几乎是比特币 37.6% 波动率的两倍。拉长至 90 日维度,Circle 波动率高达 103.6%,比特币仅 37.8%。股价回撤差距同样显著:Circle 较高点回撤 51.4%,MSTR 回撤 48.6%,Bullish 回撤 43.6%;而比特币从 1 月近 97000 美元高点回落 36.4%,跌幅全部小于上述个股。

2026 年 1 月 1 日至 7 月 2 日期间 BTC、ETH 和九只在美国上市的加密公司股票的 30 天年化已实现波动率

单看波动率,加密股仿佛是加杠杆的比特币,但相关性数据揭示了完全不同的真相。过去 90 个交易日,Circle、Robinhood、Bullish 与比特币相关系数仅 0.55–0.58(相关性区间为 0 至 1,1 代表走势完全同步,0 代表无关联),意味着币价波动仅能解释加密公司股票约三分之一的波动,剩余波动全部来自企业独有风险:季度财报、行业竞争、融资行为、增发稀释股权等。 投资者本想借股票布局加密行业,结果只拿到部分币价敞口,还额外背负一整套股票市场独有的经营风险。

只有一只股票真正追踪比特币

下表统计 2025 年末至今,加密公司股票于比特币的相关性。贝塔系数代表比特币每波动 1%,对应个股涨跌幅。

全市场只有 MSTR 称得上比特币替代标的。贝塔 1.59、相关性 0.85,意味着它本质是加杠杆持有比特币的权益工具。本轮下跌行情中,其年内跌幅与高点回撤幅度均远超比特币。

Coinbase 是相对均衡的选择,年内跌幅 - 26.8% 略小于 BTC,贝塔系数 1.26、相关系数 0.75,板块内和比特币联动性第二强。但它的波动率依旧接近比特币两倍,股价较 2025 年 7 月 419.78 美元历史高点下跌 60.6%,在该高点买入的投资者亏损,远大于 2025 年 10 月比特币历史高点入场的持有者。

Circle 完美诠释 「加密外衣下的企业风险」。它与比特币相关性全板块最低,90 日波动率最高。导火索发生在 6 月 30 日:由 Coinbase、Stripe、Visa、万事达、贝莱德等 140 余家企业联合背书的 Open USD 稳定币正式推出,CRCL 单日暴跌 17.5%。这次大跌和比特币行情几乎毫无关联,纯粹是稳定币赛道份额竞争带来的企业独有利空。

Robinhood 则是反面案例,同样印证个股业务独立于加密行情。该股年内仅微跌 0.3%,年内最大回撤仅 8.5%。加密业务只是其股票、期权、衍生品经纪大盘子里一小块,多元化业务缓冲了下跌;但反过来,加密牛市阶段,它也很难给投资者带来充足币价收益。

矿企走势最为反常。比特币年内下跌 29.5%,RIOT 大涨 74.5%,MARA 上涨 38.1%,CleanSpark 涨 24.7%。核心逻辑是矿企转型 AI 高性能算力服务商,签下数百亿美元算力租赁合约、持续减持库存比特币。尽管它们单日行情仍跟随比特币波动(贝塔系数均大于 1),但全年收益完全由 AI 托管业务驱动,和币价脱钩。

BTC、ETH 和九只在美国上市的加密货币股票的年初至今价格变化

比特币本身波动并不小。Volmex 的比特币 30 日波动率指数 5 月下旬最低至 24.5,2 月初峰值 68.7,7 月初回升至 41.6。即便如此,绝大多数加密股票波动率依旧翻倍。

Strategy 案例:股权结构带来额外风险

持有比特币只需要承担币价涨跌风险;买入加密上市公司股票,还要叠加企业经营、股权稀释、估值溢价消失、融资压力、资本结构变动等多重变量。

Strategy 近期一个月集中暴露了所有隐患。6 月末其市净率倍数(mNAV)首次跌破 1,该指标衡量企业总估值对比公司净资产。倍数低于 1,代表市场给整个公司的估值,不如它手里持有的现金与比特币值钱。截至 6 月 22 日披露,Strategy 持有 847363 枚比特币,mNAV 跌破 1 当日,这批比特币价值约 500 亿美元。

mNAV 大于 1 是 Strategy 整套增长飞轮的根基。过去公司可以溢价增发普通股、优先股,募资后继续增持比特币,提升每股持仓量。一旦 mNAV 跌破 1,这套循环会反向侵蚀股东价值 —— 增发股份换取资金买币,等同于折价出售存量比特币资产。

