2022上半年Web3黑客常用的攻击方式有哪些?

成都链安Dipublikasikan tanggal 2022-08-25Terakhir diperbarui pada 2022-08-25

Abstrak

今天,我们就2022上半年Web3黑客常用的攻击方式展开分析,看看在所有被利用的漏洞中,哪些频率最高,以及如何防范。

今天,我们就2022上半年Web3黑客常用的攻击方式展开分析,看看在所有被利用的漏洞中,哪些频率最高,以及如何防范。

上半年因漏洞造成的总损失有多少?

据成都链安鹰眼区块链态势感知平台监控显示,2022上半年共监测到因合约漏洞造成的主要攻击案例42次,约53%的攻击方式为合约漏洞利用。

通过统计,2022上半年共监测到因合约漏洞造成的主要攻击案例42次,总损失达到了6亿4404万美元。

在所有被利用的漏洞中,逻辑或函数设计不当被黑客利用次数最多,其次为验证问题、重入漏洞。

哪些类型的漏洞曾导致重大损失?

2022年2月3日,Solana跨链桥项目Wormhole遭到攻击,累计损失约3.26亿美元。黑客利用了Wormhole合约中的签名验证漏洞,这个漏洞允许黑客伪造sysvar帐户来铸造wETH。

2022年4月30日,Fei Protocol官方的Rari Fuse Pool遭受闪电贷加重入攻击,总共造成了8034万美元的损失。本次攻击对项目方造成了无法挽回的损失,8月20号,官方表示项目正式关闭了。

Fei Protocol事件回顾:

由于漏洞出现在项目基本协议中,攻击者不止攻击了一个合约,以下仅分析一例。

攻击交易

0xab486012f21be741c9e674ffda227e30518e8a1e37a5f1d58d0b0d41f6e76530

攻击者地址

0x6162759edad730152f0df8115c698a42e666157f

攻击合约

0x32075bad9050d4767018084f0cb87b3182d36c45

被攻击合约

0x26267e41CeCa7C8E0f143554Af707336f27Fa051

#攻击流程

1. 攻击者先从Balancer: Vault中进行闪电贷。

2. 将闪电贷的资金用于Rari Capital中进行抵押借贷,由于Rari Capital的cEther实现合约存在重入。

攻击者通过攻击合约中构造的攻击函数回调,提取出受协议影响的池子中所有的代币。

3. 归还闪电贷,将攻击所得发送到0xe39f合约中

本次攻击主要利用了Rari Capital的cEther实现合约中的重入漏洞,被盗资金超过28380 ETH(约8034万美元)。

审计过程中最常出现的漏洞有哪些?

在审计过程中最常见出现的总体来说分为四大类:

1.ERC721/ERC1155重入攻击:

在通过链必验形式化验证平台检测合约时不乏存在ERC721 / ERC1155标准相关的业务合约,在ERC721中,ERC1155中存在分别存在一个onERC721Received()/onERC1155Received()函数用于转账通知,类似于以太坊转账的fallback()函数,在相关的业务合约中使用ERC721/ERC1155标准中的_safeMint(),_safeTransfer(),safeTransferFrom()进行铸币或者转账时都会触发转账通知函数。如果在转账的目标合约中的onERC721Received()/onERC1155Received()中包含了恶意代码,就可能形成重入攻击。除此之外在相关业务函数未严格按照检查-生效-交互模式设计,上述两点共同导致了漏洞的产生。

2.逻辑漏洞:

1) 特殊场景考虑缺失:

特殊场景往往是审计最需要关注的地方,例如转账函数设计未考虑自己给自己转账导致无中生有。

2)设计功能不完善:

存放费用的合约没有提取功能,借贷合约不含清算功能等。

3.鉴权缺失:

铸币、设置合约特殊角色、设置合约参数的相关函数没有鉴权,导致三方地址也可以调用。

4.价格操控:

Oracle价格预言机未使用时间加权平均价格;

未使用价格预言机,直接使用合约中两种代币的余额比例作为价格等。

实际被利用的漏洞有哪些?哪些漏洞能在审计阶段发现?