CryptoSlate 早在 1 月就报道过,比特币持仓公司分为估值溢价型与折价型。 6 月末 Strategy 总市值 295.4 亿美元,不足 2024 年超 710 亿美元峰值的一半,四类优先股全部跌至历史低位。

Strategy 出台应对方案,6 月 29 日宣布最高 12.5 亿美元股票回购计划,同时授权抛售比特币补充流动性,覆盖优先股分红与债务利息。此前几周,该公司于 6 月 1 日进行了自 2022 年以来的首次比特币出售,仅售出 32 枚比特币。消息发布后该股单日大涨 12.6%,终结八连阴。 全球最大比特币持仓企业,竟需要在熊市抛售筹码换取现金流,这是直接持有比特币不会遇到的约束,也是股票独有的风险。

这正是 ARK 逆势加仓的背景。6 月 25 日,加密股集体大跌之际,Wood 旗下基金单日买入 327 万美元 Robinhood,同步加仓 Coinbase、Circle、Bullish。Wood 认为比特币的长期目标价在百万美元级别,当下正在大幅折价布局 2025 年高点以来深度回调的加密上市公司。

数据揭示了这些公司的真实面貌。

  • Strategy = 加杠杆比特币 + 股权稀释风险;
  • Circle = 稳定币赛道支付企业,深陷份额争夺战;
  • Robinhood = 综合券商,加密只是副业。

Wood 一揽子买入这些公司股票,本质是押注不同商业模式组合,各家加密敞口强弱天差地别。

每只个股都有独立投资逻辑,Coinbase 年内跑赢比特币,Robinhood 守住了年初价格,矿企板块整体收益领跑。但核心问题依旧,买入加密股票,真的比直接持币风险更低?

九家上市公司数据显示,股票要么放大比特币波动率,要么叠加和币价无关的企业经营风险。

今年真正强势的加密货币股票,依靠的是 AI 算力、经纪流量、支付产品等独立增长业务,比特币仅为次要影响因素。

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QARK Invest在2026年6月主要购入了哪些加密上市公司的股票,总价值是多少?

AARK Invest在2026年6月累计购入了价值7700万美元的加密上市公司股票,主要包括4400万美元的Coinbase、2525万美元的Circle以及820万美元的Bullish。

Q文章指出,相较于直接投资比特币,购买加密上市公司股票的主要额外风险是什么?

A相较于直接投资比特币仅需承担币价涨跌风险,购买加密上市公司股票还需额外承担企业经营风险、股权稀释风险、估值溢价消失、融资压力、资本结构变动等多重公司特有风险。

Q根据文章分析,在提到的加密上市公司中,哪一只股票与比特币的相关性最高,被认为是加杠杆的比特币权益工具?

A根据文章,MicroStrategy(MSTR)与比特币的相关性最高,其贝塔系数为1.59,与比特币的相关系数为0.85,被认为是加杠杆持有比特币的权益工具。

Q文章提到Robinhood(HOOD)的股价表现与比特币走势关联度较低,其主要原因是什么?

ARobinhood股价表现与比特币走势关联度较低的主要原因是,加密业务只是其庞大的股票、期权、衍生品经纪业务中的一小部分,多元化的业务结构缓冲了加密市场的下跌影响,但也使其在牛市时难以提供充足的币价收益。

Q文章如何解释部分加密货币矿企(如RIOT、MARA)在比特币下跌时股价反而上涨的现象?

A部分加密货币矿企(如RIOT、MARA)在比特币下跌时股价反而上涨,主要是因为这些公司正在向AI高性能算力服务商转型,通过签署数百亿美元的算力租赁合约以及持续减持库存比特币,其全年收益已主要由AI托管业务驱动,从而与比特币价格脱钩。

Bacaan Terkait

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir dan anggota "PayPal Mafia", berbagi pengalamannya bekerja dengan Peter Thiel dan Elon Musk. Ia menggambarkan keduanya sebagai pemimpin yang sangat berpendirian, ambisius, dan bertindak cepat, dengan nol toleransi terhadap hal yang rusak. Namun, gaya mereka berbeda: Thiel lebih merupakan strategis dan pemikir filosofis, sementara Musk adalah pelaku teknis yang terjun langsung ke detail dan penyelesaian masalah. Lonsdale bercerita tentang awal mula Palantir. Ide itu muncul setelah serangan 9/11, ketika mereka menyadari teknologi pemerintah tertinggal jauh dibandingkan dengan kemampuan Silicon Valley. Mereka ingin membangun platform yang dapat membantu menghentikan teroris sekaligus melindungi kebebasan sipil dari penyalahgunaan data. Saat mencari pendanaan, banyak firma modal ventura (VC) yang menolak dan menertawakan mereka, termasuk karena salah satu pendiri, Alex Karp, tidak memiliki latar belakang gelar teknis. Peter Thiel mendanai sebagian, dan pendanaan kunci akhirnya datang dari badan ventura CIA. Nama "Palantir" berasal dari Thiel. Lonsdale meyakini karya mereka telah membantu menghilangkan banyak ancaman teroris dan mengawasi pengawasan pemerintah. Ia mengakui teknologi ini berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, tetapi tetap percaya pada misi mulianya. Penolakan investor di awal justru memacu semangat mereka untuk membuktikan bahwa ide yang "tidak mungkin" itu bisa sukses.

marsbit44m yang lalu

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

marsbit44m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit48m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit48m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Apa Itu $S$