根据成都链安鹰眼区块链安全态势感知平台所感知的安全事件统计,审计过程中出现的漏洞几乎都实际场景中被黑客利用过,其中合约逻辑漏洞利用仍然为主要部分。

通过成都链安链必验-智能合约形式化验证平台检测和安全专家人工检测审计,以上漏洞均能在审计阶段被发现,并且可由安全专家在做出安全评估后提出相关安全修补建议供客户作为修复参考。

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

Judul: "Pertempuran Subsidi Token" Raksasa AI, Sudah Mendekati Akhir? Artikel ini membahas "perang subsidi token" yang sedang berlangsung antara perusahaan-perusahaan AI besar seperti OpenAI, Anthropic, Google (Gemini), dan lainnya. Inti dari artikel ini adalah bahwa harga token yang dibayar oleh pengguna saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan beberapa paket berlangganan bahkan mensubsidi biaya token aktual hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganan. Analisis menunjukkan bahwa model bisnis "rugi dulu untuk skala, untung belakangan" yang sukses di era internet (seperti Uber, Didi) mungkin tidak berlaku untuk AI. Alasannya, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dapat dengan mudah berpindah platform jika harga naik karena API yang standar dan tidak ada jaringan lokal (seperti pengemudi atau restoran) yang mengikat. Artikel ini mempertimbangkan dua skenario akhir: 1. **Skenario "Layanan Internet"**: Satu atau dua pemenang akan mendominasi dan menaikkan harga. 2. **Skenario "Utililitas Publik"** (seperti listrik/air): Token menjadi komoditas dasar yang terstandarisasi. Persaingan akan mendorong harga turun mendekati biaya produksi, dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berpendapat skenario ini lebih mungkin karena kurangnya *lock-in*. Ancaman utama bagi startup seperti OpenAI dan Anthropic datang dari raksasa seperti Google, yang memiliki mesin pencetak uang sendiri (iklan) untuk membiayai perang harga tanpa batas. Bill Maris dari Google Ventures bahkan menyatakan kemungkinan 100% Google akan memotong harga token secara drastis sebagai senjata persaingan. Kesimpulannya, "pertempuran subsidi" ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan "permainan tanpa akhir" untuk tetap berada di dalam persaingan. Proses ini justru mendorong adopsi AI secara massal dan menjadikannya infrastruktur publik yang penting. Bagi pengguna, selama perang subsidi berlanjut, mereka akan terus menikmati token AI dengan harga yang sangat murah dibandingkan biaya produksinya.

marsbit17m yang lalu

Perang Subsidi Token Raksasa AI, Sudah Mau Berakhir?

marsbit17m yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

Penulis berpendapat bahwa blockchain, pada dasarnya, adalah komputer lambat dan mahal yang dimiliki secara kolektif. Meski demikian, blockchain unggul karena bersifat tanpa izin (permissionless) dan tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga. Aplikasi utamanya adalah untuk aset keuangan, seperti stablecoin, di mana catatan di buku besar adalah aset itu sendiri. Namun, adopsi besar-besaran terhambat oleh dua kelemahan utama. Pertama, masalah legitimasi hukum yang timbul dari sifat tanpa izin, meski regulasi seperti GENIUS Act mulai mengatasinya. Kedua, dan yang paling kritis, adalah masalah transparansi total. Transparansi ini justru menjadi "pajak" karena semua transaksi dan posisi terbuka untuk umum, memungkinkan eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value) yang telah merugikan pengguna miliaran dolar. Penulis menekankan bahwa privasi tidak bertentangan dengan kepatuhan. Dengan kriptografi modern seperti bukti pengetahuan nol (zero-knowledge proofs), seseorang dapat membuktikan kepatuhan (seperti solvensi atau KYC) tanpa mengungkapkan data pribadi atau posisi keuangan mereka. Ini menghilangkan "kebocoran" informasi sekaligus mempertahankan kemampuan audit. Solusi privasi default dengan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi bukanlah fitur tambahan, melainkan peningkatan mendasar. Ini akan membuka pintu bagi lembaga keuangan besar dan dana institusional yang selama ini enggan karena risiko paparan keuangan mereka. Dengan mengatasi defisit legitimasi dan privasi, blockchain akhirnya dapat memenuhi janjinya untuk menjadi infrastruktur keuangan global yang andal dan inklusif.