Memahami SPERO: Tinjauan Komprehensif Pengenalan SPERO Seiring dengan perkembangan lanskap inovasi, munculnya teknologi web3 dan proyek cryptocurrency memainkan peran penting dalam membentuk masa depan digital. Salah satu proyek yang telah menarik perhatian di bidang dinamis ini adalah SPERO, yang dilambangkan sebagai SPERO,$$s$. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan informasi terperinci tentang SPERO, untuk membantu para penggemar dan investor memahami dasar-dasar, tujuan, dan inovasi dalam domain web3 dan crypto. Apa itu SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ adalah proyek unik dalam ruang crypto yang berusaha memanfaatkan prinsip desentralisasi dan teknologi blockchain untuk menciptakan ekosistem yang mendorong keterlibatan, utilitas, dan inklusi finansial. Proyek ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi peer-to-peer dengan cara baru, memberikan pengguna solusi dan layanan keuangan yang inovatif. Pada intinya, SPERO,$$s$ bertujuan untuk memberdayakan individu dengan menyediakan alat dan platform yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam ruang cryptocurrency. Ini termasuk memungkinkan metode transaksi yang lebih fleksibel, mendorong inisiatif yang dipimpin komunitas, dan menciptakan jalur untuk peluang finansial melalui aplikasi terdesentralisasi (dApps). Visi mendasar dari SPERO,$$s$ berputar di sekitar inklusivitas, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan dalam keuangan tradisional sambil memanfaatkan manfaat teknologi blockchain. Siapa Pencipta SPERO,$$s$? Identitas pencipta SPERO,$$s$ tetap agak samar, karena ada sumber daya publik yang terbatas yang memberikan informasi latar belakang terperinci tentang pendiriannya. Kurangnya transparansi ini dapat berasal dari komitmen proyek terhadap desentralisasi—sebuah etos yang banyak proyek web3 bagi, memprioritaskan kontribusi kolektif di atas pengakuan individu. Dengan memusatkan diskusi di sekitar komunitas dan tujuan kolektifnya, SPERO,$$s$ mewujudkan esensi pemberdayaan tanpa menonjolkan individu tertentu. Dengan demikian, memahami etos dan misi SPERO tetap lebih penting daripada mengidentifikasi pencipta tunggal. Siapa Investor SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ didukung oleh beragam investor mulai dari modal ventura hingga investor malaikat yang berdedikasi untuk mendorong inovasi di sektor crypto. Fokus investor ini umumnya sejalan dengan misi SPERO—memprioritaskan proyek yang menjanjikan kemajuan teknologi sosial, inklusivitas finansial, dan tata kelola terdesentralisasi. Fondasi investor ini biasanya tertarik pada proyek yang tidak hanya menawarkan produk inovatif tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada komunitas blockchain dan ekosistemnya. Dukungan dari investor ini memperkuat SPERO,$$s$ sebagai pesaing yang patut diperhitungkan di domain proyek crypto yang berkembang pesat. Bagaimana SPERO,$$s$ Bekerja? SPERO,$$s$ menerapkan kerangka kerja multi-faceted yang membedakannya dari proyek cryptocurrency konvensional. Berikut adalah beberapa fitur kunci yang menekankan keunikan dan inovasinya: Tata Kelola Terdesentralisasi: SPERO,$$s$ mengintegrasikan model tata kelola terdesentralisasi, memberdayakan pengguna untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan mengenai masa depan proyek. Pendekatan ini mendorong rasa kepemilikan dan akuntabilitas di antara anggota komunitas. Utilitas Token: SPERO,$$s$ memanfaatkan token cryptocurrency-nya sendiri, yang dirancang untuk melayani berbagai fungsi dalam ekosistem. Token ini memungkinkan transaksi, hadiah, dan fasilitasi layanan yang ditawarkan di platform, meningkatkan keterlibatan dan utilitas secara keseluruhan. Arsitektur Berlapis: Arsitektur teknis SPERO,$$s$ mendukung modularitas dan skalabilitas, memungkinkan integrasi fitur dan aplikasi tambahan secara mulus seiring dengan perkembangan proyek. Kemampuan beradaptasi ini sangat penting untuk mempertahankan relevansi di lanskap crypto yang selalu berubah. Keterlibatan Komunitas: Proyek ini menekankan inisiatif yang dipimpin komunitas, menggunakan mekanisme yang memberikan insentif untuk kolaborasi dan umpan balik. Dengan memelihara komunitas yang kuat, SPERO,$$s$ dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pengguna dan beradaptasi dengan tren pasar. Fokus pada Inklusi: Dengan menawarkan biaya transaksi yang rendah dan antarmuka yang ramah pengguna, SPERO,$$s$ bertujuan untuk menarik basis pengguna yang beragam, termasuk individu yang mungkin sebelumnya tidak terlibat dalam ruang crypto. Komitmen ini terhadap inklusi sejalan dengan misi utamanya untuk memberdayakan melalui aksesibilitas. Garis Waktu SPERO,$$s$ Memahami sejarah proyek memberikan wawasan penting tentang trajektori dan tonggak perkembangannya. Berikut adalah garis waktu yang disarankan yang memetakan peristiwa signifikan dalam evolusi SPERO,$$s$: Fase Konseptualisasi dan Ideasi: Ide awal yang membentuk dasar SPERO,$$s$ dikembangkan, sangat selaras dengan prinsip desentralisasi dan fokus komunitas dalam industri blockchain. Peluncuran Whitepaper Proyek: Setelah fase konseptual, whitepaper komprehensif yang merinci visi, tujuan, dan infrastruktur teknologi SPERO,$$s$ dirilis untuk menarik minat dan umpan balik komunitas. Pembangunan Komunitas dan Keterlibatan Awal: Upaya jangkauan aktif dilakukan untuk membangun komunitas pengguna awal dan investor potensial, memfasilitasi diskusi seputar tujuan proyek dan mendapatkan dukungan. Acara Generasi Token: SPERO,$$s$ melakukan acara generasi token (TGE) untuk mendistribusikan token asli kepada pendukung awal dan membangun likuiditas awal dalam ekosistem. Peluncuran dApp Awal: Aplikasi terdesentralisasi (dApp) pertama yang terkait dengan SPERO,$$s$ diluncurkan, memungkinkan pengguna untuk terlibat dengan fungsionalitas inti platform. Pengembangan Berkelanjutan dan Kemitraan: Pembaruan dan peningkatan berkelanjutan terhadap penawaran proyek, termasuk kemitraan strategis dengan pemain lain di ruang blockchain, telah membentuk SPERO,$$s$ menjadi pemain yang kompetitif dan berkembang di pasar crypto. Kesimpulan SPERO,$$s$ berdiri sebagai bukti potensi web3 dan cryptocurrency untuk merevolusi sistem keuangan dan memberdayakan individu. Dengan komitmen terhadap tata kelola terdesentralisasi, keterlibatan komunitas, dan fungsionalitas yang dirancang secara inovatif, ia membuka jalan menuju lanskap keuangan yang lebih inklusif. Seperti halnya investasi di ruang crypto yang berkembang pesat, calon investor dan pengguna dianjurkan untuk melakukan riset secara menyeluruh dan terlibat dengan perkembangan yang sedang berlangsung dalam SPERO,$$s$. Proyek ini menunjukkan semangat inovatif industri crypto, mengundang eksplorasi lebih lanjut ke dalam berbagai kemungkinan yang ada. Meskipun perjalanan SPERO,$$s$ masih berlangsung, prinsip-prinsip dasarnya mungkin benar-benar mempengaruhi masa depan cara kita berinteraksi dengan teknologi, keuangan, dan satu sama lain dalam ekosistem digital yang saling terhubung.