marsbit1j yang lalu

Pendapat: Trilemma Sama Sekali Bukanlah Masalah Nyata

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

OpenAI telah membuat langkah yang dianggap sebagai "yang paling terbuka" dengan mengintegrasikan kemampuan untuk menggunakan model sumber terbuka ke dalam Codex, asisten pemrograman berbasis AI mereka. Sebelumnya, Codex hanya dapat digunakan dengan model GPT milik OpenAI. Kini, pengembang dapat menggunakan baris konfigurasi sederhana seperti `--oss` untuk menjalankan model dari penyedia layanan lokal seperti Ollama dan LM Studio, atau bahkan mengonfigurasi penyedia model pihak ketiga. Perubahan ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengembang. Mereka dapat mengatur arsitektur "campuran" di mana model OpenAI (seperti GPT) menangani perencanaan tugas yang kompleks, sementara model sumber terbuka yang lebih ringan dan hemat biaya mengeksekusi pembuatan kode. Selain itu, penggunaan model lokal memungkinkan pemrosesan offline, meningkatkan privasi, dan mengendalikan biaya. Namun, integrasi yang mulus tidak selalu langsung tercapai. Codex menggunakan protokol API "Responses" OpenAI, sedangkan banyak model sumber terbuka menggunakan standar "Chat Completions". Komunitas pengembang merespons dengan menciptakan lapisan penerjemah atau router (misalnya, CC Switch, LiteLLM) untuk menjembatani perbedaan protokol ini. Langkah OpenAI ini dilihat sebagai pergeseran strategi: dari sekadar penyedia model menjadi pengendali platform dan standar antarmuka. Dengan membuka lapisan integrasi model, OpenAI memperkuat posisi Codex sebagai pintu masuk utama bagi pengembang untuk pemrograman berbasis AI, terlepas dari model yang digunakan di baliknya.

marsbit1j yang lalu

OpenAI Melakukan Paling "Terbuka", Codex Tidak Lagi Eksklusif untuk GPT

marsbit1j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

Dalam tiga setengah tahun sejak ChatGPT diluncurkan, aplikasi yang pernah menjadi yang tercepat mencapai 1 miliar pengguna bulanan ini kini mencapai titik balik: pangsa pasarnya di pasar asisten AI global pertama kali turun di bawah 50% (menjadi 46,4% pada Mei 2026), menurut laporan Sensor Tower. Pesaing utama, Gemini (27,7%) dan Claude (10,3%), telah mengambil alih sebagian pasar. Pertumbuhan Gemini didorong oleh integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude unggul dalam skenario produktivitas seperti penulisan dan pengkodean. Ini menunjukkan pergeseran pengguna yang lebih pragmatis, yang memilih alat berdasarkan kemampuan spesifik, integrasi ekosistem, dan kepercayaan merek, bukan hanya pada kekuatan model. Industri ini juga memasuki fase komersialisasi yang lebih matang. Pengguna semakin bersedia membayar untuk fitur premium (13% pengguna Claude berlangganan), sementara ChatGPT mulai menguji iklan untuk mendukung biaya komputasi yang sangat besar. Meskipun pengunduhan dan pengeluaran aplikasi AI global terus tumbuh, laju pertumbuhannya melambat, dengan fokus yang lebih besar pada monetisasi. Meskipun kehilangan dominasi absolut, ChatGPT tetap menjadi asisten AI terbesar. Namun, pasar sekarang lebih terdiversifikasi, dengan pemain seperti Grok, Perplexity, dan DeepSeek yang bersaing di ceruk tertentu. Pergeseran ini menandai transisi AI dari teknologi yang menakjubkan menjadi alat sehari-hari yang dinilai berdasarkan kegunaan, efisiensi, dan nilai praktisnya. AI semakin tertanam dalam kehidupan, di mana pengguna dengan bebas bermigrasi untuk menemukan alat terbaik.

marsbit1j yang lalu

Ketika 500 Juta Orang Meninggalkan ChatGPT

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli BAL

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Balancer (BAL) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Balancer (BAL) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Balancer (BAL) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Balancer (BAL) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Balancer (BAL)Lakukan trading Balancer (BAL) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

84 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BAL

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BAL (BAL) disajikan di bawah ini.

活动图片