108 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.17Diperbarui pada 2024.12.17

Apa Itu $S$

Apa Itu AGENT S

Agent S: Masa Depan Interaksi Otonom di Web3 Pendahuluan Dalam lanskap Web3 dan cryptocurrency yang terus berkembang, inovasi secara konstan mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi dengan platform digital. Salah satu proyek perintis, Agent S, menjanjikan untuk merevolusi interaksi manusia-komputer melalui kerangka agen terbuka. Dengan membuka jalan untuk interaksi otonom, Agent S bertujuan untuk menyederhanakan tugas-tugas kompleks, menawarkan aplikasi transformasional dalam kecerdasan buatan (AI). Eksplorasi mendetail ini akan menyelami seluk-beluk proyek, fitur uniknya, dan implikasinya untuk domain cryptocurrency. Apa itu Agent S? Agent S berdiri sebagai kerangka agen terbuka yang inovatif, dirancang khusus untuk mengatasi tiga tantangan mendasar dalam otomatisasi tugas komputer: Memperoleh Pengetahuan Spesifik Domain: Kerangka ini secara cerdas belajar dari berbagai sumber pengetahuan eksternal dan pengalaman internal. Pendekatan ganda ini memberdayakannya untuk membangun repositori pengetahuan spesifik domain yang kaya, meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan tugas. Perencanaan Selama Rentang Tugas yang Panjang: Agent S menggunakan perencanaan hierarkis yang ditingkatkan pengalaman, pendekatan strategis yang memfasilitasi pemecahan dan pelaksanaan tugas-tugas rumit dengan efisien. Fitur ini secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk mengelola beberapa subtugas dengan efisien dan efektif. Menangani Antarmuka Dinamis dan Tidak Seragam: Proyek ini memperkenalkan Antarmuka Agen-Komputer (ACI), solusi inovatif yang meningkatkan interaksi antara agen dan pengguna. Dengan memanfaatkan Model Bahasa Besar Multimodal (MLLM), Agent S dapat menavigasi dan memanipulasi berbagai antarmuka pengguna grafis dengan mulus. Melalui fitur-fitur perintis ini, Agent S menyediakan kerangka kerja yang kuat yang mengatasi kompleksitas yang terlibat dalam mengotomatisasi interaksi manusia dengan mesin, membuka jalan untuk berbagai aplikasi dalam AI dan seterusnya. Siapa Pencipta Agent S? Meskipun konsep Agent S secara fundamental inovatif, informasi spesifik tentang penciptanya tetap samar. Pencipta saat ini tidak diketahui, yang menyoroti baik tahap awal proyek atau pilihan strategis untuk menjaga anggota pendiri tetap tersembunyi. Terlepas dari anonimitas, fokus tetap pada kemampuan dan potensi kerangka kerja. Siapa Investor Agent S? Karena Agent S relatif baru dalam ekosistem kriptografi, informasi terperinci mengenai investor dan pendukung keuangannya tidak secara eksplisit didokumentasikan. Kurangnya wawasan yang tersedia untuk umum mengenai fondasi investasi atau organisasi yang mendukung proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang struktur pendanaannya dan peta jalan pengembangannya. Memahami dukungan sangat penting untuk mengukur keberlanjutan proyek dan potensi dampak pasar. Bagaimana Cara Kerja Agent S? Di inti Agent S terletak teknologi mutakhir yang memungkinkannya berfungsi secara efektif dalam berbagai pengaturan. Model operasionalnya dibangun di sekitar beberapa fitur kunci: Interaksi Komputer yang Mirip Manusia: Kerangka ini menawarkan perencanaan AI yang canggih, berusaha untuk membuat interaksi dengan komputer lebih intuitif. Dengan meniru perilaku manusia dalam pelaksanaan tugas, ia menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Memori Naratif: Digunakan untuk memanfaatkan pengalaman tingkat tinggi, Agent S memanfaatkan memori naratif untuk melacak sejarah tugas, sehingga meningkatkan proses pengambilan keputusannya. Memori Episodik: Fitur ini memberikan panduan langkah demi langkah kepada pengguna, memungkinkan kerangka untuk menawarkan dukungan kontekstual saat tugas berlangsung. Dukungan untuk OpenACI: Dengan kemampuan untuk berjalan secara lokal, Agent S memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kontrol atas interaksi dan alur kerja mereka, sejalan dengan etos terdesentralisasi Web3. Integrasi Mudah dengan API Eksternal: Versatilitas dan kompatibilitasnya dengan berbagai platform AI memastikan bahwa Agent S dapat dengan mulus masuk ke dalam ekosistem teknologi yang ada, menjadikannya pilihan menarik bagi pengembang dan organisasi. Fungsionalitas ini secara kolektif berkontribusi pada posisi unik Agent S dalam ruang kripto, saat ia mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah dengan intervensi manusia yang minimal. Seiring proyek ini berkembang, aplikasi potensialnya di Web3 dapat mendefinisikan ulang bagaimana interaksi digital berlangsung. Garis Waktu Agent S Pengembangan dan tonggak Agent S dapat dirangkum dalam garis waktu yang menyoroti peristiwa pentingnya: 27 September 2024: Konsep Agent S diluncurkan dalam sebuah makalah penelitian komprehensif berjudul “Sebuah Kerangka Agen Terbuka yang Menggunakan Komputer Seperti Manusia,” yang menunjukkan dasar untuk proyek ini. 10 Oktober 2024: Makalah penelitian tersebut dipublikasikan secara terbuka di arXiv, menawarkan eksplorasi mendalam tentang kerangka kerja dan evaluasi kinerjanya berdasarkan tolok ukur OSWorld. 12 Oktober 2024: Sebuah presentasi video dirilis, memberikan wawasan visual tentang kemampuan dan fitur Agent S, lebih lanjut melibatkan pengguna dan investor potensial. Tanda-tanda dalam garis waktu ini tidak hanya menggambarkan kemajuan Agent S tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan keterlibatan komunitas. Poin Kunci Tentang Agent S Seiring kerangka Agent S terus berkembang, beberapa atribut kunci menonjol, menekankan sifat inovatif dan potensinya: Kerangka Inovatif: Dirancang untuk memberikan penggunaan komputer yang intuitif seperti interaksi manusia, Agent S membawa pendekatan baru untuk otomatisasi tugas. Interaksi Otonom: Kemampuan untuk berinteraksi secara otonom dengan komputer melalui GUI menandakan lompatan menuju solusi komputasi yang lebih cerdas dan efisien. Otomatisasi Tugas Kompleks: Dengan metodologinya yang kuat, ia dapat mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah, membuat proses lebih cepat dan kurang rentan terhadap kesalahan. Perbaikan Berkelanjutan: Mekanisme pembelajaran memungkinkan Agent S untuk belajar dari pengalaman masa lalu, terus meningkatkan kinerja dan efektivitasnya. Versatilitas: Adaptabilitasnya di berbagai lingkungan operasi seperti OSWorld dan WindowsAgentArena memastikan bahwa ia dapat melayani berbagai aplikasi. Saat Agent S memposisikan dirinya di lanskap Web3 dan kripto, potensinya untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan mengotomatisasi proses menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi AI. Melalui kerangka inovatifnya, Agent S mencerminkan masa depan interaksi digital, menjanjikan pengalaman yang lebih mulus dan efisien bagi pengguna di berbagai industri. Kesimpulan Agent S mewakili lompatan berani ke depan dalam pernikahan AI dan Web3, dengan kapasitas untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi. Meskipun masih dalam tahap awal, kemungkinan aplikasinya sangat luas dan menarik. Melalui kerangka komprehensifnya yang mengatasi tantangan kritis, Agent S bertujuan untuk membawa interaksi otonom ke garis depan pengalaman digital. Saat kita melangkah lebih dalam ke dalam ranah cryptocurrency dan desentralisasi, proyek-proyek seperti Agent S pasti akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan teknologi dan kolaborasi manusia-komputer.

956 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.14Diperbarui pada 2025.01.14

Apa Itu AGENT S

Cara Membeli S

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Sonic (S) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Sonic (S) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Sonic (S) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Sonic (S) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Sonic (S)Lakukan trading Sonic (S) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.6k Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.15Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli S

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga S (S) disajikan di bawah ini.

活动图片